kumparan
7 November 2018 13:02

'Seorang Diri' di Fuzhou, Greysia/Apriyani Siap Bobol Dominasi Jepang

Greysia/Apriyani
Penampilan Greysia Polii/Apriyani Rahayu di semifinal China Terbuka 2018. (Foto: Dok. PBSI)
Dua kali ke semifinal di dua tur BWF Eropa, yakni Denmark dan Prancis Terbuka, dua kali juga Greysia Polii/Apriyani Rahayu kalah dari wakil ganda putri Jepang.
ADVERTISEMENT
Skuat Negeri Sakura itu punya lima nama di peringkat Top 10 ganda putri. Tak aneh jika mulai semifinal, setidaknya ada dua wakil Jepang tersisa yang siap menghadap siapa pun yang lolos juga ke empat besar itu.
Greysia/Apriyani yang menjadi korban solidnya performa Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dan kawan-kawan sampai mengaku geregetan. "[...] kalah dengan wakil Jepang ada apa sebenarnya?" kata Greysia yang kini rasa frustrasinya terhadap wakil-wakil Jepang sudah berganti menjadi ironi ke diri sendiri.
Apriyani pun sama, dia hanya bisa menertawakan diri sendiri karena sepanjang musim 2018 selalu kalah dari pertemuan melawan wakil Jepang kecuali di All England (kalah dari wakil Bulgaria).
Kini, Greysia/Apriyani melancong ke Fuzhou untuk berlaga di Fuzhou China Terbuka 2018. Di babak pertama, ganda putri peringkat lima dunia ini mendapat bye. Siapa lawan di babak kedua akan menungguh hasil pertandingan Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong (Korea Selatan) dan Chen Lu/Xu Ya (China).
ADVERTISEMENT
Selama tampil di Haixia Olympic Sports Center pun, Greysia/Apriyani 'seorang diri' akan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor ganda putri. Wakil dari Jepang, yang sukses menundukkan mereka enam kali berturut-turut, sudah jaminan akan menjadi rintangan ke final.
"Kekalahan enam kali berturut-turut dari pasangan Jepang tidak mudah buat kami. Memang tidak nyaman, untuk lewati mereka (pasangan Jepang) mau tidak mau harus capek," kata Greysia dalam keterangan resminya di laman PBSI.
Enam kekalahan beruntun itu didapat setelah meraih gelar di Thailand Terbuka Juli lalu. Di Kejuaraan Dunia BWF akhir Juli, Greysia/Apriyani kalah dari Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara di semifinal.
Di nomor perorangan Asian Games pada Agustus, giliran Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi yang menyingkirkan mereka. Di Jepang, tuan rumah sekaligus ganda terbaik Fukushima/Hirota yang menjadi penghalang Greysia/Apriyani ke final.
ADVERTISEMENT
Greysia Polii/Apriyani (bukan cover)
Apriyani (kiri) dan Greysia (kanan) di Asian Games 2018. (Foto: ANTARA FOTO/INASGOC/Puspa Perwitasari)
Di China Terbuka Super 1000 September lalu, kembali Matsutomo/Takahashi yang menang. Pun di Denmark, Fukushima/Hirota masih sulit dikalahkan. Teranyar di Prancis akhir Oktober, Greysia/Apriyani keok di empat besar lawan Matsumoto/Nagahara.
Menatap Fuzhou China Terbuka 2018 Super 750 di depan mata, Greysia/Apriyani berpeluang hadapi Matsutomo/Takahashi di babak semifinal. Namun, jika di perempat final lebih dulu lolos ujian lawan —lagi, lagi, dan lagi— pasangan dari Jepang, Naoko Fukuman/Kurumi Yonao.
"Dari segi pikiran, ini sangat melelahkan. Kami bersyukur tampil konsisten di empat besar, hasilnya tidak bagus banget memang. Kami kesal juga sebenarnya, kalah lagi di semifinal dari pasangan Jepang. Kami mau meningkatkan performa secara mental dan fisik supaya bisa tembus ke final," tegas Greysia.
ADVERTISEMENT
Adapun, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengirimkan 13 wakil ke Fuzhou China Terbuka 2018. Di babak pertama hari pertama, Selasa (6/11), dari enam wakil hanya Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Tontowi Ahmad/Lliliyana Natsir yang lolos.
Greysia/Apriyani akan menunggu enam wakil lainnya yang bertanding di hari kedua, Rabu (7/11), untuk sama-sama berjuang di babak kedua yang akan berlangsung Kamis (8/11).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan