Woman28 Mei 2018 17:01

Bincang Karier: Maria Anggriani, CEO This Is April

Konten Redaksi kumparan
Bincang Karier: Maria Anggriani, CEO This Is April (315421)
Maria Anggriani (Foto: Maria Anggriani)
Anda yang sering berbelanja online mungkin tak asing lagi dengan label bernama This Is April. Banyak dipopulerkan oleh para fashion dan beauty influencer tanah air, label lokal yang satu ini awalnya adalah web based store yang berdiri sejak 2012 silam.
ADVERTISEMENT
Enam tahun berselang, This Is April berkomitmen untuk berekspansi lebih besar dengan membuka gerai offline. Hingga kini, ada sekitar 50 toko yang tersebar di seluruh Indonesia.
Di balik kesuksesannya, ada sosok perempuan yang memiliki peranan penting dalam menjalankan This Is April. Ia adalah Maria Anggriani, CEO dan Founder This Is April.
Bincang Karier: Maria Anggriani, CEO This Is April (315422)
Maria Anggriani dan tim This Is April (Foto: Intan Kemala Sari/kumparan)
Beberapa waktu lalu, kumparanSTYLE sempat berbincang dengan Maria mengenai perjalanannya membangun label ini hingga cerita ekspansi bisnisnya ke luar negeri. Seperti apa kisahnya? Simak wawancaranya berikut ini:
This Is April berdiri sejak 2012. Apa yang pertama kali Anda pikirkan hingga tercetus ide membuat label busana ini?
Saya sering ikut suami ke luar negeri dan melihat busana-busana di sana cukup modis. Sementara para tahun 2012 itu, saya lihat Jakarta belum semodis saat ini. Akhirnya saya coba membuat konsep desain yang saya lihat di luar negeri, saya tuangkan menjadi desain sendiri. Saya juga desainnya otodidak.
ADVERTISEMENT
Sejak akhir 2011 sudah ada ide dan konsep. Saya sudah tahu desain dan koleksinya mau seperti apa, dan saya juga tidak membuat banyak desain. Setelah itu, saya langsung mencari web developer dan sudah merencanakan bahwa koleksi ini akan muncul di bulan April. Saya sempat terpikir beberapa nama, tapi kebetulan saya dan anak saya lahir di bulan April, jadi dari situlah ide This Is April muncul.
Bagaimana respons yang didapat saat pertama kali membuka web store?
Awal membuka toko online, target yang diharapkan jujur sangat jauh dari ekspektasi. Pada 2012 belum banyak orang belanja online, apalagi belanja baju karena mereka masih ingin pegang barangnya, lihat langsung dan dicoba dulu.
Akhirnya saya ikut bazaar. Responsnya baik dan sering kehabisan barang. Dari situ saya pikir, produk dan koleksi saya bisa diterima orang-orang, tapi bagaimana caranya agar ada lebih banyak orang yang kenal This Is April.
ADVERTISEMENT
Dan saya pikir ini harus jalan secara paralel. Jadi saya buka toko pertama di Mall Ambassador. Customer yang datang adalah mereka yang dulu pernah belanja jadi sudah tahu ukurannya. Dari situ mulai banyak traffic di web store.
Apa saja tantangan yang sering dihadapi selama membesarkan This Is April?
Setiap minggu kami harus mengeluarkan 30 desain. Tantangannya adalah bagaimana to stay true to our design. Misalnya, saya suka bajunya tapi ternyata tidak nyaman saat dipakai. Atau, warnanya bagus tapi ternyata tidak sedang tren. Jadi harus selalu keluarkan sesuatu yang baru dan tidak bisa sama terus.
Kami sadar customer kami lumayan loyal. Bahkan SPG bilang kalau bisa jangan 30 tapi 40 desain. Tim kami juga harus selalu rajin mengganti koleksi yang dIdisplay paling depan karena customer aware mana koleksi baru, mana koleksi lama.
