kumparan
2 Apr 2019 14:25 WIB

Tentang Jorge Lorenzo yang Belum Juga Berpendar di Honda

Pebalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, tak ingin memasang target tinggi pada MotoGP Argentina 2019. Foto: twitter/motogp
Belum ada hasil positif yang diraih oleh Jorge Lorenzo semenjak bergabung dengan Tim Repsol Honda. Setelah finis di posisi ke-13 pada MotoGP Qatar, pebalap asal Spanyol ini cuma menempati urutan ke-12 pada seri kedua di Argentina, Senin (1/4/2019) dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
Menyoal kegagalannya di Sirkuit Autodormo Termas de Rio Hondo, Lorenzo punya penjelasan. Menurut pemegang tiga titel juara MotoGP ini, temperatur sirkuit yang terlalu panas bikin lintasan lebih licin dan menganggu setelan motor RC213V-nya.
Lorenzo pun memulai balapan dengan tidak mulus. Ia tak sengaja menekan pit limiter sehingga posisinya turun --awalnya start dari posisi 12, Lorenzo turun ke posisi 21. Sempat mengejar, ia mengalami kontak dengan Karel Abraham di tikungan ketujuh pada lap pertama sehingga terlempar ke posisi 20.
"Ini tidak bisa dipercaya. Di Qatar saya bermasalah dengan kopling, di sini saya bermasalah dengan pit limiter, sepertinya saya tidak sengaja menekannya. Saya ingatnya ingin menekan prosedur start, tetapi tiba-tiba kecepatan menurun drastis dan saya tidak tahu masalahnya apa," kata Lorenzo dilansir Crash.
ADVERTISEMENT
"Balapan ini sangat sulit untuk memperbaiki posisi. Juga daya cengkeraman sangat buruk setelah balapan Moto2 karena kondisi lintasan semakin panas. Ini seperti mimpi buruk. Saya beruntung karena Mavrick Vinales dan Franco Morbidelli mengalami kecelakaan dan posisi saya naik untuk mendapat poin tambahan," tutur pria kelahiran Mallorca ini.
Ya, Lorenzo bisa saja tak mendapat poin di seri kedua jika Vinales tak terjatuh di lap kedua dan Morbidelli empat putaran berselang. Dengan tambahan 4 poin dari GP Argentina, Lorenzo saat ini berada di posisi ke-13 klasemen sementara MotoGP 2019. Ia berjarak 32 poin dari rekan setimnya di Repsol Honda, Marc Marquez, yang ada di pucuk tabel.
Jorge Lorenzo saat melakoni sesi latihan bebas di GP Qatar. Foto: REUTERS/Ibraheem Al Omari
Kendati belum jua menuai hasil apik saat memutuskan pindah dari Ducati ke Honda, Lorenzo optimistis bisa segera memutus tren negatif. Dari sudut pandangnya, dua balapan awal yang berhasil dilewati hingga garis finis adalah pertanda bagus.
ADVERTISEMENT
"Namun, saya sangat kecewa karena ketika Anda berada di kondisi yang buruk, Anda akan mendapat lebih banyak masalah. Semoga saja, di balapan selanjutnya hal-hal seperti ini tak akan terjadi lagi, ini aneh, hal-hal yang tidak beruntung," ucap Lorenzo.
"Saya sebetulnya bisa lebih cepat 0,3-0,5 detik saat pemanasan dibandingkan kualifikasi. Tetapi, saat balapan dengan kondisi yang lebih panas, ada masalah yang saya sendir tak percaya bisa terjadi. Ini memang terlihat seperti mencari alasan, tetapi hal ini memang tak bisa dipercaya malah terjadi."
"Satu-satunya hal baik bagi kami adalah menyelesaikan balapan. Di Qatar kami finis ke-13, di sini kami ada di posisi 12. Memang posisinya buruk, tetapi kami perlu melihat ke depan, melupakan masa lalu, dan saya yakin cepat atau lambat kami akan lebih beruntung," kata Lorenzo.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan