kumparan
search-gray
Bola & Sports3 Juni 2020 12:58

Meski Pebalap atau Staf Tim Terinfeksi Corona, Formula 1 2020 Tetap Berlanjut

Konten Redaksi kumparan
CVR, F1 GP China
Suasana Grand Prix Formula 1 China 2019. Foto: Reuters/Amy Song
Sekali maju pantang mundur, begitulah pola pikir yang diterpakan Formula 1 (F1) saat ini. Mereka menegaskan akan tetap melanjutkan musim balapan 2020 meski ada tim yang mundur karena pebalap atau stafnya terkena virus corona.
ADVERTISEMENT
Formla 1 baru saja mengumumkan jadwal balapan terbaru untuk 2020. Sejauh ini baru ada delapan seri yang semuanya terpusat di Eropa. Untuk seri perdana rencananya bergulir di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, pada 3-5 Juli.
Agar ajang berlangsung aman, Formula 1 sudah menyusun lima protokol keselamatan seperti pengurangan jumlah personel di garasi hingga social distancing. Hal ini dilakukan atas dasar kasus batalnya GP Australia setelah staf tim McLaren terjangkit COVID-19.
Protokol itu memang tak menjamin penuh keamanan saat balapan. Namun, CEO Formula 1, Chase Carey, menegaskan balapan tak dihentikan meski ada pebalap jatuh sakit atau tim mengundurkan diri.
"Seseorang yang ditemukan positif terinfeksi virus tidak akan menyebabkan pembatalan balapan. Kami mendorong semua tim untuk memiliki prosedur. Jadi, saat seseorang harus dikarantina, kami akan mengkarantinanya di sebuah hotel," kata Carey dilansir situs resmi Formula 1.
ADVERTISEMENT
"Konteks 'bagaimana jika' terlalu melebar untuk dibicarakan, tetapi yang jelas jika ada tim yang tak bisa berlomba, tak akan membatalkan balapan."
"Kami punya prosedur di mana jika menemukan seseorang yang terinfeksi, tidak akan menyebabkan pembatalan balapan. Jika seorang pebalap terinfeksi, tim akan menyediakan pebalap cadangan," jelasnya.
GP Inggris
Para pebalap lepas dari garis start di Formula 1 GP Inggris. Foto: REUTERS/John Sibley
Formula 1 memang baru mengumumkan delapan jadwal balapan. Namun, mereka masih optimistis bisa menggelar 15-18 seri di musim 2020. Carey menegaskan Formula 1 tak akan berani mengambil langkah ini jika tak memiliki prosedur keselamatan.
Bahrain, Vietnam, China, Azerbaijan, Kanada, Singapura, Rusia, Jepang, Amerika Serikat, Meksiko, Brasil, dan Uni Emirat Arab sampai sejauh ini belum menyatakan mundur.
"Kami tak akan maju jika tak memiliki kepercayaan diri bahwa kami bisa menjalankan prosedur yang diperlukan untuk menyediakan lingkungan yang aman dan mengelola masalah apa pun yang akan datang," ujarnya.
ADVERTISEMENT
"Kami akan melakukan tes sebelum balapan dan akan ada tes setiap dua hari. Kami menyadari ada kemungkinan untuk terkena virus corona sehingga kami sudah siap menanganinya dengan tepat," pungkas Carey.
===
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white