ADVERTISEMENT
Sudah ada 50 toko di Indonesia, apa alasannya berekspansi ke Malaysia? Mengapa tidak fokus di Indonesia saja?
Sebenarnya kami fokus di Indonesia juga. Kami ada di beberapa kota di Indonesia bahkan di Kupang, Ambon, Palu, Gorontalo juga ada. Sayangnya, Papua dan NTB belum ada.
Dan kami juga sebagai company ada tantangan untuk terus berkembang lagi. Menurut saya, kalau H&M yang datang dari luar negeri bisa buka toko di Indonesia, mengapa This Is April yang dari Indonesia tidak bisa buka toko di negara lain?
Video
Berapa lama proses yang dibutuhkan untuk membuka toko di Malaysia?
Cukup lama, hampir satu tahun. Mulai dari development hingga buka toko. Tim business development kami harus bolak-balik Indonesia Malaysia untuk mengurus perizinan dan segala macamnya.
ADVERTISEMENT
Mengingat Malaysia lebih konservatif dalam berbusana, apakah koleksi yang dibawa ke Malaysia berbeda dengan koleksi di Indonesia?
Sama. Secara kultur tidak berbeda, dan ukuran tubuh juga masih sama. Karena konsep kami mix and match dan layering, baju kami bisa dibuat lebih tertutup dengan padanan busana yang tepat.
This Is April baru saja merilis koleksi Lebaran. Bisa diceritakan konsepnya?
Busana kami memiliki konsep everyday wear. Khusus untuk koleksi Lebaran, ada pilihan dari sisi warna. Warn-warna pastel seperti nude, dusty, dan pink, di mix and match dengan warna-warna basic hitam, putih, abu-abu. Secara styling, bisa dipakai layering, jadi satu baju bisa dipakai ke segala acara. Untuk Lebaran ini kami juga keluarkan dress tangan panjang, jadi tinggal pakai celana atau legging saja.
ADVERTISEMENT
Dari harga sendiri cukup terjangkau. Mulai dari Rp 209 ribu hingga Rp 259 ribu dengan ukuran all size. Untuk ukuran plus size, kami masih mempertimbangkannya karena kami setiap minggu harus update model baru.
Selain busana, This Is April juga merilis lipstik. Apa yang membuat Anda dan tim bermain di industri kosmetik?
It's something new for our team. Kayanya kalau baju sudah biasa, tantangannya sudah biasa. Kami ingin mengembangkan sesuatu yang baru. Jadi banyak orang yang terlibat dalam pembuatan lipstik ini, hampir seluruh karyawan di perusahaan kami. Semua perempuan diharuskan coba formulanya.
Dan kami juga ingin mengedukasi orang-orang bahwa cantik tidak melulu wajah. Maka kami menggandeng beberapa perempuan berkarakter yang mewakili kepribadiannya, di antaranya ada Lala Karmela, Marischka Prudence dan fotografer Nicole Patricia. Mereka semua representing satu karakter seperti independent, creative, fearless, compasionate, dan lain-lain.
Bincang Karier: Maria Anggriani, CEO This Is April (315423)
Koleksi Ramadhan This Is April (Foto: Dok. This Is April)
Selain lipstik, kira-kira adakah produk kosmetik terbaru yang akan dirilis?
ADVERTISEMENT
Kami rilis lipstik bulan April lalu, jadi masih baru banget. Produk baru, we are talking about it. Kita mau growing something later on this year. Sejauh ini responnya oke, tetapi produk kedua masih digodok.
Terakhir, apa rencana ke depan yang akan Anda lakukan dalam mengembangkan This Is April?
Sebenarnya Malaysia adalah pilot project kami, dan responsnya cukup bisa diterima. Ini yang membuat tim kami senang dan sedang proses untuk membuka toko kedua di Malaysia. Kami juga on progress buka toko di Singapura dan Vietnam.
Simak cerita perempuan inspiratif lainnya di topik sheinspiresme.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white