kumparan
6 Juni 2018 12:01

3 Desainer Fashion yang Bunuh Diri dalam Beberapa Tahun Terakhir

Desainer Fashion yang Bunuh Diri (Foto: Instagram @misterbunnykins @ardenci.life @lwren.scott)
Industri mode dihadapkan dengan berita duka. Desainer tas dan aksesori Kate Spade ditemukan meninggal dunia pada usia 55 tahun di apartemennya di New York, Amerika Serikat, pada Selasa (5/6) pukul 10.10 waktu setempat.
ADVERTISEMENT
Kate Spade—yang kini lebih dikenal sebagai Kate Valentine--diduga meninggal karena bunuh diri menggunakan scarf secara gantung diri.
Kabar duka ini pun sudah dikonfirmasi oleh akun resmi Kate Spade di Instagram.
Loading Instagram...
Kate Spade bukan satu-satunya desainer busana yang mengalami kematian tragis akibat bunuh diri.
Dilansir CNN, sejak 2010, terdapat dua desainer lainnya yang bunuh diri dengan cara yang mirip. Simak ulasannya:
1. Alexander McQueen - 2010
Alexander McQueen (Foto: Instagram @004couture)
Desainer terkenal asal Inggris ini bunuh diri menggunakan belt dengan cara gantung diri di lemari apartemennya di London, Inggris pada Februari 2010.
Dilansir Standard, Alexander meninggalkan sebuah pesan di balik bukunya yang berisikan: “Aku meminta maaf.. Tolong jaga anjingku.. Maaf.. Aku cinta kamu.. Lee.”
ADVERTISEMENT
Pria kelahiran 1969 ini diketahui memiliki sejarah panjang melawan depresi, menyakiti diri sendiri, dan insomnia.
Bunuh diri tersebut ia lakukan sembilan hari setelah kematian sang ibu. Alexander sempat menyiratkan perasaan betapa sedihnya ia di akun Twitter-nya.
“Alexander merasa tertekan dengan pekerjaannya, namun di waktu yang sama, Ia merasa itu adalah satu-satunya bidang dalam hidupnya saat ia merasa telah mencapai sesuatu,” papar dr. Stephen Pereira, psikiater.
Pemilik nama asli Lee Alexander McQueen ini berhasil mengharumkan namanya. Terlahir sebagai putra seorang supir taksi, ia memulai kariernya dengan belajar di sebuah perusahaan pembuat suits untuk Pangeran Charles.
Kini, label yang menyandang namanya 'Alexander McQueen' dijalankan di bawah perusahaan besar fashion, Kering, dengan desainer Inggris Sarah Burton yang menjadi creative director-nya.
ADVERTISEMENT
2. L’Wren Scott - 2014
L'Wren Scott (Foto: Instagram @lwren.scott)
L’Wren ditemukan tewas di apartemennya di New York, Amerika Serikat, pada Maret 2014. Ia merenggut nyawanya sendiri dengan gantung diri menggunakan scarf pada gagang pintu.
Sang desainer yang juga mantan model ini telah mendesain pakaian untuk sejumlah selebriti terkenal, seperti Madonna.
Ia juga sempat menjadi stylist untuk penyanyi Mick Jagger selama bertahun-tahun, dan membuat banyak busana untuk penampilannya di Rolling Stones’ 50th Anniversary Tour.
Ciri khas dalam rancangannya adalah bersiluet seksi dan feminin. Ciri khas tersebut memiliki sebutan tersendiri yang dibuat oleh para penggemarnya, yaitu ‘L’Wrenisms.’
3. Kate Spade - 2018
Kate Spade (Foto: Instagram @mariageorges1)
Kate ditemukan tewas bunuh diri dengan cara yang mirip dengan L’Wren Scott. Merenggut nyawa diri sendiri menggunakan scarf yang digantungkan pada gagang pintu.
ADVERTISEMENT
Kate dan suaminya pertama kali mendirikan brand Kate Spade New York pada 1990an. Berbeda dengan brand aksesori lainnya pada masa itu yang berkiblat dengan gaya Eropa, aksesori yang didesainnya justru ditujukan untuk perempuan New York yang modern dan dinamis.
Model tasnya yang feminin, harganya yang masih terjangkau, material tas yang digunakan menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi Kate Spade New York. Bahkan saat pertama kali membuka toko di Broome Street pada 1990an silam, tas Kate Spade langsung dijual versi tiruanya.
Namun, pada 1999, pasangan suami-istri tersebut menjual 56 persen sahamnya. Selama hampir satu dekade, Kate Spade berhenti sejenak dari dunia fashion dan menekuni bidang filantropis. Sedangkan suaminya mendirikan agensi iklan serta lini busana tidur Sleepy Jones.
ADVERTISEMENT
------------------------------------------
Jika Anda membutuhkan informasi terkait depresi atau ingin berbicara tentang isu kesehatan mental lainnya, Anda dapat menghubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat, atau mengontak komunitas 'Into the light' untuk mendapat pendampingan di situs https://intothelightid.wordpress.com/
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan