kumparan
15 Oktober 2018 17:20

Mundur dari Denmark dan Prancis, Rian Kejar Poin di India dan Korea

Fajar/Rian
Fajar/Rian di final Asian Games 2018. (Foto: ANTARA/INASGOC/Nafielah Mahmudah)
Tak ada yang bisa memprediksi jalan cerita alias nasib seseorang. Pun bagi Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, yang batal tampil di Denmark Terbuka 2018 meski sudah menempuh jarak 10.973 kilometer dari Jakarta ke Odense, kota tempat turnamen digelar.
ADVERTISEMENT
Bukan cedera yang jadi pangkalnya. Mundurnya Fajar/Rian dari turnamen BWF World Tour Super 750 itu sendiri karena alasan personal Fajar. Atlet asal Bandung itu harus pulang ke Tanah Air, Senin (15/10/2018) malam waktu setempat, usai mendengar kabar buruk bahwa ada anggota keluarga yang sakit.
Sejatinya, Fajar/Rian bakal melakoni babak pertama --sekaligus debutnya di Denmark Terbuka-- melawan Liao Min Chun/Su Ching Heng (Taiwan), pada Selasa (16/10) di Odense Sports Park.
Sesuai aturan bagi pemain Top 10 di Super 750 dan 1000, maka tinggallah Rian yang seorang diri harus berada di Odense, lanjut hingga Prancis Terbuka, untuk melapor ke referee turnamen.
Meski tak bertanding, Rian mengatakan tak akan tinggal diam selama di Odense. Dari tribune, ia akan tetap pasang mata terhadap lawan dan memantau setiap pertandingan.
ADVERTISEMENT
"Pastinya tidak ada yang mau sakit, memang kebetulan pas pertandingan jadi tidak ada pilihan lain (mundur). Saya tidak masalah (tidak kecewa, red) karena memang ini hal urgent," ujar Rian dari Odense kepada kumparanSPORT, Senin (15/10/2018).
Apalagi, dengan absennya Fajar/Rian di Denmark dan Prancis Terbuka 2018, tempat mereka menuju BWF World Tour Finals 2018 bisa tergeser.
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di babak kedua Jepang Terbuka
Muhammad Rian Ardianto (kiri) dan Fajar Alfian (kanan) di babak kedua Jepang Terbuka 2018, Kamis (13/9). (Foto: Dok: Humas PBSI)
Saat ini, dari total poin yang diikuti Fajar/Rian selama mengikuti tur BWF, ganda peringkat delapan itu berada di posisi enam. Syarat ke World Tour Finals, yang musim ini dihelat di China, adalah akumulasi poin hingga posisi delapan.
Untuk menambah perolehan poinnya juga mengantisipasi posisinya disalip oleh lawan, ia dan Fajar dijadwalkan mengikuti Syed Modi International Badminton Championships dan Korea Masters, akhir November mendatang.
ADVERTISEMENT
"Betul, karena sudah hilang juga kesempatan tampil di dua pertandingan (Denmark dan Prancis). Di Korea sendiri sudah dijadwalkan sebagai poin cadangan. Tapi sekarang harus main juga di India," kata Rian menyoal agenda baru berkunjung Lucknow, India, 20-25 November 2018.
Adapun, Rian sendiri mengaku tidak tahu detail anggota keluarga Fajar yang tengah sakit. Saat dihubungi kumparanSPORT, Rian berujar belum bertemu langsung dengan Fajar dan hanya berkomunikasi via chat.
Terpisah, pelatih kepala ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, ikut mengonfirmasi mundurnya Fajar/Rian dari Denmark dan Prancis Terbuka 2018. "Kami ikut di Korea dan India untuk menguber poin supaya masuk ke World Tour Finals," kata Koh Herry --sapaan akrab Herry IP.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan