kumparan
14 Februari 2020 8:43

Pahlawan Piala Uber, Tati Sumirah, Meninggal Dunia

Shuttlecock
Ilustrasi bulu tangkis. Foto: Getty Images
Dunia bulu tangkis Tanah Air berduka. Salah satu pahlawan penentu kemenangan Indonesia di Piala Uber 1975, Tati Sumirah, berpulang pada Kamis, 13 Februari 2020 pukul 22.30 WIB.
ADVERTISEMENT
Almarhumah meninggal setelah sembilan hari dirawat di ICU RSUP Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur. Tati meninggal dunia dalam usia 68 tahun akibat kadar gula darah yang tinggi dan masalah pada paru-paru.
Kabar duka ini didapat dari Reza Aditya Pratama, keponakan Tati yang terus mendampingi sejak pertama kali dirawat di rumah sakit.
"Berita duka, telah meninggal dunia Ibu Tati Sumirah pada hari ini, Kamis, 13 Februari 2020 jam 22.30. Mohon dibukakan pintu maaf segala dosa-dosanya dan semoga arwahnya husnul khatimah," tutur Reza, dikutip dari rilis PB Tangkas.
Sejak masuk rumah sakit, Selasa (4/2), kondisi Tati memang kritis. Hingga berpulang, Tati dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Pemakaman akan dilakukan pada Jumat (14/2) setelah salat Jumat di TPU Kemiri Utan Kayu, Rawamangun, Jakarta Timur. Berangkat dari rumah duka Jl. H Djubris RT 10 RW 08 No. 52 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Tati Sumirah
Tati Sumirah, atlet legendaris bulu tangkis peraih Uber Cup tahun 1975. Foto: Facebook/tati sumirah
"Kita merasa sangat kehilangan atas meninggalnya Tati Sumirah. Dia tidak saja pahlawan bagi klub Tangkas, tetapi juga untuk bulu tangkis Indonesia. Berkat dedikasinya, Indonesia pertama kali bisa merebut Piala Uber tahun 1975," tutur Juniarto Suhandinata, Wakil Ketua PB Tangkas Jakarta.
ADVERTISEMENT
Meninggalnya Tati membawa ingatan Juniarto ke tahun 1966, tahun perdana Tati tercatat sebagai pemain PB Tangkas. Juniarto ingat betul segigih apa Tati berlatih. Baginya, setiap hari adalah hari baik untuk berlatih. Bulu tangkis menjadi elemen penting dalam hidup Tati.
Daya dan usahanya tidak sia-sia. Tati berhasil mempersembahkan Piala Uber buat Indonesia pada 1975. Dia menjadi satu-satunya pemain tunggal putri yang mempersembahkan angka kemenangan buat Tim Putri Indonesia.
Partai puncak Piala Uber kala itu digelar di Istora Senayan, Jakarta, 6 Juni 1975. Skuat Indonesia mengeklaim gelar juara lewat kemenangan 5-2 atas Jepang.
Tati tampil sebagai pembeda dengan mengalahkan Atsuko Tokuda, 11-5 dan 11-2. Tunggal putri Indonesia lainnya, Theresia Widiastuti, kalah 7-11 dan 1-11 dari Hiroe Yuki. Pun demikian dengan Utama Dewi yang kalah 5-11 dan 3-11 dari Noriko Nakayama.
ADVERTISEMENT
Kabar baik bagi suporter Indonesia kala itu tak hanya soal kemenangan Tati. Indonesia tampil impresif di nomor ganda.
Mulai dari Regina Masli/Minarni Sudaryanto, Imelda Wigoena/Theresia Widiastuti, Regina/Minarni, dan Imelda/Theresia, berhasil merengkuh kemenangan.
"Semangat juang, dedikasi tanpa pamrih, dan totalitas Tati untuk kejayaan prestasi bulu tangkis Indonesia layak menjadi teladan dan sumber inspirasi bagi para pemain bulu tangkis Indonesia saat ini," tambah Juniarto.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan