kumparan
3 November 2018 18:41

Menikmati Kualifikasi MotoGP di Sepang: Beda Lokasi, Beda Sensasi

Media Centre Sirkuit Internasional Sepang
Motor Stefan Bradl ditangani oleh mekanik LCR Honda setelah sang rider merampungkan kualifikasi MotoGP Malaysia. (Foto: Anju Christian P. Silaban/kumparan)
Memasuki pintu masuk Media Centre Sirkuit Internasional Sepang, Selangor, Malaysia, empat jurnalis Indonesia --salah satunya dari kumparanSPORT-- langsung menuju area konsumsi, di mana tersedia makanan, minuman ringan, dan coffee maker dengan 8 pilihan jenis kopi.
ADVERTISEMENT
Hmmm...harap dimaklumi karena para jurnalis ini habis berkeliling sirkuit, termasuk paddock, dan waktu setempat menunjukkan jam makan siang sudah lama berlalu. Jadi, makan siang adalah agenda pertama di situ.
Di tengah menikmati santapan, salah seorang jurnalis berkata, "Kita sedang berada di atas paddock Marc Marquez (Honda)."
Betul, maju sedikit ke tembok kaca di pinggir memang terlihat boks dengan empat layar di pit lane yang digunakan awak Honda untuk mengamati laju Marquez dan Dani Pedrosa pada sesi kualifikasi yang segera berlangsung. Di sebelah kirinya berdiri boks layar untuk tim satelitnya, LCR Honda.
Nah, setelah makan siang, para jurnalis Tanah Air ini menuju ruang kerja dengan melewati lorong yang berisikan ruang National Press Officer dan Dorna Media Officer. Lalu terlihat area cukup luas di mana para jurnalis bekerja.
ADVERTISEMENT
Memang tak sebesar Main Press Centre Asian Games 2018 di Istora Gelora Bung Karno, sih. Akan tetapi, fasilitasnya cukup oke. Jika jurnalis menempati tempat duduknya, maka bakal tersaji banyak layar. Ada 24 layar di setiap baris dan terdapat 6 baris layar sehingga totalnya mencapai 144 layar dalam satu ruangan.
Dengan fasilitas itulah, para jurnalis mengolah berita tentang sesi kualifikasi, Sabtu (3/11/2018) waktu setempat, mulai dari kelas Moto2 di mana Dimas Ekky Pratama asal Indonesia menempati posisi ke-28, sampai level MotoGP yang menghadirkan momen ketika Maverick Vinales (Movistar Yamaha) terjatuh.
Di area ini, para jurnalis juga masih disajikan pemandangan pit lane (jalur yang dilalui pebalap untuk menuju paddock). Terlihat boks untuk tiga tim yang mengusung mesin Desmosedici: Ducati, Pramac Racing, dan Reale Avintia Racing. Di sinilah, Andrea Dovizioso mengambil persinggahan di tengah kualifikasi.
ADVERTISEMENT
Sementara, pemandangan di seberang ruang kerja jurnalis merupakan main grand tribune, tempat di mana para penonton mendapatkan pemandangan paling nikmat.
Media Centre Sirkuit Internasional Sepang
Pemandangan Main Grandstand dari Media Centre. (Foto: Anju Christian P. Silaban/kumparan)
Tempat ini sempat dijajal oleh kumparanSPORT pada sesi latihan bebas ketiga. Lebih nikmat lagi karena menonton aksi para rider di ruangan Corporate Suite yang berisikan meja makan, berbagai menu santapan, dan tembok kaca yang memudahkan pandangan ke lintasan.
Dari Corporate Suite di Main Grandstad, mata penonton bisa menangkap beberapa tikungan yang dilalui rider kesayangannya. Di main tribune juga terdapat tribune khusus penggemar Marquez dan Dovizioso yang bersebelahan.
Harga memang tak bisa bohong. Tribune tersebut menyediakan tiket cukup mahal dibandingkan tribune lainnya. Harganya juga selalu naik setiap tahun. Untuk MotoGP Malaysia 2018 paling murah 275 ringgit (sekitar Rp 987 ribu).
ADVERTISEMENT
Kalau diperhatikan, tak semua kursi penonton di Main Grandstand terisi penuh. Mungkin karena persaingan juara sudah dipastikan dimenangi Marquez, ya. Tapi, muncul pula pembelaan dari orang setempat.
Media Centre Sirkuit Internasional Sepang
Suasana Media Centre Sirkuit Internasional Sepang. (Foto: Anju Christian P. Silaban/kumparan)
"Jangan lihat ke situ. Orang Malaysia berkumpul di tribune Hafizh Syahrin (pebalap Malaysia yang baru mentas di kelas MotoGP sejak musim 2018, red)," ucap salah satu volunter yang bertugas di media centre, merujuk area di sektor C2.
Kembali menyoal tribune media, pandangan ke lintasan sebetulnya kurang ideal. Hanya terlihat garis start dan lintasan lurus sebelum tikungan pertama ke arah kanan. Di luar start para rider dan momen ketika mereka mampir ke paddock, tak ada lagi yang bisa ditangkap oleh mata.
Maka, tak heran jika fokus para jurnalis lebih tertuju ke laptop, gawai, atau satu dari 144 layar di ruang kerja. Karena di layar itulah, siaran langsung dari MotoGP TV tersedia.
ADVERTISEMENT
Di situ pula, para jurnalis menunggu kualifikasi lebih lama daripada biasanya. Karena red flag sempat berkibar setelah hujan deras mengguyur lintasan.
Nah, saat hujan berhenti, lintasan mengering, dan sesi kualifikasi dilanjutkan, empat jurnalis Indonesia ini tak lagi berada di paddock. kumparanSPORT dan awak media lainnya untuk pindah ke paddock LCR Honda karena sudah ditunggu bos tim tersebut, Lucio Cecchinelll, untuk sesi wawancara.
Media Centre Sirkuit Internasional Sepang
Anggota tim LCR Honda saat para pebalapnya mengarungi latihan bebas ketiga MotoGP Malaysia. (Foto: Anju Christian P. Silaban/kumparan)
Para jurnalis sempat menunggu lantaran Lucio tentu fokus terhadap kiprah dua pebalapnya, Stefan Bradl dan Takaaki Nakagami, di kualifikasi. Malah sesi wawancara ditunda menjadi sore saking sibuknya Lucio. Alhasil, awak media cuma berada di paddock untuk menyaksikan sisa kualifikasi.
Lebih sulit tentunya menikmati kualifikasi dari paddock karena pandangan sangat terbatas, cuma ke lintasan lurus dan paddock LCR Honda yang bersebelahan dengan Honda-nya Marquez.
ADVERTISEMENT
Namun, di situlah momen terbaik untuk menangkap momen-momen emosional setelah kualifikasi atau balapan. Misalnya bagaimana ekspresi datar para mekanik LCR Honda saat Bradl kembali ke paddock.
Ya, bukan harinya LCR karena kedua pebalap mereka cuma mengarungi kualifikasi pertama dan gagal melanjutkan kiprah ke kualifikasi kedua. Dengan kata lain, mereka gagal bersaing untuk merebut start di grid depan dalam balapan yang berlangsung pada Minggu (4/11).
Media Centre Sirkuit Internasional Sepang
Suasana Media Centre Sirkuit Internasional Sepang. (Foto: Anju Christian P. Silaban/kumparan)
Coba bayangkan juga jika Anda berada di paddock Honda atau Yamaha setelah insiden nakal Valentino Rossi terhadap Marquez pada MotoGP Malaysia musim 2015. Atau, andai Anda berada di paddock Yamaha saat Marquez coba meminta maaf secara langsung setelah menabraknya di balapan MotoGP Argentina musim ini.
ADVERTISEMENT
Setiap lokasi di sirkuit memang menyajikan sensasi berbeda. Buat jurnalis yang ingin bekerja, tidak ada tempat lebih baik ketimbang Media Centre dengan 144 layarnya.
Adapun buat penggemar yang tak ingin ketinggalan drama overtaking, Main Grandstand adalah tempat ideal. Dan, betapa beruntung jika Anda memiliki akses ke paddock demi menjadi saksi betapa gereget dan sibuknya anggota tim atau bagaimana emosi rider setelah merampungkan kualifikasi/balapan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan