kumparan
12 Apr 2019 13:36 WIB

Selamat Balapan ke-1.000, Formula 1!

Promosi Haas Team jelang balapan F1 ke-1000 di GP China 2019. Foto: Dok. Haas F1 Team
Salah satu turnamen olahraga paling bergengsi di dunia, Formula 1 (F1), bakal menggelar balapan ke-1.000 bertepatan GP China 2019 yang berlangsung pada 14 April mendatang.
ADVERTISEMENT
Ya, memang sudah 'setua itu'. Para pelakon di ajang balap mobil serba-wah ini tentu tak ingin melewatkan euforia balapan ke-1.000.
Ada banyak cara untuk mengucapkan selamat, di antaranya mengeluarkan helm edisi khusus, menyebar poster, menempelkan stiker khusus di mobil balap, maupun getol bercuit di media sosial.
Atau, tengoklah cara Lewis Hamilton (Mercedes) meresponsnya. Dengan sikap cuek khasnya, juara dunia asal Inggris ini mengaku tidak peduli dengan perayaan balap F1 ke-1.000.
"Bukan saya yang berulang tahun, bukan saya yang merayakan hari jadi tahunan. Ini (GP China) tak berbeda dengan balapan lain. Saya di sini untuk melakukan pekerjaan saya yaitu menang," kata Hamilton dilansir ESPN. Cool indeed.
Well, cara lain untuk merayakan balap F1 ke-1.000 adalah menengok sejarahnya, untuk mengingat kehebatannya.
ADVERTISEMENT
Jejak Pertama: Dari Turin, Resmi di Silverstone
Balapan F1 yang merupakan bagian dari agenda Kejuaraan Dunia Federation Internationale de l'Automobile (FIA) pertama digelar di Sirkuit Silverstone, Inggris, pada 1950.
Seperti dikutip dari Crash, GP China 2019 sendiri berhak untuk menyandang predikat harum semerbak sebagai balapan ke-1.000 F1. Penyebabnya, agenda balap di luar kejuaraan tidak masuk hitungan, contohnya Kejuaraan Brands Hatch pada 1983.
Jadi, seri GP China sejatinya bukan murni GP ke-1.000 bagi F1. Akar sejarah F1 pun harus dihitung mundur dari Silverstone 1950. Kali pertama regulasinya muncul adalah tahun 1947, yang gagasannya dimulai di GP Turin 1946 yang boleh disebut sebagai balapan F1 pertama.
Mudahnya, seperti yang dilansir situsweb resmi Formula 1, GP China menjadi balap ke-1.000 terhitung sejak GP Silverstone 1950. Toh, berbagai ajang lain, ada untuk menyokong satu tujuan perkembangan balap mobil di dunia hingga ribuan seri lainnya.
ADVERTISEMENT
"Saat ini, kita bahkan tidak tahu akan seperti apa balapan pada 2021. Tapi, saya kira akan selalu ada balap mobil, ini adalah olahraga yang hebat," seperti itu pernyataan Boss Tim Haas, Guenther Steiner, kepada ESPN, soal perayaan balap ke-1.000 F1.
Video
Top 10 Tim Terhebat Selama 1.000 Balapan F1
Para penggemar tentu punya pilihan tersendiri menyoal tim balap F1 terhebat. Karena sudah setua masa 1.000 balap, sejarah tim-tim F1 lebih dari sekadar trio Mercedes-Ferrari-Red Bull.
Ya, dalam video yang diunggah akun Youtube resmi Formula 1, mereka merilis 10 tim dengan kemenangan terbanyak sepanjang sejarah 1.000 balap F1. Pertama, ada Benetton yang menang 27 kali sejak 1986 hingga 2001.
Berikutnya, Tyrell menyusul dengan catatan 33 kemenangan medio 1968-1998. Mengisi posisi kedelapan, ada Brabham yang menang 35 kali sepanjang periode 1962-1992.
ADVERTISEMENT
Berturut-turut di peringkat tujuh hingga yang terbaik adalah:
7. Renault (35 kemenangan, 1977-1985, 2002-2011, 2016-sekarang)
6. Red Bull (59 kemenangan, 2005-sekarang)
5. Lotus (74 kemenangan, 1958-1994)
4. Mercedes (89 kemenangan, 1954-1955, 2010-sekarang)
3. Williams (114 kemenangan, 1977-sekarang)
2. McLaren (182 kemenangan, 1966-sekarang)
1. Ferrari (234 kemenangan, 1950-sekarang).
Video
Top 10 F1 Rekor yang (Mungkin) Tak Terpecahkan
Sepanjang gelaran balap jet darat paling prestisius sejak 1950 ini, Formula 1 punya berbagai catatan menarik dalam rapornya.
Masih disadur dari unggahan video resmi di Youtube Formula 1, berikut kumparanSPORT merangkum Top 10 catatan yang hingga saat ini belum tergantikan, atau mungkin akan selalu hidup dengan statusnya sebagai rekor.
10.Penalti Tercepat
6 detik: Sebastian Vettel pada 2006
ADVERTISEMENT
9.Kecelakaan Beruntun Terbanyak
18: Andrea de Cesaris, 1985-1986
8.Pitstop Terbanyak oleh Pemenang
6: Jenson Button pada 2011
7.Persentase Podium Terbanyak Sepanjang Musim
100 persen: Michael Schumacher pada 2002
6.Selisih Kemenangan Terbesar
5 menit 12,75 detik: Stirling Moss yang menang pada 1958
5.Finis Paling Sepi
3 pebalap: GP Monaco 1996
4.Kemenangan dengan Catatan Waktu Paling Mepet
0,01 detik: GP Italia 1971
3.Juara Dunia Tanpa Pole Position
Niki Lauda pada GP 1984 dan Denny Hulme pada GP 1967
2.Pole SitterKembar
0,000 detik: European GP 1997 (Michael Schumacher dan Frentzen, sama-sama punya waktu 1 menit 21,072 detik)
1.Juara Dunia Tertua
46 tahun: Juan Manuel Fangio pada 1957
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan