Menyapa Sirkuit Mandalika, si Molek dengan 17 Tikungan 'Maut'
·waktu baca 9 menit

Fajar menyingsing, matahari masih malu-malu menampakkan diri. Namun, rombongan mobil-mobil sudah berjejer, berjalan, beriringan menuju satu destinasi yang pasti saat waktu menunjukkan masih kurang dari jam 6 pagi.
Ke mana tujuan yang hendak didatangi? Sebutlah itu sebagai sebuah arena para pemimpi, pacuan para pemberani, 'tanah terjanji' yang sudah lama dinanti.
Sirkuit Mandalika telah lahir di Bumi Nusantara. kumparan berkesempatan menginjakkan kaki di atas aspalnya, mengarungi gravel-nya, merasakan bagaimana sinar matahari perlahan keluar dan bara panasnya kian terasa di kulit.
Kombinasi warna hijau, putih, dan merah yang bersanding dengan aspal menambah kesan cantik Sirkuit Mandalika. Ah, ciamik betul.
***
Banyak publik Indonesia menggilai balapan motor. Namun, nyatanya MotoGP hanya pernah dua kali hadir di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat, pada 1996 dan 1997. Sirkuit antik miliki RI itu menjadi saksi kegagahan Mick Doohan hingga Valentino Rossi yang masih 'ingusan' berdiri di podium tertinggi.
Di sisi lain, World Superbike (WSBK) hadir di Sentul selama 1994-1997. John Kocinski dan Carl Fogarty mengukir kisah legenda dengan memenangi lebih dari sekali balapan di Indonesia.
Setelahnya, MotoGP dan WSBK memalingkan wajah dari Indonesia. Dan kini, dua ajang balapan bergengsi itu kembali menyapa dan siap kembali mengukir sejuta cerita.
Wacana akan hadirnya sirkuit bertaraf internasional di Indonesia, tepatnya di Nusa Tenggara Barat (NTB), sudah ada sejak 2017. Hingga akhirnya, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Pulau Lombok menjadi destinasi terpilih.
Head Of Marketing Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Aji Aditra Perdana, menjelaskan bahwa perjalanan pembangunan sirkuit yang disebutnya memiliki nama resmi Pertamina Mandalika International Street Circuit ini penuh suka-duka dan tantangan.
"Banyak sekali tantangan sepanjang 2017-2021. Bukan kerja kami sendiri, banyak support dari semua instansi dan lembaga, juga aparat TNI-Polri serta Pemerintah Pusat dan Provinsi. Kami bisa membangun ini sesuai standar dan regulasi FIM, mulai dari desain hingga menyiapkan lahan untuk trek banyak tantangannya," kata Aji ketika berbincang dengan kumparan.
Sirkuit Mandalika memiliki daya tarik tersendiri karena benar-benar berada di samping Pantai Seger dan Bukit Seger. Akan tetapi, ini justru menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembangunannya.
"Tantangan terbesar adalah membuat base layer-nya dulu. Itu adalah proses paling lama dan paling memakan waktu karena harus kuat, apalagi ini di pinggir pantai dan tanahnya berpasir, kami harus kuatkan tanahnya, ratakan tanahnya, ukur kecepatan maksimalnya," terang Aji.
"Begitu base layer jadi, prosesnya lebih cepat di pengaspalan lapis kedua dan ketiga, tetapi memang yang paling lama dan sulit adalah pengaspalan lapis pertama setelah base layer," tambahnya.
Detail rinci mengenai sirkuit ini adalah terdiri dari 17 tikungan dengan panjang 4,31 km. Paddock Area Street Circuit Mandalika sendiri akan sanggup menaungi 50 garasi.
Khusus untuk 17 tikungan, Presiden Joko Widodo sudah merasakannya langsung. Ia bahkan tak berani ngebut karena tikungan tersebut memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.
“Saya kira banyak tikungan yang tajam sekali. Di sini kan ada 17 titik tikungan yang saya kira semuanya sulitlah untuk saya. Kalau untuk pembalap mungkin enggak ada masalah, untuk saya sangat sulit,” ujar Jokowi usai menjajal Sirkuit Mandalika pada Jumat (12/11) lalu.
Bicara soal kapasitas, Sirkuit Mandalika disebut mampu menampung sekitar 190.000 penonton. Namun untuk WSBK, MGPA hanya boleh menjual 25.000 oleh pemerintah karena pertimbangan pandemi corona.
Para pebalap muda Indonesia binaan PT Astra Honda Motor (AHM) juga memuji Sirkuit Mandalika saat berkesempatan keliling sirkuit. Mereka adalah Fadillah Arbi Aditama (16 tahun), Herlian Dandi (15), Azryan Dheyo (16), dan Herjun Atna Firdaus (17). Mereka nantinya akan turun di ATC 2021 yang digelar pada Jumat (18/11) dan Sabtu (19/11).
"Bagus sirkuitnya, jadi enggak sabar pengin coba langsung. Aspalnya bagus, layout dan tikungannya juga variatif," kata Dandi.
"Senang, bisa punya sirkuit internasional di Indonesia yang bisa digunakan untuk balapan berskala internasional. Saya juga suka dengan layout-nya. Mungkin dari yang pernah saya coba di luar sana, belum ada yang karakteristiknya seperti di Mandalika. Beda dari yang lain, punya ciri khas," terang Arbi.
"Bangga, Indonesia punya sirkuit kayak gini. Kalau testimoninya buat sirkuitnya bagus, layout-nya bagus, dan juga bisa menandingi sirkuit-sirkuit lain di negara lain," tutur Herjun.
"Trek dan aspalnya bagus, layout bagus, enggak bisa nunggu untuk balapan di sini, antusias banget. Membayangkan balapan di sirkuit baru yang bagus kayak gini, tentu luar biasa rasanya," jelas Dheyo.
Salah satu keunikan lain dari Sirkuit Mandalika adalah konsepnya yang merupakan sirkuit jalan raya. Namun, jangan bayangkan ini mirip seperti Sirkuit Monte Carlo di Monako maupun Marina Bay Street Circuit di Singapura.
"Ini terkait unique selling point kami. MotoGP tidak punya sirkuit jalan raya karena sirkuit jalan raya yang ada sekarang hanya untuk mobil, misalnya di Singapura dan Monako. Bayangkan jika trek-trek itu digunakan untuk balapan motor. Jika terjadi insiden, akan fatal akibatnya. Di Monako, kepeleset langsung menabrak tembok dan terlempar ke gedung," jelas Aji.
"Nah, kalau kami konsepnya beda, dibalik. Bukan kotanya sudah ada lalu baru dibangun sirkuit di jalan rayanya, tetapi kami bangun dulu jalannya, lalu diukur, dan dibuat sistem keamanan sirkuitnya sesuai regulasi FIM."
"Setelah sirkuitnya selesai, kami bangun kota di dalamnya. Nantinya, di kiri, kanan, bahkan tengah sirkuit akan banyak hotel, gedung, dan akan menjadi kota baru. Kalau tak ada balapan, sirkuit akan jadi jalan raya untuk mengakses area-area itu," lanjutnya.
Lantas, bagaimana sistem keamanan pebalap di Sirkuit Mandalika? MGPA meyakinkan bahwa hal tersebut tak perlu diragukan lagi.
"Pada homologasi terakhir, Dorna Sports (promotor WSBK dan MotoGP) melakukan pengecekan detail dan memberi predikat Super Safety Circuit," klaim Aji.
"Gravel-nya saja dibuat jarak jauh antara trek ke dinding betonnya. Betonnya juga yang biasanya dua lapis, kami hanya diminta membuat satu lapis. Jadi, hasil pengukuran kecepatan 300 km/jam di Tikungan 10 itu tidak akan menyentuh beton yang jaraknya 180 meter."
"Bahkan, gravel yang dipakai asli Lombok, kami pastikan tak ada batunya yang tajam. Kami memastikan satu per satu. Pebalap pun kalau menyentuh atau kecelakaan di gravel tak akan terluka atau menyobek baju balapnya," tambahnya.
kumparan juga coba memegang gravel di Sirkuit Mandalika. Rasanya memang tidak ada batu-batu yang kelewat tajam, sehingga tak ada sensasi rasa sakit kala menggenggamnya.
Selain soal keamanan, Dorna Sports juga selalu antusias kala mengunjungi Sirkuit Mandalika. Ya, menurut mereka, ini adalah sirkuit yang sangat indah.
"Yang selalu mereka sebutkan kalau datang ke sini adalah 'It's a beautiful circuit (ini adalah sirkuit yang indah)'," tutur Aji.
"Jadi biasanya, kalau para pebalap itu langsung pulang setelah balapan, nantinya para pebalap mungkin akan memperpanjang waktu tinggal karena di Lombok ada banyak destinasi wisata yang perlu dikunjungi untuk liburan."
"Ini menjadi salah satu keuntungan buat masyarakat Lombok karena para pebalap akan membagikannya via unggahan media sosial mereka," imbuhnya.
Sirkuit Mandalika dipastikan bakal menyelenggarakan WSBK dan Asia Talent Cup (ATC) pada November 2021 dan MotoGP pada Maret 2022. Akan tetapi, tak menutup kemungkinan, balapan mobil juga akan tersaji.
"Formula 1 dan juga beberapa event lain sudah ada diskusi. Namun, kami tentu saja harus melakukan banyak pertimbangan terkait logistik, kapasitas, dan situasi pandemi," terang Aji.
"Kami akan lihat ke depannya dan terus berdiskusi dengan pihak ajang internasional. Kami sekarang sudah ada ajang lain motor dan mobil yang telah memasuki diskusi tahap final untuk diselenggarakan di sirkuit. Jadi, jangka panjangnya sirkuit siap untuk balapan motor dan mobil internasional," jelasnya.
Namun, ketahuilah juga bahwa Sirkuit Mandalika tidak akan hanya menjadi tempat untuk balapan motor dan mobil. MGPA berusaha menciptakan dua citra untuk fungsi yang berbeda: "Mandalika GP Series" untuk acara-acara balapan dan "Mandalika Experiences" untuk acara-acara di luar balapan.
"Jadi, kami sangat terbuka dan bisa mengakomodir kalau ada yang mau bikin acara marathon, sepedaan, atau mungkin acara musik di tengah sirkuit, atau apa pun," ujar Aji.
"Sebab memang, tujuan utama sirkuit ini dibangun adalah menciptakan multiplier effect agar masyarakat Lombok bisa terus merasakan impaknya dan berkembang bersama. Jadi, jangan sampai tak ada kegiatan apa-apa selain balapan," tegasnya.
Beberapa waktu lalu, Wakil Menteri BUMN II, Pahala Mansury, menyebut bahwa pemerintah akan mendorong diadakannya ajang olahraga internasional lainnya di Sirkuit Mandalika. Salah satunya kejuaraan bola basket FIBA Cup. Aji menerangkan bahwa itu bukan mustahil.
"Memungkinkan sekali karena kami memiliki lahan sangat besar. Untuk detailnya belum dibicarakan secara khusus, tetapi kami siap andai mau dibangun lapangan temporer atau apa pun bisa banget. Bahkan, kami pernah diskusi dengan salah satu event gulat untuk kemungkinan membangun ring di area infield sirkuit," tuturnya.
Sisi krusial dari hadirnya sirkuit bertaraf internasional dalam sebuah negara bukan cuma soal akan adanya wisatawan atau menjadi hiburan bagi masyarakat setempat. Sirkuit Mandalika juga nantinya harus bisa menjadi tempat pembibitan pebalap muda.
Mari melihat kepada negara tetangga. Malaysia telah menjadikan Sepang International Circuit (SIC) sebagai tempat pelatihan pebalap nasional mereka. Bahkan, nama tim yang menaungi Valentino Rossi di MotoGP 2021 adalah Petronas SIC Racing Team (nama lainnya Sepang Racing Team).
Malaysia telah berkembang pesat sejauh itu, Indonesia baru akan mulai. MGPA mengaku bahwa Pertamina Mandalika International Street Circuit telah siap untuk mengikuti jejak 'Negeri Jiran'.
"Salah satu tujuan lain dibangunnya sirkuit adalah mengembangkan bibit-bibit balap di Indonesia. Namun, kami juga sangat menghormati teman-teman dari Sentul, mereka adalah founding father otomotif di Indonesia," jelas Aji.
"Sirkuit Mandalika ini bisa menjadi tempat para anak muda berlatih dan kami akan berkoordinasi intensif dengan IMI (Ikatan Motor Indonesia) sebagai partner kami selaku regulator balap Indonesia. Kami siap support program-program ke depan. Pebalap NTB yang menang emas di PON juga mungkin bisa latihan di Mandalika," ucapnya.
Pebalap NTB yang meraih emas di PON Papua lalu adalah Aldiaz Aqsal Ismaya dan Nyoman Rajendra Shanti Pala. Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, juga mengamini Sirkuit Mandalika menjadi tempat pembibitan pebalap muda.
"Dari dulu, pebalap NTB punya tradisi di balap motor, contohnya motocrosser Johnny Pranata. Orang sini hobi ngebut-ngebut, sehingga mau tak mau, dengan sendirinya, pembibitan dan sekolah motor akan berjalan," kata Zulkieflimansyah kepada kumparan.
"Akan jadi obsesi. Anak muda di sini kan juga suka pacuan kuda, sudah biasa kecepatan tinggi, tinggal ganti tunggangannya," lanjutnya.
Bahkan, ia memberi bocoran bahwa VR46 Riders Academy juga rencananya akan dibangun di area dekat sana. Untuk itu, ia mengaku akan terus membicarakannya dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).
"Nanti Valentino Rossi akan bangun akademi di Mandalika juga. Soal kapannya, mungkin segera ya, lebih cepat akan lebih bagus. Dengan begitu, bisa dibayangkan, animonya akan besar sekali," tutur Zulkieflimansyah.

