kumparan
2 Januari 2019 9:24

Nadal: Tak Adil jika Saya Bicara tentang Cedera Melulu

Rafael Nadal
Nadal pada laga kontra Schwartzman. (Foto: Reuters/Gonzalo Fuentes)
Rafael Nadal memasuki 2019 dengan harapan tak muluk-muluk: tetap sehat, bahagia, dan bisa bermain tenis selama mungkin.
ADVERTISEMENT
Harapan ini tidak berlebihan karena sepanjang kariernya Nadal memang berkali-kali dihantam cedera. Contohnya apa yang menimpanya pada Australia Terbuka 2018. Di babak perempat final yang mempertemukannya dengan Marin Cilic, Nadal memutuskan untuk mundur.
Singkat cerita, laga itu sudah berjalan selama empat set. Pada set pertama, Nadal menang 6-3, di set kedua Cilic membalas dengan skor sama. Pada set ketiga, Nadal menang tie-break 7-6, tapi di set keempat Cilic kembali unggul 6-2.
Nah, saat hendak memasuki set kelima, untuk kesekian kalinya fisioterapis menghampiri Nadal. Set kelima memang sempat berlangsung, tapi tepat saat Cilic unggul 2-0, Nadal menyerah. Cedera yang bolak-balik datang sejak 2016 menghajarnya di Melbourne Park.
"Saya merasa memiliki musim yang pendek, tapi bagus. Saya benar-benar percaya bahwa saya dapat terus bermain tenis. Saya pun merasa bahwa kondisi fisik saya tidak bertambah buruk setiap tahunnya. Tapi, kadang cedera itu memang datang, misalnya di Australia Terbuka tahun lalu. Dan saya juga mengalami masalah pada lutut di AS Terbuka," ujar Nadal, mengutip laman resmi Australia Terbuka.
ADVERTISEMENT
Rafael Nadal
Ekspresi kemenangan Nadal. (Foto: REUTERS/Toby Melville)
"Sebenarnya cedera ini bukan hal baru. Tapi, kalau sampai harus melewatkan turnamen-turnamen penting seperti di Australia dan Brisbane, AS Terbuka dan Indian Wells, Miami Terbuka dan Acapulco--tentu akan jadi beban yang berat buat saya. Hanya, saya memang masih bisa menikmati serangkaian momen fantastis di sepanjang karier," ucap peraih 17 gelar Grand Slam di nomor tunggal putra ini.
Walau masih dihantui cedera, musim 2018 Nadal tidak berlangsung dengan buruk. Mundur di Australia Terbuka, Nadal menjadi juara di Prancis Terbuka usai mengalahkan Dominic Thiem tiga set langsung 6–4, 6–3, 6–2.
Di dua seri Grand Slam terakhir, Wimbledon dan AS Terbuka, Nadal memang tak merengkuh trofi--tapi ia masih bisa mendulang gelar di beberapa kompetisi lain. Sebut saja Monte-Carlo Masters, Barcelona Terbuka, Italia Terbuka, dan Kanada Terbuka.
ADVERTISEMENT
"Jadi, akan tidak adil kalau saya hanya bicara soal cedera. Saya memiliki kesempatan untuk menciptakan kebahagiaan, banyak peluang untuk bermain di depan penonton terbaik dan mencapai lebih dari apa yang saya mimpikan. Saya tidak mau melangkah mundur. Saya ingin maju. Dan bagi saya, hal terpenting supaya saya dapat melangkah adalah dengan tetap bugar," jelas Nadal.
Musim kompetisi 2019 dimulai. Ia memberikan ruang bagi setiap petarung lapangan tenis untuk bertanding merebut gelar. Serupa dengan petenis lainnya, langkah Nadal tak tertebak--tak peduli sudah sebanyak apa gelar yang ia segel, tak ada urusan dengan setinggi apa poin yang sudah ia kumpulkan.
Kompetisi dan pertandingan adalah dua elemen yang memperanakkan kemenangan dan kekalahan, kejutan dan kelaziman. Di antara keempatnya entah yang mana yang bakal berkawan dengan Nadal.
ADVERTISEMENT
***
Seri pertama kompetisi Grand Slam 2019, Australia Terbuka 2019, akan digelar di Melbourne Park--Melbourne, Australia--pada 14 Januari hingga 27 Januari 2019.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan