Bola & Sports
·
13 Oktober 2018 12:00

Live Feed: We are One Wonder, Closing Ceremony Asian Para Games 2018

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Live Feed: We are One Wonder, Closing Ceremony Asian Para Games 2018 (91693)
searchPerbesar
Apresiasi untuk Tim Lari Estafet 'Dadakan' Indonesia di Asian Para Games. (Foto: Aditia Rijki Nugraha/kumparan)
Asian Para Games 2018 sudah sampai di hari terakhir. Walaupun closing ceremony akan digelar juga pada hari ini, Sabtu (13/10/2018), pukul 18:00 WIB di Stadion Madya Gelora Bung Karno, kontingen Indonesia masih melakoni sejumlah partai puncak di cabor bulu tangkis dan balap sepeda. Untuk menyimak jadwal final-final hari ini, bisa disimak di tautan di bawah.
ADVERTISEMENT
20:30
Waktunya selebrasiiii!!! Setelah segmen 'Wayang Raksasa' yang menjadi simbol ketekunan untuk tetap menjaga gelaran Asian Para Games sebagai bukti komitmen untuk tetap memberikan ruang dan kompetisi bagi para atlet difabel, selebrasi dibuka dengan rangkaian kembang api.
Live Feed: We are One Wonder, Closing Ceremony Asian Para Games 2018 (91694)
searchPerbesar
Suasana penutupan Asian Para Games 2018 di Stadion Madya GBK, Jakarta, Sabtu (13/10/2018). (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Nah, setelahnya giliran Naura dan penyanyi tunanetra Zizi, yang membawakan anthem Asian Para Games 2018, "Sang Juara" dan dilanjutkan dengan 'Dream High' yang dibawakan oleh Sheryl Sheinafia dan Claudia. Closing ceremony sudah memasuki segmen konser yang akan berlangsung selama 55 menit. Segmen ini bakal menampilkan Rio Febrian, Netral, AOA, Judika, dan terakhir Cokelat. Yang artinya, Goodbye, Asian Para Games 2018 Jakarta!
20:16
Setelah Okto, giliran Majid Rashed yang memberikan sambutannya. Pidatonya dibuka dengan jawaban terhadap pertanyaan Okto tadi, "Ya, ini merupakan Asian Para Games terbaik yang pernah ada!" YAY!!
ADVERTISEMENT
Live Feed: We are One Wonder, Closing Ceremony Asian Para Games 2018 (91695)
searchPerbesar
Suasana penutupan Asian Para Games 2018 di Stadion Madya GBK, Jakarta, Sabtu (13/10/2018). (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Nah, dalam sambutannya ini, Majid juga menyebut bahwa Asian Para Games 2018 menciptakan sejarahnya tersendiri. Mulai dari kehadiran seluruh anggota NPC (43 negara), hingga bersatunya Korea Selatan dan Korea Utara menjadi Unifikasi Korea yang turun di cabor tenis meja dan renang.
Lucunya, Majid menyelipkan pantun saat mengucapkan kepada para relawan Asian Para Games 2018: "Jalan-jalan ke Senayan, nonton atlet paling eksis. Jangan lupa kasih senyuman, untuk volunteers paling manis." SYEDAAAAAAAAAPPPP!!!! Daaaan, pidatonya juga dilanjutkan dengan menyanyikan penggalan lagu Indonesia Raya.
20:13
Giliran Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari yang memberikan pidato sambutannya. Kali ini, Okto, juga memberikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat di Asian Para Games 2018. Nah, pidatonya ditutup dengan pertanyaan kepada Majid Rashid, "Menurut Anda apakah Asian Para Games 2018 ini merupakan Asian Para Games terbaik?"
ADVERTISEMENT
19:58
Masuk ke jadwal protokoler, suasana kembali khidmat. Diawali oleh lagu resmi Paralimpiade dan penurunan bendera Asian Paralympic Committee (APC). Selanjutnya, bendera APC diserahkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kepada Presiden APC, Majid Rashed, dan diteruskan ke Presidium ke-7 Federasi Penyandang Diabilitas Hangzhou, sebagai tuan rumah Asian Para Games 2022. Turut bergabung Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia dan Ketua NPC China, Zhang Haidi.
Live Feed: We are One Wonder, Closing Ceremony Asian Para Games 2018 (91696)
searchPerbesar
Video promosi Hangzhou sebagai tuan rumah Asian Para Games 2022. (Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan)
Sekarang dikumandangkan lagu kebangsaan dan pengibaran bendera China, yang akan menjadi tuan rumah Asian Para Games 2022. Nah, prosesi ini dilanjutkan dengan pemutaran video berjudul 'Hangzhou, Our Home' yang menandai bahwa gelaran Asian Para Games 2022 bakal dihelat di kota tersebut.
19:55
ADVERTISEMENT
Ngomong-ngomong, dari pantauan reporter kami, Sandy, beberapa penonton masih ada di luar venue biarpun closing ceremony sudah dimulai.
Live Feed: We are One Wonder, Closing Ceremony Asian Para Games 2018 (91697)
searchPerbesar
Beberapa penonton masih terlihat di luar venue walau closing ceremony sudah dimulai. (Foto: Sandy Firdaus/kumparan)
19:49
Daaaaaaaaaaaannnn penonton kembali memanas memasuki rangkaian pertunjukan seni ekstravaganza. Dibuka dengan boombox di atas becak, panggung lantas diisi oleh huruf membentuk kata 'ABILITY', yang satu demi satu dibawa masuk ke panggung. Berikutnya, sebuah musik familiar sekaligus fenomenal menghentak venue. 'Gangnam Style' diputar, menjadi latar musik dalam parade becak dan tari-tarian dari penampil.
Live Feed: We are One Wonder, Closing Ceremony Asian Para Games 2018 (91698)
searchPerbesar
Suasana penutupan Asian Para Games 2018 di Stadion Madya GBK, Jakarta, Sabtu (13/10/2018). (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
19:38
Di segmen parade bendera bangsa-bangsa, 'Merah-Putih' diarak terakhir. Selanjutnya tepuk tangan meriah diberikan oleh penonton kepada seluruh atlet yang ada. Nah, atlet yang membawa bendera Indonesia kali ini adalah Boy Anto, atlet para angkat besi. Parade bendera bangsa-bangsa dilanjutkan dengan segmen apresiasi kepada para 8.000 volunteer. Nah, volunteer termuda kali ini adalah Rajib yang usianya baru 17 tahun. Salute!
ADVERTISEMENT
Terima kasih buat para volunteeeeeeeerrr!! You did amazing!
19:31
Live Feed: We are One Wonder, Closing Ceremony Asian Para Games 2018 (91699)
searchPerbesar
Video kilas balik Asian Para Games 2018 (Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan)
Selanjutnya, ditayangkan video kilas balik perjuangan para atlet disabilitas di Asian Para Games 2018. Berdurasi 2 menit 30 detik, selama itu pula penonton yang hadir membisu dalam haru.
Well, setiap tetes keringat para atlet Kontingen Indonesia sendiri hingga saat ini sudah mengoleksi 37 emas, 47 perak, dan 51 perunggu di posisi kelima. Hasil itu, meleset ke atas, dari target awal 16 emas. Selamat!
"Sampaikan salam kami kepada seluruh keluarga Anda, dan ingatlah Indonesia akan merindukan kalian semua," begitu pesan Jusuf Kalla kepada semua atlet se-Asia yang bertanding.
19:26
Nah, sekarang Wakil Presiden Jusuf Kalla, sedang memberikan pidato sambutannya. Dalam pidatonya, Jusuf Kalla menegaskan pentingnya inspirasi dari atlet disabilitas yang mendobrak batasan diri dalam usahanya untuk menang. Tak lupa, Jusuf Kalla juga sempat menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo, yang sayangnya, tidak bisa hadir di penutupan.
ADVERTISEMENT
19:14
Closing ceremony dilanjutkan dengan hadirnya bendera 'Merah-Putih' yang dibawa Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) diikuti oleh atraksi 100 Polisi Cilik binaan Korlantas Polda Metro Jaya. Kemudian, lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' berkumandang di Stadion Madya. Semua larut dalam prosesi pengibaran bendera Indonesia.
Live Feed: We are One Wonder, Closing Ceremony Asian Para Games 2018 (91700)
searchPerbesar
Pengibaran bendera Merah-Putih di Closing Ceremony Asian Para Games 2018 (Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan)
19:09
Nah, segmen 'Selamat Datang' yang dipandu Master of Ceremony (MC) Daniel Mananta dan Ary Kirana menjadi rangkaian pertama. Selanjutnya, Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, memasuki arena bersama Presiden Asian Paralympic Committee (APC), Majid Rashed, dan Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari.
19:03
Live Feed: We are One Wonder, Closing Ceremony Asian Para Games 2018 (91701)
searchPerbesar
Closing Ceremony Asian Para Games 2018 (Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan)
Bertema 'We are One Wonder', Closing Ceremony Asian Games Dibuka. Usai dimanjakan dentuman musik yang dibawakan DJ Riri Mestika mulai pukul 18:00 WIB, tepat pukul 19:02 WIB, Sabtu (13/10/2018), closing ceremony Asian Para Games 2018.
ADVERTISEMENT
Gemuruh langsung terdengar di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, sebagai venue penutupan. Di layar Light-Emitting Diode (LED) yang berada di panggung, tertera tulisan 'We Are One Wonder' yang menjadi tema closing ceremony Asian Para Games 2018 edisi ke-3 kali ini.
Ada arti di balik pemilihan tema tersebut oleh Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC). Di kata 'Wonder', tercantum 'Won', yang dalam bahasa Inggris berarti sebuah kemenangan. Pun closing ceremony kali ini mencoba merayakan perjuangan 2.832 atlet disabilitas yang telah mencurahkan keringatnya di Jakarta.
19:00
CLOSING CEREMONY DIMULAI!!!
Setelah dibuka pada 6 Oktober 2018, Asian Para Games 2018 resmi ditutup hari ini. Berbeda dengan opening ceremony yang dihelat di SUGBK, kali ini upacara penutupan berlangsung di Stadion Madya GBK. Sesuai konpres, closing ceremony ini akan dimeriahkan dengan 55 konser. Yang pasti, tidak kalah seru dengan opening ceremony. Selamat bersenang-senang!!
ADVERTISEMENT
18:46
Sesuai jadwal, preshow dimulai pukul 18:00 WIB. Nah, reporter kami, si Karina, sudah ada di lokasi. Di Festival Kelas A dan B (standing), terlihat penonton sudah mulai padat. Saat ini DJ Riri Mestika menjadi pengisi preshow hingga closing ceremony resmi dimulai.
Have fun, semua yang di GBK!!!
Live Feed: We are One Wonder, Closing Ceremony Asian Para Games 2018 (91702)
searchPerbesar
Preshow Closing Ceremony Asian Para Games 2018. (Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan)
18:37
Closing ceremony segera dimulai!! Untuk sementara, begini situasi jelang closing ceremony yang digelar di Stadion Madya Gelora Bung Karno. Sudah ada yang merapat di venue?
Live Feed: We are One Wonder, Closing Ceremony Asian Para Games 2018 (91703)
searchPerbesar
Suasana jelang Closing Ceremony Asian Para Games 2018, Sabtu (13/10/2018). (Foto: Nadia Riso/kumparan)
13:37
Yas, emas ke-37!! Dwiyoko/Fredy menunjukkan kelasnya. Bertarung melawan wakil Korea Selatan, Jeon Sunwoo/Joo Dongjae, Dwiyoko/Fredy menuntaskan partai puncak ganda putra SL3-4 dengan kemenangan 22-20, 22-20. Torehan ke-37 ini mengantarkan Indonesia naik ke posisi lima klasemen peraihan medali. Selamat dan terima kasiiiiihhh!!!
ADVERTISEMENT
Live Feed: We are One Wonder, Closing Ceremony Asian Para Games 2018 (91704)
searchPerbesar
Atlet para bulu tangkis Fredy Setiawan/Dwiyoko di ajang Asian Para Games 2018. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
12:35
EMAS KE-36!!
Bulu tangkis masih mendulang emas, saudara-saudara! Kali ini, giliran ganda campuran Hary Susanto/Leani Ratri Oktila yang mempersembahkan emas lewat kemenangan 21-7, 21-10 atas wakil Thailand, Sripong Teamarrom/Nipada Seangsupa. Selamat dan terima kasih lagiiii!!!
Live Feed: We are One Wonder, Closing Ceremony Asian Para Games 2018 (91705)
searchPerbesar
Atlet Bulutangkis Leani Ratri Oktila (kiri) dan Hary Susanto (kanan) di ajang Asian Para Games 2018, Sabtu (13/10/2018). (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
11:40
PERAK LAGI!!! Dari arena balap sepeda Jakarta International Velodrome, giliran Sri Sugiyanti yang mempersembahkan medali perak untuk Indonesia di nomor women's B kilo berkat catatan waktu 1 menit 17,717 detik. Nah, di nomor ini, yang meraih emas adalah wakil Malaysia, Nur Azlia Syafinaz, berbekal torehan waktu 1 menit 16,839 detik. Di podium ketiga, ada Nur Syahida yang juga berasal dari Malaysia. Syahida mengamankan catatan waktu 1 menit 18,795 detik.
ADVERTISEMENT
Torehan perak di nomor ini menjadi medali keempat yang dipersembahkan oleh Sri selama gelaran Asian Para Games 2018. Sebelumnya, ia sudah memberikan dua perak dan satu perunggu untuk Indonesia. Selamat dan terima kasih, Sri!!
11:38
Bulu tangkis belum menyudahi raihan medalinya. Bertanding di nomor tunggal putra SL3, Ukun Rukaendi menutup partai puncak melawan tunggal India, Pramod Bhagat, dengan torehan perak. Selamat dan terima kasih, Ukun!!
11:31
Live Feed: We are One Wonder, Closing Ceremony Asian Para Games 2018 (91706)
searchPerbesar
Dheva Anrimusthi di semifinal tunggal putra SU5. (Foto: The Jakarta Post Images: INAPGOC / TJP Images / Agoes Rudianto/Don/18)
Lima medali disabet Indonesia di awal hari terakhir Asian Para Games 2018. Kelimanya datang dari bulu tangkis. Nah, bila dirinci, torehan itu akan menjadi dua emas dan tiga perak. Emas didapat dari Dheva Anrimusthi di nomor tunggal putra SU5 dan ganda putra SU5 Dheva Anrimusthi/Hafizh Briliansyah. Sementara, tiga perak dipersembahkan oleh Fredy Setiawan (tunggal putra SL4), Suryo Nugroho (tunggal putra SU5), dan Suryo Nugroho/Oddie Kurnia (ganda putra SU5).
ADVERTISEMENT