kumparan
2 Jan 2019 12:03 WIB

Ad Diriyah E-Prix, Pembawa Perubahan Besar bagi Perempuan Arab Saudi

Perempuan Arab Saudi yang Mendapat Kesempatan untuk Mengikuti Test di Formula E. (Foto: @aseel.alhamad/ Instagram)
Beberapa tahun belakangan ini banyak sekali perubahan yang terjadi di Arab Saudi, terutama bagi para perempuan. Larangan bagi perempuan untuk duduk di kafe bersama laki-laki, larangan mengemudi, atau menghadiri acara olahraga kini sudah tidak berlaku lagi di negara kerajaan itu.
ADVERTISEMENT
Perubahan tersebut terjadi berkat andil besar dari Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, lewat Visi 2030 yang ia jalankan selama masa pemerintahannya. Visi 2030 merupakan sebuah tujuan untuk membuat Arab Saudi memiliki masa depan yang lebih modern, ramah turis, membuka peluang ekonomi yang tidak melibatkan bisnis perminyakan, menjadi negara Islam yang lebih toleran, dan meningkatkan persentase perempuan dalam industri kerja negara dari 22 persen menjadi 30 persen.
Perempuan diizinkan masuk stadion di Arab Saudi (Foto: Reuters/Faisal Al Nasser)
Oleh karena itu, sejak tahun 2018 perempuan dan laki-laki diperbolehkan untuk menikmati konser dan menonton film di bioskop dalam waktu bersamaan. Selain itu, perempuan juga diizinkan menonton pertandingan olahraga di beberapa stadium. Bahkan pada bulan November 2018 lalu, Arab Saudi telah mengeluarkan undang-undang yang menangani kasus pelecehan seksual.
ADVERTISEMENT
Namun bagi para perempuan Arab, puncak dari kebebasan yang benar-benar mereka rasakan adalah hadirnya Ad Diriyah E-Prix, festival pertama di Arab Saudi yang menggabungkan antara motorsport, musik, dan budaya.
Acara ini menjadi spesial bagi perempuan Arab Saudi karena untuk pertama kalinya mereka bisa bersenang-senang di festival besar yang juga dihadiri oleh laki-laki. Sebelumnya, perempuan Arab tidak diperbolehkan menghadiri acara serupa karena negara tersebut menjunjung tinggi nilai-nilai Islam yang tidak mengizinkan laki-laki dan perempuan melakukan interaksi langsung di ruang publik.
Highlight dari festival tersebut adalah beberapa pembalap perempuan, termasuk Emirati Amna Al Qubaisi, pembalap perempuan berusia 18 tahun, turut berpartisipasi dalam sesi uji di pertandingan balap Formula E.
“Acara yang sudah ditunggu-tunggu oleh banyak orang ini membuktikan bahwa perempuan dan laki-laki diperbolehkan untuk mewujudkan passion mereka. Ad Diriyah E-Prix juga menjadi bukti dukungan terhadap pemberdayaan dan fokus pada komunitas,” tutur Aseel Al-Hamad, member perempuan pertama dari Saudi Arabian Motorsport Federation seperti dilansir dari Vogue Arabia.
ADVERTISEMENT
Ad Diriyah E-Prix dinilai membawa dampak besar pada perempuan karena sebelumnya para perempuan Arab tidak diperbolehkan untuk menghadiri acara atau melakukan kegiatan yang melibatkan laki-laki. Momen ini juga menjadi penting karena sebelumnya perempuan Arab Saudi bahkan tidak boleh mengemudi. Dalam dunia pendidikan, mereka bahkan hanya diizinkan mengikuti kelas lewat tayangan monitor jika profesornya seorang laki-laki.
Acara yang bisa dihadiri oleh laki-laki dan perempuan ini dianggap sebagai sesuatu yang normal. Apalagi jika mereka yang hadir dapat menghormati satu sama lain seperti nilai-nilai dasar yang dijunjung oleh masyarakat Arab Saudi.
Selain itu, Ad Diriyah E-Prix juga menjadi saksi sejarah di mana para turis mancanegara diizinkan menghadiri festival itu menggunakan fasilitas visa turis. Sistem visa baru bernama Sharek itu diluncurkan dengan tujuan memperkuat sektor pariwisata ke Arab Saudi saat ada gelaran acara serupa.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan