kumparan
12 November 2018 16:23

Pelatih Bicara di Balik Turunnya Performa Fajar/Rian

Fajar/Rian
Ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, di babak pertama Fuzhou China Terbuka 2018. (Foto: Dok. PBSI)
Senin, 15 Oktober 2018, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) merilis informasi bahwa Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mundur dari Denmark Terbuka 2018. Mengejutkan, sebab peraih perak nomor perorangan Asian Games 2018 itu sudah berada di Odense, kota tempat turnamen digelar.
ADVERTISEMENT
"[...] dikarenakan Fajar harus kembali ke Indonesia karena ada keluarganya yang sakit," begitu pernyataan resmi PBSI kepada seluruh awak media.
Tak hanya di Denmark, Fajar/Rian juga terpaksa absen di Prancis Terbuka. Fajar kembali ke Tanah Air, meninggalkan Rian yang tetap bertahan hingga ke Prancis untuk menghindari denda.
Maka, banyak yang begitu antusias menyambut Fuzhou China Terbuka 2018 pekan lalu. Sayangnya, pertandingan Fajar/Rian di babak pertama, Selasa (6/11), sekaligus menjadi kemunculan terakhir mereka di turnamen itu.
Ganda peringkat 10 dunia ini kalah dua gim langsung dengan skor 18-21 dan 19-21 dari wakil Taiwan, Liao Min Chun/Su Ching Heng. Absen di dua tur Eropa disinyalir menjadi alasannya.
Selain itu, menurut Herry Iman Pierngadi, pelatih kepala ganda putra PBSI, setelah Denmark dan Prancis Terbuka, Fajar mengalami masalah dengan kebugarannya. Karena Fajar belum sepenuhnya fit, Koh Herry —begitu Herry IP akrab disapa— tidak kaget dengan hasil buruk kekalahan babak pertama di Fuzhou China Terbuka 2018. Dari segi persiapan, dengan tegas dia menyebut bahwa Fajar/Rian tidak layak bertanding.
ADVERTISEMENT
"Mereka wajib tampil, kalau tidak (tampil) denda. Itu problem mereka. Ini bukan alasan, tapi real keadaan. Saya tanya Aryono (Aryono Miranat— asisten pelatih, red) bagaimana tenaganya, dijawab masih belum balik. Selama beberapa minggu (kondisi Fajar) drop dan panas, itulah risikonya," ungkap Koh Herry saat dihubungi kumparanSPORT, Senin (12/11)..
Setelah tersandung di Fuzhou, Fajar/Rian berikutnya dijadwalkan mengikuti Hong Kong Terbuka 2018, turnamen Super 500 yang dibuka Selasa (13/11). Di Hong Kong Coliseum, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov (Rusia) akan menjadi rintangan pertama Fajar/Rian.
Koh Herry pribadi tidak menaruh ekspektasi tinggi, karena berdasarkan pengalamannya, butuh waktu bagi Fajar/Rian untuk mengembalikan kondisi terbaiknya. "Kalau tidak (bagus), biarkan start (kembali) Januari tahun depan," katanya bijak.
Fajar/Rian
Fajar (kiri) dan Rian (kanan) dengan medali perak Asian Games 2018. (Foto: ANTARA FOTO/INASGOC/Nafielah Mahmudah)
ADVERTISEMENT
Dari Jakarta, Koh Herry pun tidak pernah luput memantau perkembangan Fajar/Rian dengan memberikan program latihan dan dipantau Aryono Miranat, asisten pelatih, yang menemani skuat ganda putra di tur Eropa dan Asia.
"Dari sini juga saya WhatsApp dia (Fajar/Rian), beri beberapa program yang harus dijalani. Akan tetapi, latihan pun terbatas lapangan. Setiap negara bergantian, jadi pintar mereka atur kondisi tubuh, 'kan ada gym juga di hotel," imbuh Koh Herry.
"Antisipasi lawan Rusia di Hong Kong, Fajar/Rian harus pegang kendali serang. Andalan Ivanov/Sozonov 'kan menyerang, smes keras. Otomatis Fajar/Rian pola main no lob (tidak angkat) harus lebih banyak atau dikombinasikan dengan penguasaan penempatan bola di depan. Ini pola terbaik," ujarnya mengakhiri.
Selain Fajar/Rian, skuat ganda putra di Hong Kong Terbuka 2018 disokong kekuatan penuh dengan hadirnya ganda kawakan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Berry Angriawan/Hardianto, Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso, serta juara Fuzhou China Terbuka 2018 sekaligus ganda terbaik dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan