kumparan
19 September 2019 16:17

Menangi Laga Horor, Marcus/Kevin ke Perempat Final China Terbuka

Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon
Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon. Foto: REUTERS/Arnd Wiegmann
Slot perempat final China Terbuka 2019 diamankan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya dengan kemenangan di thriller tiga gim.
ADVERTISEMENT
Pertandingan yang digelar pada Kamis (19/9/2019) itu selesai dengan kemenangan 22-20, 18-21, 23-21 atas Choi Solgyu/Seo Seung Jae. Meski demikian, siapa yang menjadi lawan di babak ketiga masih menunggu hasil antara laga antara Mathias Boe/Mads Conrad-Petersen dan Goh Shem/Tan Wee Kiong.
Hanya karena berstatus sebagai ganda putra peringkat satu dunia, bukan berarti segala sesuatu berjalan mudah bagi Marcus/Kevin. Solgyu/Jae mampu menghambat laju Marcus/Kevin mengambil poin. Duo berjuluk Minions itu bahkan sempat tertinggal 3-5.
Namun, bukan Marcus/Kevin namanya kalau langsung menyerah. Mereka berhasil menyegel tiga poin beruntun, membalikkan keunggulan menjadi 6-5.
Bertanding melawan Marcus/Kevin tanpa taktik matang sama saja dengan bunuh diri. Solgyu/Jae menyadari tuntutan itu. Ketika memimpin 9-5, mereka sengaja memancing Kevin dan Marcus untuk melebarkan jarak.
ADVERTISEMENT
Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon
Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon. Foto: REUTERS/Arnd Wiegmann
Caranya adalah dengan melepaskan pukulan melebar ke segala arah yang menyibukkan Marcus/Kevin. Marcus dalam situasi ini berusaha mengamankan area kiri, sementara Kevin beroperasi di kanan.
Nah, Solgyu/Jae melesakkan pukulan jauh ke area belakang Kevin. Sebelum Kevin kembali ke posnya, Solgyu/Jae sudah melepaskan serangan yang menyasar tengah lapangan. Marcus yang di area kiri pun terlambat mengejar. Jadi, ya, begitulah. Solgyu/Jae unggul 10-5.
Suporter Indonesia tambah bersemangat usai interval. Jagoan andalan mereka mampu menghentikan sementara torehan angka Solgyu/Jae.
Kedudukan 10-12 menjadi bukti. Meski demikian, Marcus/Kevin tetap harus waspada dengan eror sendiri, terlebih ketika dalam reli cepat.
Tertinggal 14-17, Marcus/Kevin mendapat angka dengan cepat. Itu berkat servis menipu yang dilepaskan oleh Marcus. Sayangnya, pengembalian depan net Marcus masih rentan eror. Itulah yang membuat Solgyu/Jae memimpin 18-16.
ADVERTISEMENT
Bagaimana meredam rangkaian serangan lawan yang agresif menjadi PR tersendiri yang harus diselesaikan Marcus/Kevin di laga ini. Dalam kedudukan 18-17, Solgyu/Jae menambah angka dengan cara berkelas.
Mereka terlebih dulu mencecar Minions dengan serangan menyentak dari depan net. Marcus/Kevin sampai mengambil posisi sejajar untuk merapatkan pertahanan.
Sayangnya, rangkaian serangan yang menyasar tubuh itu lama kelamaan meruntuhkan benteng Marcus/Kevin. Solgyu/Jae unggul dua angka.
Keadaannya sudah seperti itu, Marcus/Kevin masih mampu memberi kejutan. Mereka malah menorehkan game point 20-19. Akan tetapi, situasi menguntungkan ini tidak langsung berganti menjadi kemenangan.
Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon
Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon Foto: REUTERS/Arnd Wiegmann
Solgyu/Jae memaksa laga ke deuce akibat skor imbang 20-20. Namun, kalau laga bisa dimenangi dalam dua gim, mengapa harus sampai tiga gim?
ADVERTISEMENT
Kedudukan game point 21-20 berhasil dikonversi Marcus/Kevin jadi kemenangan 22-20. Marcus/Kevin bahu membahu menggempur lawan dengan smash menyengat. Kemenangan gim pertama yang dicari Minions itu akhirnya didapat begitu lawan gagal mengembalikan jumping smash Kevin.
Solgyu/Jae membuka gim kedua serupa gim pertama: Keunggulan yang cukup berjarak. Mereka memimpin 2-5, memaksa suporter Indonesia yang hadir di stadion berteriak lebih kencang menyemangati para penggawa berlaga.
Untungnya, Marcus/Kevin belum kehilangan akal untuk bangkit. Tertinggal 7-10, mereka mengejar hingga 9-10 meski interval selesai dengan keunggulan 11-9 untuk Solgyu/Jae.
Harapan untuk menyelesaikan laga dalam dua gim rasanya tidak bakal terwujud. Marcus/Kevin masih kesulitan mengamankan angka, sementara lawan begitu jeli mencuri peluang.
Hasilnya tidak menggembirakan bagi Minions. Laga mesti berlanjut ke gim ketiga karena Solgyu/Jae menang 21-18 di gim kedua.
ADVERTISEMENT
Gim ketiga jadi penentuan, maka lakonilah ini selayaknya laga final.
Yang bertanding dengan pikiran macam itu bukan cuma Marcus/Kevin. Solgyu/Jae pun masih waras benar sehingga memperjuangkan kemenangan sekuat-kuatnya. Imbas dari sikap yang demikian tentu saja persaingan sengit.
Namun, apalah yang menyenangkan jika laga ganda putra tidak berjalan sengit?
Kita bicara soal kabar baik dulu. Meski untuk menyamakan kedudukan jadi 2-2 saja mesti mati-matian beradu kuat di duel reli, Marcus/Kevin mampu memelihara keunggulan. Tipis, sih, tetapi lebih baik daripada tidak, dari 4-3 merangkak ke 6-5.
Solgyu/Jae membuktikan bahwa mereka layak untuk diperhitungkan sebagai kekuatan baru ganda putra. Dengan percaya diri mereka memutus serangan Marcus/Kevin dalam kedudukan 5-6.
Peduli setan dengan lesakan smash ala Kevin. Jae mengambil risiko dan menghentak dari depan net. Hasilnya, Kevin juga yang gigit jari.
ADVERTISEMENT
Dalam keadaan genting, permainan sendiri bisa menjadi lawan yang lebih berbahaya ketimbang smash rival. Solgyu/Jae merasakannya sendiri.
Dua kesalahan beruntun yang membuat shuttlecock gagal menyeberang dari area permainan sendiri memberikan dua poin cuma-cuma bagi Marcus/Kevin. Itu berarti, Marcus/Kevin memimpin 9-7.
Permainan ala Marcus/Kevin yang cepat dan ganas kembali muncul usai interval. Tidak perlu banyak aksi akrobatis karena yang terpenting adalah menyegel poin demi poin dengan efektif.
Solgyu/Jae juga belum mengibarkan bendera putih. Tertinggal 11-14, mereka merebut kendali dalam reli. Marcus sampai jatuh terduduk dihajar tubian serangan. Ketertinggalan berhasil dipangkas menjadi 12-14.
Marcus/Kevin ada dalam situasi genting ketika Solgyu/Jae menyamakan kedudukan menjadi 16-16. Bahkan poin penyama kedudukan itu didapat lewat skenario yang membikin geregetan: Pengembalian Kevin membuat shuttlecock tersangkut di net.
ADVERTISEMENT
Marcus/Kevin ini pintar benar membuat seantero negeri panik. Bagaimana tidak? Dalam gim penentuan seperti ini mereka malah sempat tertinggal 16-18. Untungnya, dua angka berhasil direbut berkat lesakan jumping smash yang tidak mampu digapai lawan.
Namun, salah besar jika mengira situasinya langsung membaik. Solgyu/Jae malah menorehkan match point 20-19. Laga tambah menegangkan begitu Marcus/Kevin menyamakan kedudukan 20-20. Poin penyama kedudukan itu didapat karena Solgyu/Jae kalah beradu tangguh depan net.
Oke, pertandingan ini jauh lebih menguras emosi ketimbang drama Korea mana pun. Bagaimana tidak? Solgyu/Jae malah unggul lagi 21-20.
Beruntung manuver lob Kevin membuat Solgyu/Jae salah perhitungan. Mereka mengira shuttlecock bakal terjatuh ke luar lapangan. Ternyata manuver itu malah berakhir dengan poin penyama kedudukan 21-21 untuk Marcus/Kevin karena shuttlecock jatuh tepat di garis.
ADVERTISEMENT
Asa untuk menutup laga dengan kemenangan makin menjadi-jadi begitu pengembalian Marcus membuat lawan melakukan kesalahan. Agaknya kondisi lapangan yang licin juga punya andil.
Lawan sampai tersungkur di depan net ketika berupaya menyambut shuttlecock kiriman Marcus. Akibatnya, shuttlecock justru terpental ke sendiri di lapangan Solgyu/Jae.
Pertandingan sempat dihentikan sementara untuk mengurus lapangan yang licin itu. Petugas lapangan memang hanya membutuhkan waktu sekitar tiga menit untuk mengepel permukaan lapangan.
Namun, rasanya itu menjadi salah satu tiga menit terlama dalam hidup. Yang bertanding siapa, yang gugup bukan main siapa. Seperti itulah kodrat penonton.
Pada akhirnya Marcus/Kevin menutup momen-momen menegangkan ini dengan pekik girang. Para penonton menuntaskannya dengan menghembuskan napas tanda kelegaan.
ADVERTISEMENT
Reli kencang dalam kedudukan 22-21 ditutup dengan pengembalian Solgyu/Jae yang kehilangan kontrol sehingga shuttlecock terpental dari lapangan. Kemenangan 23-21 di gim pemungkas, tiket perempat final untuk Marcus/Kevin. Fiuh.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan