kumparan
7 November 2018 14:17

Menang Mudah, Anthony Ginting Tunggu Jonatan Christie di Babak Kedua

Anthony Ginting usai lolos ke semifinal. (Foto: ANTARA FOTO/INASGOC/Puspa Perwitasari/)
Satu tempat pertama dari wakil tunggal putra Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) di babak kedua Fuzhou China Terbuka 2018 disegel Anthony Sinisuka Ginting.
ADVERTISEMENT
Juara China Terbuka 2018 Super 1000 ini lolos ke 16 besar usai mengalahkan wakil Malaysia, Chong Wei Feng, dua gim langsung dengan skor akhir 21-11 dan 21-14.
Di babak pertama yang berlangsung di Haixia Olympic Sports Center, Rabu (7/11/2018) siang WIB, Anthony Ginting tidak mengalami kendala berarti. 16 menit bertanding di gim pertama, Chong hanya diberi angka sekelas interval alias 11 poin.
Well, di menit awal gim pertama, Anthony memang unggul lebih dulu 2-0 berkat dua kesalahan beruntun dari Chong. Namun, rival peringkat 40 itu langsung menebusnya dengan membuat skor imbang 2-2.
Dua angka selanjutnya, didapat Anthony berkat pukulan Chong yang keluar. Hingga keunggulan diperbesar 6-2, Anthony harus berterima kasih kepada bonus dari kesalahan-kesalahan Chong.
ADVERTISEMENT
Namun, berikutnya giliran shuttlecock Anthony yang banyak tersangkut hingga skor berubah ketat 6-5. Meski begitu, andalan Tanah Air peringkat tujuh dunia ini bisa menyegel keunggulan 11-7 di interval.
Setelah jeda, layaknya permainan sektor tunggal, kedua pemain mengandalkan penempatan akurat dan kesalahan lawan. Kali ini, di keunggulan 13-9, Anthony yang menutup keran skor Chong.
Di awali dengan netting tipisnya yang gagal dikembalikan lawan hingga skor berubah 14-9. Pukulan Chong melebar, skor berubah 15-9. Dua angka berikutnya, salah satunya juga berkat pukulan out Chong.
Anthony Sinisuka Ginting juara China Terbuka 2018 usai kalahkan Kento Momota (Jepang). (Foto: Dok. PBSI)
Game point 20-11 pun mudah disegel Anthony Ginting. Pemain asal Cimahi ini lantas memastikan keunggulan 21-11 di gim pertama berkat permainan di depan net andalannya.
Lanjut ke gim kedua, kali ini Chong di menit awal bisa memperbaiki permainnya. Skor Anthony yang dikenal dengan julukan 'The Giant Killer' sebagai kuda hitam lawan pemain top dunia itu beberapa kali ditahan.
ADVERTISEMENT
Dari 0-1 ke 1-1, hingga 2-2 ke 4-4, beberapa kali Anthony yang sering melakukan kesalahan dan menambah poin bagi lawan. Skor imbang 5-5, keunggulan 7-5 milik Anthony lagi-lagi ditahan menjadi 7-7.
Namun, sejak menyegel keunggulan 11-8 di interval gim kedua, Anthony bisa menerapkan pola permainannya. Dengan sabar, jumping smash serta arah serangan yang bervariasi mampu membuat skor unggul 13-10 hingga 16-10.
Dominan menyerang, Anthony pun tak butuh waktu lama untuk menyegel match point 20-12. Meski sempat dibuat tersungkur ketika poin berubah 20-13 dan kembali ditahan 20-14, match point ketiga benar-benar menjadi akhir laga.
Anthony unggul 21-14 di gim kedua ketika pukulan Chong tak terarah dan melebar ke luar area pertandingan. Menang straight game selama 33 menit, di babak kedua pada Kamis (8/11) Anthony Ginting berpeluang dini bertemu kompatriot, Jonatan Christie, yang akan melawan wakil India, Prannoy Haseena Sunil.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan