Mengingat Momen Susy Susanti & Alan Budikusuma Raih Emas Pertama RI di Olimpiade

kumparanSPORTverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Susy Susanti dan Alan Budikusuma di Olimpiade Barcelona 1992. Foto: Dok. BWF Olympic
zoom-in-whitePerbesar
Susy Susanti dan Alan Budikusuma di Olimpiade Barcelona 1992. Foto: Dok. BWF Olympic

Olimpiade Tokyo sudah di depan mata. Indonesia bertekad kembali merebut medali emas, tradisi yang dimulai oleh Susy Susanti dan Alan Budikusuma di Barcelona.

Indonesia sejatinya sudah mulai berpartisipasi di Olimpiade musim panas sejak edisi 1952 di Helsinki, Finlandia. Namun, hingga Olimpiade Los Angeles 1984, kontingen 'Merah Putih' tidak pernah mendapat medali apa-apa.

Barulah pada Olimpiade Seoul 1988, Indonesia meraih medali pertama. Nurfitriyana Saiman Lantang, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani meraih medali perak nomor beregu wanita, medali pertama Indonesia di sepanjang sejarah Olimpiade.

Empat tahun berselang, Indonesia merebut medali emas pertama dalam sejarah Olimpiade. Ada kisah heroik Susy Susanti dan Alan Budikusuma di Barcelona pada 1992. Pada stori ini, kami mengulas kembali momen bersejarah tersebut.

Susy Susanti. Foto: PETER PARKS/AFP

Bulu tangkis pertama diakui sebagai cabang olahraga (cabor) resmi Olimpiade pada edisi 1992 di Barcelona, dipertandingkan selama 28 Juli-4 Agustus. Indonesia yang terkenal kuat di cabor ini mengirimkan atlet-atlet terbaiknya.

Pada sektor tunggal putri, Susy Susanti berjuang bersama Sarwendah Kusumawardhani. Pada sektor tunggal putra, selain Alan Budikusuma, ada nama-nama seperti Ardy Wiranata dan Hermawan Susanto.

Indonesia juga sebenarnya menurunkan wakil di sektor ganda. Mereka adalah Eddy Hartono/Rudy Gunawan (putra), Rexy Mainaky/Ricky Subagja (putra), Finarsih/Lili Tampi (putri), dan Erma Sulistianingsih/Rosiana Tendean (putri).

Namun, sejarah yang tercatat adalah emas Indonesia lahir dari sektor tunggal. Susy yang pertama merengkuhnya.

Susy Susanti. Foto: TOMMY CHENG/AFP

Lawan pertama Susy Susanti adalah Harumi Kohara asal Jepang yang dikalahkannya 2 gim langsung, 11-2 & 11-2. Selanjutnya, atlet kelahiran Tasikmalaya ini mengalahkan wakil Hong Kong, Wong Chun Fan, 11-4 & 11-2.

Susy kian tak terbendung. Pada babak perempat final, ia menekuk Somharuthai Jaroensiri (11-6, 11-1). Wakil China, Huang Hua, pun disingkirkannya di semifinal dengan skor 11-4, 11-1.

Puncaknya, Susy menghadapi Bang Soo-hyun asal Korea Selatan. Sempat kalah 5-11 di gim pertama, atlet kelahiran 11 Februar1 1971 ini bangkit dengan memenangi dua gim berikutnya.

Susy menang 11-5 di gim kedua dan 11-3 di gim ketiga. Pukulan out Soo-hyun memastikan medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade. Lagu Indonesia Raya berkumandang, air mata bahagia Susy bercucuran.

video youtube embed

Alan Budikusuma meraih prestasi serupa di sektor tunggal putra bulu tangkis. Dalam prosesnya, lawan pertama yang dikalahkan Alan adalah Donald Koh asal Singapura. Ia menang 2 gim langsung, 15-2 dan 15-2.

Berikutnya, Alan menyingkirkan Sompol Kukasemkij asal Thailand (15-11, 15-2). Selanjutnya, ia secara berurutan menumbangkan Andrey Antropov dari tim negara gabungan (15-4, 15-7) dan Kim Hak-kyun asal Korea Selatan (15-9, 15-4).

Pada babak semifinal, Alan menundukkan Thomas Stuer-Lauridsen asal Denmark (18-14 dan 15-8). Puncaknya, ia menyudahi perlawanan kompatriotnya, Ardy Wiranata (15-12, 18-13).

Pukulan Ardy yang mengenai net menjadi penentu kemenangan Alan. Jadilah, tanggal 4 Agustus 1992 menjadi tanggal bersejarah Indonesia meraih emas pertama di Olimpiade, bukan hanya satu, tetapi dua.

***

embed from external kumparan