kumparan
29 Jul 2019 8:18 WIB

Pesan Liliyana Natsir untuk Peserta Audisi Beasiswa PB Djarum

Liliyana Natsir menyampaikan salam perpisahan di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Tamu istimewa hadir di depan para peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 yang memadati GOR KONI, Bandung, (28/7/2019). Di depan bocah-bocah yang tengah merajut asa itu, Liliyana Natsir sang legenda bulu tangkis Tanah Air memberikan beberapa petuah.
ADVERTISEMENT
Tugas Butet--begitu Liliyana kerap kali disapa--sebenarnya adalah sebagai bagian dari tim pemandu bakat PB Djarum selama proses audisi berlangsung.
Namun, mengingat sederet prestasinya sebagai peraih medali emas Olimpiade 2016, ditambah ia merupakan anggota termuda dari tim pemandu bakat PB Djarum, maka Liliyana yang ditunjuk memberikan pesan kepada peserta audisi.
Memasuki pukul 18:30 WIB, Liliyana memasuki panggung tempatnya berbicara. Kedatangannya disambut oleh tepuk tangan dan sorak sorai dari para peserta yang hadir. Maklum, bagi mereka barang kali, Liliyana adalah sosok yang idolakan.
Saat itu, Liliyana didampingi oleh Yuni Kartika, yang juga seorang legenda bulu tangkis Indonesia. Liliyana lantas memutar jauh memorinya puluhan tahun ke belakang saat memulai langkah sebagai pebulu tangkis.
ADVERTISEMENT
"Seperti adik-adik di sini yang mungkin datang jauh dari luar kota, Kak Butet dulu umur 12 tahun pisah sama orang tua untuk merantau ke Jakarta. Anak sekarang mungkin sudah lebih mengerti. Namun, dulu, anak 12 tahun itu nggak tahu apa-apa," kenang Liliyana.
"Kebetulan Kak Butet itu anak terakhir. Makan biasanya diatur, susu dibuatkan, vitamin disediakan. Setelah itu, apa-apa harus sendiri" tuturnya menambahkan.
Liliyana Natsir menjadi tamu istimewa di hapadan para peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 di Bandung. Foto: Ganesha Arif/kumparan
Tujuan sosok berusia 33 tahun itu mengisahkan awal kiprahnya di bulu tangkis jelas bukan untuk menakut-nakuti anak-anak tersebut. Sebaliknya, ia berharap anak-anak itu termotivasi dan mau meniru kisah hidupnya.
"Saya berharap adik-adik di sini punya tekad dan semangat seperti Kak Butet. Pisah dari orang tua juga harus bertanggung jawab. Nanti mungkin adik-adik di sini ada yang lolos dan masuk asrama di Kudus. Nah, adik-adik harus memanfaatkan itu."
ADVERTISEMENT
"Adik-adik harus berlatih keras, bertanggung jawab, dan disiplin. Kalau bisa melakukan itu, tidak menutup kemungkinan kalian akan menjadi penerus kebanggan Indonesia," ucap Liliyana.
Menariknya, Liliyana tak hanya memberikan nasihat kepada peserta audisi, tetapi juga kepada orang tua dari anak-anak tersebut.
"Orang tua tetap harus mendampingi, mengingatkan, dan membimbing. Di umur sekecil ini, anak-anak itu masih butuh bimbingan orang tua."
Disiplin dan tanggung jawab jelas menjadi modal utama sosok yang dulu pernah berpasangan dengan Tontowi Ahmad itu untuk sukses. Berkat dua hal tersebut, Liliyana mampu meraih kesuksesan di ranah bulu tangkis.
Lilyana Natsir, legenda PB Djarum pada Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis di GOR KONI, Bandung. Foto: Dok. PB Djarum
Kendati begitu, ia mengisahkan bahwa kehidupan atlet tak lepas dari kegagalan. Bagi para peserta audisi, bentuk kegagalan yang paling dekat adalah tak berhasilnya mereka terpilih sebagai atlet PB Djarum.
ADVERTISEMENT
Liliyana lantas mengingatkan bahwa seorang atlet tak boleh mudah patah arang. Ia meminta anak-anak, yang nantinya merasakan kegagalan itu, untuk tak berhenti mencoba hingga keberhasilan digapai.
"Yang belum beruntung ke Kudus (asrama PB Djarum, red), kalian tidak gagal total. Namanya olahraga, ada menang, ada kalah, ada gagal. Kalian punya kesempatan tahun depan untuk mencoba lagi. Gunakan jenjang waktu itu untuk memperbaiki diri. Kalian masih muda, jadi jangan patah semangat," tutup Liliyana.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan