Bola & Sports
·
23 November 2020 15:50

Melihat Karier Valentino Rossi di Yamaha laiknya Film Sekuel

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Melihat Karier Valentino Rossi di Yamaha laiknya Film Sekuel (245115)
Valentino Rossi dan tunggangannya Yamaha YZR-M1 2020. Foto: Yamaha
Valentino Rossi memandang kisah kariernya bersama tim Yamaha pabrikan di MotoGP laiknya film. Bukan cuma satu, melainkan dua; seperti film sekuel.
ADVERTISEMENT
Nyatanya, Rossi memang bergabung dengan Yamaha pabrikan selama dua periode: 2004-2010 dan 2013-2020. Jalan ceritanya berbeda, ending-nya pun tak sama.
"Itu seperti film, bagian pertama dan bagian kedua. Kedua bagiannya sangat indah dan sangat intens," katanya kepada Sky Sport, dikutip dari Tuttomotoriweb.
"Ini adalah bagian terpenting dalam karier saya, tetapi juga bagian yang sangat penting dalam hidup saya. Saya berterima kasih kepada semua orang, itu bagus," sambung Rossi.

Kisah Valentino Rossi dan Yamaha adalah film yang hebat

Melihat Karier Valentino Rossi di Yamaha laiknya Film Sekuel (245116)
Valentino Rossi mengemudikan motornya saat Grand Prix MotoGP San Marino di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli. Foto: Massimo Pinca/REUTERS
Valentino Rossi bukan cuma pernah membalap untuk Yamaha. Sepanjang kariernya di Kejuaraan Dunia MotoGP, pebalap 41 tahun itu pernah bekerja sama dengan Aprilia, Honda, hingga Ducati.
Namun, Rossi bersikukuh bahwa pengalamannya 15 tahun bersama Yamaha pabrikan adalah yang terbaik dalam fase kariernya di MotoGP. Boleh jadi, itu adalah 'film favoritnya'.
ADVERTISEMENT
"Saya telah membalap untuk banyak tim, tetapi ini (Yamaha) adalah tim dalam hidup saya, masih merupakan kepuasan yang luar biasa. Saya memeluk semua orang, ada saat-saat buruk, tetapi kebanyakan saat-saat indah bersama, itu keren," jelas Rossi.
Lantas, apakah ada kans Rossi akan kembali lagi, membuat sekuel ketiga bersama Yamaha pabrikan suatu hari nanti?
"Sekarang, film saya dengan Yamaha sudah berakhir, tetapi masih ada film [lain] karier saya, yang sekarang mengakhiri paruh pertama," terang Rossi.
Tidak akan kembali lagi balapan untuk Yamaha pabrikan boleh jadi adalah keputusan bijak Valentino Rossi. 'Film' pertama Rossi bersama Yamaha sukses besar, empat juara dunia individu dan lima juara dunia tim berhasil direngkuh.
'Film' keduanya kurang sukses karena tidak ada gelar juara dunia yang diraih Rossi secara pribadi. Bahkan, pada MotoGP 2020, Rossi mengakhiri musim di peringkat 15 klasemen akhir--terburuk sepanjang kariernya.
ADVERTISEMENT
Kalau sampai membuat 'film' ketiga, risikonya besar, bisa jadi hasilnya lebih parah. Jangan sampai publik nantinya mengenang Rossi laiknya sekuel film 'The Matrix', 'Jurassic Park', hingga 'Scream'.
---
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.