kumparan

Prancis Terbuka: Wozniacki Kuasai Laga, Svitolina Terdepak

Caroline Wozniacki
Caroline Wozniacki di babak ketiga Roland Garros. (Foto: REUTERS/Gonzalo Fuentes)
Kemenangan dalam dua set langsung di babak ketiga Prancis Terbuka 2018 menjadi milik petenis peringkat kedua dunia, Caroline Wozniacki. Berhadapan dengan petenis veteran asal Prancis, Pauline Parmentier, Wozniacki merebut kemenangan dengan skor 6-0, 6-3, pada Jumat (1/6/2018) di Roland Garros Stadium.
ADVERTISEMENT
Melihat rekor pertemuan keduanya, Wozniacki unggul. Dalam empat pertemuan terakhir, tiga kemenangan berhasil direngkuh oleh juara Australia Terbuka 2018 ini. Sementara, satu kemenangan berhasil diraih Parmentier di babak perempat final Istanbul Cup 2018.
Tak hanya menang di laga melawan Wozniacki, petenis berusia 32 tahun ini juga menjadi juara di Istanbul. Raihan ini menjadi gelar juara kompetisi WTA pertama Parmentier dalam 10 tahun terakhir.
Sayangnya, cerlang itu tak muncul di Roland Garros. Makin disesalkan, karena Parmentier menjadi salah satu petenis yang mewakili tuan rumah Prancis. Jika diibaratkan dengan sepak bola, maka permainan Wozniacki membuktikan bahwa ia benar-benar menguasai ruang di laga ini.
Fleksibilitas, pergerakan, dan daya tahan menjadi modal utama bagi Wozniacki untuk mengeksploitasi setiap jengkal lapangan. Ia cenderung mengirimkan bola ke segala sudut dan mematikan langkah Parmentier dengan groundstroke yang mengarah ke dekat net.
ADVERTISEMENT
Menghadapi pola permainan Wozniacki, Parmentier tak berkutik. Di awal set pertama, pukulan-pukulan backhand-nya dapat dengan mudah dikembalikan oleh Wozniacki. Di laga set pertama, Parmentier bahkan melakukan 13 unforced error, bandingkan dengan Wozniacki yang hanya membuat 4 unforced error. Set pertama pun ditutup dengan kekalahan tanpa poin Parmentier. Bagel!
Set kedua membawa secercah harapan bagi Parmentier lewat keberhasilannya memenangi reli 22 shots. Yang menyenangkan, reli ini dimenanginya dengan gaya, lewat winner yang dilesakkan dengan pukulan forehand.
Setelahnya, Parmentier menuai break point pertama di pertandingan ini. Sayangnya, performa ini hanya sekejap. Servis kencang Wozniacki untuk sementara menunda keunggulan Parmentier. Gim pertama kembali dimenangi oleh Wozniacki.
Laga sempat dihentikan karena hujan saat kedudukan 2-0 untuk keunggulan Wozniacki. Seharusnya, waktu jeda ini bisa digunakan oleh Parmentier untuk mengembalikan tenaga dan memikirkan strategi mencuri keunggulan.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, justru Wozniacki yang tambah gemilang. Pukulan backhand melebar yang diikuti dengan dropshot menjadi kombinasi cerdas untuk merebut angka pertama setelah jeda.
Yang menghantui Parmentier saat ini bukan hanya kekalahan, tapi juga double bagel (bagel ditunjukkan dengan skor 6-0, lawan menutup set dengan kekalahan tanpa kemenangan satu gim pun -red). Beruntung, Parmentier masih dapat memenangi tiga gim di laga ini.
Poin demi poin tetap berhasil dikantongi Wozniacki. Pada umumnya, ia memanfaatkan kesalahan-kesalahan lawan. Pukulan forehand masih menjadi andalan Wozniacki di laga ini. Lantas, skor 6-2 menjadi penanda bahwa tiket babak keempat menjadi milik Wozniacki.
Babak ketiga Roland Garros 2018 untuk nomor tunggal putri ini juga membidani lahirnya kejutan khas kompetisi Grand Slam. Elina Svitolina yang memasuki turnamen sebagai unggulan keempat kalah dalam pertandingan dua set melawan unggulan ke-31, Mihaela Buzarnescu.
Mihaela Buzarnescu
Buzarnescu di babak ketiga Roland Garros. (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)
Catatan statistik laga menunjukkan bahwa pertandingan ini memang menjadi milik Buzarnescu. Secara keseluruhan, petenis kidal asal Rumania ini berhasil membukukan 31 winner (berbanding dengan raihan 11 winner Svitolina). Uniknya, Buzarnescu tidak menampilkan permainan 'bersih'. Bila ditotal, ia membuat 38 unforced error, berbanding dengan 29 unforced error milik Svitolina.
ADVERTISEMENT
Buzarnescu membuktikan bahwa terkadang kemenangan tak punya urusan dengan rekam jejak dan peringkat. Dengan cepat ia memimpin kedudukan 2-1. Svitolina pada dasarnya punya kesempatan untuk menyamakan kedudukan menjadi 3-3 saat ia tertinggal 2-3.
Namun, permainan efektif Buzarnescu membuatnya berhasil mempertahankan keunggulan. Pukulan forehand-nya menjadi senjata utama untuk mendulang poin. Lesakan ace-nya bahkan berhasil mengantarkannya pada keunggulan 5-3. Skor 6-3 di akhir set pertama menjadi modal berharga bagi Buzarnescu untuk menumbuhkan asa mengakhiri pertandingan dengan kemenagan dalam dua set langsung.
Set kedua berjalan lebih sengit. Permainan Svitolina membuatnya mengantarkannya pada keunggulan sementara 2-1. Namun, Buzarnescu merebut permainan dengan segera. Pukulan menyilang yang dikirimkan lewat forehand-nya membuatnya berhasil mencetak poin penyama kedudukan. Untuk sementara, skor imbang 2-2.
ADVERTISEMENT
Svitolina tak menyerah. Petenis asal Ukraina ini bahkan berhasil mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Angin segar mulai berembus pada Svitolina. Kegagalan Buzarnescu mengembalikan servisnya menghadiahi Svitolina dengan keunggulan 5-4.
Sayangnya, keunggulan ini tak bertahan lama. Svitolina menyia-nyiakan peluang dengan dropshot yang justru hanya membentur net. Itu belum ditambah dengan pukulan forehand-nya yang gagal dan membuat kedudukan kembali imbang 5-5.
Upaya Svitolina untuk memenangi set kedua tak berhasil. Kesalahan pukulan backhand yang dilesakkan Svitolina pada akhirnya mengantarkan Buzarnescu pada kemenangan 7-5. Kemenangan ini menjadi begitu penting dan bersejarah bagi petenis berusia 30 tahun ini. Sebabnya, ini menjadi kali pertama ia memenangi laga melawan petenis peringkat lima besar.
"Saya tidak bisa memahami permainannya (Buzarnescu -red) karena ia bangkit dengan begitu cepat. Saya tidak bisa menemukan ritme permainan saya di pertandingan ini, saya tidak bisa bertarung. Saya kewalahan dan dia benar-benar menampilkan permainan brilian. Ia pantas untuk memenangi laga ini," ungkap Svitolina dalam wawancara seusai laga.
ADVERTISEMENT
Selain Buzarnescu dan Wozniacki, kemenangan babak ketiga juga menjadi milik Daria Kasatkina (unggulan 14), Madison Keys (unggulan 13), Yulia Putintseva (non-unggulan), dan Barbora Strycova (unggulan 26). Sepuluh pertandingan babak ketiga untuk nomor tunggal putri digelar pada Sabtu (2/6/2018).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan