kumparan
11 Feb 2018 21:18 WIB

Lompat Tinggi Perunggu, Lempar Lembing Tanpa Medali

Atlet lompat tinggi Indonesia, Rizky Ghusyafa. (Foto: ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Setelah Maria Natalia Londa dan Emilia Nova, cabang olahraga (cabor) atletik kembali mengoleksi medali lewat torehan Rizky Ghusyafa Pratama di nomor lompat tinggi.
ADVERTISEMENT
Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (11/2/2018), Rizky mendapat perunggu sebagai pemegang posisi bontot. Percobaan pertama, Rizky dengan mudah melewati tiang setinggi 2 meter. Berikutnya, lompatan 2,05 pun dilahap tanda kendala olehnya.
Kesulitan mulai terasa di catatan ketinggian tiang 2,1 meter. Rizky baru berhasil menaklukkan angka tersebut di percobaan ketiganya. Lompatan di angka 2,16 yang gagal sekaligus menjadikan catatan terbaik Rizky hanya berada di angka 2,1 meter.
Untuk medali Emas direbut atlet lompat tinggi asal Malaysia, Lee Hup Wei. Ia menjadi yang terbaik dengan catatan lompatan di tiang mistar setinggi 2,19 meter. Adapun, perak direngkuh oleh Hsiang Chun Hsien. Atlet asal Taiwan itu sama-sama mencatat angka 2,1 meter, tapi ia berhasil menaklukkan di percobaan kedua.
ADVERTISEMENT
Pada pertandingan nomor lain, di pertandingan final nomor lempar lembing yang digelar setelah lompat tinggi, Indonesia gagal menambah torehan medali. Itu setelah Abd Hafiz hanya puas bertengger di peringkat empat.
Dua kali gagal yakni di kesempatan ketiga dan kelima, Hafiz hanya puas mencatatkan angka terbaik sejauh 64,91 meter yang merupakan lemparan keenam sekaligus terakhirnya.
Emas nomor lempar lembing disegel Davinder Singh (India) yang menorehkan hasil terbaik sejauh 75,87 meter. Raih perak di tempat kedua, Sampath Ranasinghe Denagamage (Sri Lanka) mencatat angka 75,39 meter.
Di tempat ketiga, atlet asal India, Sahil Silwal, berhasil melakukan lemparan sejauh 68,12 meter. Dengan Hafiz di posisi keempat, urutan kelima juga terakhir diisi atlet asal Hong Kong, Hui Wai Hei dengan lemparan sejauh 61,36 meter.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan