kumparan

MotoGP Jerman: Misi Rossi Memutus Tren Negatif

Valentino Rossi
Valentino Rossi jadi runner-up GP Amerika Serikat 2019. Foto: Dok. Yamaha MotoGP
MotoGP Belanda 2019 bukan seri yang menyenangkan buat Valentino Rossi. Sosok berusia 40 tahun itu menjadi satu-satunya pengemudi motor Yamaha yang gagal menunjukkan penampilan ciamik di Sirkuit Assen.
ADVERTISEMENT
Sejak rangkaian latihan bebas, Rossi tak mampu menempati barisan atas dengan hanya meraih posisi ke-12, 9, dan ke-14. Rapor minor berlanjut ke babak kualifikasi sehingga penggawa Monster Energy Yamaha itu mesti start dari posisi 14.
Kendati Rossi tampil apik dengan naik tiga baris di putaran keempat balapan, petaka datang saat ia hendak menyalip Takaaki Nakagami di tikungan kedelapan. Motornya kehilangan keseimbangan sehingga menghantam Nakagami dan membuat kedua pebalap terlempar ke gravel.
Rossi pun tak bisa melanjutkan balapan yang membuatnya gagal finis dalam tiga balapan beruntun--sebelumnya ia terjatuh di Italia dan Catalunya. Padahal, Maverick Vinales akhirnya mampu meraih kemenangan dan Fabio Quartararo sukses naik podium ketiga.
Kembali tak meraih poin juga membuat Rossi turun ke peringkat lima klasemen pebalap dan tertinggal 88 poin dari Marc Marquez yang ada di posisi pertama. Meski begitu, Rossi, tentu saja, tak akan mengibarkan bendera putih.
ADVERTISEMENT
Pada seri selanjutnya di Jerman, The Doctor optimistis bisa memutus rangkaian kegagalan. Untuk jadi lebih kompetitif, pemilik nomor balap 46 itu bakal menggunakan setelan motor yang sama seperti saat pemanasan GP Belanda.
“Ini bukan periode yang positif bagi kami. Akhir dari balapan di Assen benar-benar sangat disayangkan karena saya merasa dalam performa bagus setelah sesi pemanasan. Saya bisa cepat di sesi itu, tapi malah berakhir dengan raihan nol poin lagi,” kata Rossi dilansir Crash.
“Hal baiknya adalah sekarang kita akan langsung balapan di Sirkuit Sachsenring sehingga kami bisa segera mempersiapkan diri untuk rangkaian balapan di akhir pekan nanti,” tambahnya.
Valentino Rossi
Masa depan pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, di MotoGP terus menjadi topik pembicaraan. Foto: twitter/yamahamotogp
Menggunakan setelan motor seperti pemanasan di Assen sebetulnya patut dipertanyakan karena catatan waktu Rossi tak lebih baik ketimbang latihan bebas. Ambil contoh perbandingan dengan FP3 di mana ia sukses menorehkan waktu 1 menit 33,279 detik, sedangkan saat pemanasan 1 menit 34,793 detik.
ADVERTISEMENT
Namun, jika progres performa motor yang jadi patokan, pilihan Rossi menggunakan setelan saat itu terbilang masuk akal. Saat insiden crash dengan Nakagami di lap keempat, Rossi ada di posisi tiga sebagai pencetak waktu satu putaran tercepat (1 menit 34,039 detik) di bawah Vinales dan Marquez.
“Penting untuk dipahami bahwa perubahan yang dilakukan sebelum memulai balapan di Belanda juga akan positif untuk digunakan di Sachsenring akhir pekan ini. Kami akan mencoba tampil lebih kompetitif sejak awal pada hari Jumat (saat latihan bebas),” tegas Rossi.
Kans Rossi untuk bangkit di lintasan sepanjang 3,7 kilometer ini sebetulnya cukup terbuka jika menilik hasil musim lalu. Ketika itu, si pemilik sembilan gelar juara dunia tersebut finis kedua di belakang Marquez.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan