kumparan
15 Januari 2020 15:42

Memori Cedera di Indonesia Masters Sempat Bikin Carolina Marin Gugup

Carolina Marin
Carolina Marin (kostum merah) dan Saina Nehwal di final Indonesia Masters 2019. Foto: ADEK BERRY / AFP
Indonesia Masters dan Istora memberi memori kelam buat pemain tunggal putri Spanyol, Carolina Marin. Di edisi 2019, Marin mengalami cedera ACL ketika menghadapi Saina Nehwal (India) di babak final.
ADVERTISEMENT
Cedera parah itu pada akhirnya membuat Marin naik meja operasi dan menepi dari lapangan sampai September 2019. Satu tahun berselang, Marin kembali datang ke Istora untuk mentas di Indonesia Masters 2020.
Pada babak pertama, Rabu (15/1/2020), Marin berhasil melewati adangan tunggal putri Thailand, Nitchaon Jindapol, dengan skor 21-13 dan 21-15. Marin mengaku sempat gugup ketika pertama kali kembali menginjakkan kaki di lapangan Istora.
Carolina Marin.
Pebulu tangkis Spanyol, Carolina Marin. Foto: MOHD RASFAN / AFP
"Saat kembali ke lapangan, perasaan saya berkecamuk. Ada banyak perasaan saat saya memasuki lapangan dan bertemu para penonton," kata Marin saat ditemui di mixed-zone.
"Di awal-awal pertandingan, saya sedikit gugup sehingga memberikan Jindapol poin yang cukup mudah. Namun, saya kembali fokus untuk permainan," tutur pemain 26 tahun itu.
ADVERTISEMENT
Keberhasilan mengatasi rasa gugup dan melupakan memori kelam satu tahun lalu mengantarkan peraih medali emas Olimpiade 2016 itu ke babak 16 besar. Marin akan menghadapi wakil Jepang, Nozomi Okuhara.
Target tinggi pun dipatok Marin di Indonesia Masters 2020. Dengan misi membayar kegagalan tahun lalu di laga pemungkas, Carolina Marin berambisi menapaki podium juara tahun ini.
"Target saya di sini untuk menjadi juara. Saya rasa ini adalah pencapaian yang saya inginkan sejak tahun lalu saat saya dibekap cedera," jelas Marin.
"Besok [Kamis, 16/1/2020] saya akan menghadapi Nozomi. Jadi, saya akan lakukan yang terbaik. Saya ingin memenangi laga besok," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan