kumparan
Woman31 Agustus 2018 16:16

Cerita Rinaldy Yunardi saat Proses Desain Kostum Penari Asian Games

Konten Redaksi kumparan
Rinaldy Yunardi
Rinaldy Yunardi (Foto: Dok. Rinaldy Yunardi)
Tentunya, Anda masih ingat betapa megah dan keceriaan pembukaan perhelatan Asian Games 2018 yang berlangsung pada 18 Agustus lalu.
ADVERTISEMENT
Di balik gegap gempita perayaannya, kerlap-kerlip lampu, kemegahan set yang diciptakan, serta lautan serasi kostum-kostum menawan para penari, terdapat tangan-tangan dan pemikiran kreatif yang berperan besar dalam kesuksesan acara tersebut. Salah satunya, desainer Rinaldy Yunardi.
Kepada kumparanSTYLE, desainer yang kerap disapa Koh Yung ini, menceritakan pengalaman dan kesannya saat turut menjadi bagian dari acara besar untuk Indonesia tersebut.
“Itu suatu pengalaman dan tantangan bagi saya. Sebuah waktu di mana saya harus turned down ego saya sebagai desainer,” papar Rinaldy A Yunardi di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat, pada Rabu (29/8) lalu.
Rinaldy yang terbiasa bekerja bersama model-model, harus menerima tantangan dan pembelajaran baru berkat ragam penari yang menjadi ‘rekan kerjanya’ di Asian Games ini.
ADVERTISEMENT
“Kalau model (biasanya) pakai kostum ya tinggal jalan lurus. Nah untuk penari, saya harus pikirkan, apakah nanti dia mudah untuk bergerak ke sana ke mari, apakah mereka bisa bergerak secara leluasa. Jadi saya ditantang untuk menemukan teknik-teknik agar tetap membuatnya terlihat indah,” tambahnya.
Tari Saman di Opening Ceremony Asian Games 2018
Tari Saman di Opening Ceremony Asian Games 2018 (Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha)
Ia mengaku, ini menjadi pelajaran dan pengalaman berharga bagi dirinya yang sudah berkecimpung di industri mode selama puluhan tahun. Di Asian Games 2018, Rinaldy Yunardi harus mendesain 55 kostum dengan total 1500 penari.
“(Dengan) ragam bentuk tubuh para penari, saya harus menciptakan paduan yang serasi ketika mereka berkumpul. Harus indah di lihat dari dekat, dan dari jauh,” papar desainer yang karyanya sering dipakai selebriti kelas dunia seperti Madonna dan Beyonce ini.
ADVERTISEMENT
Rinaldy membutuhkan waktu lima hingga enam bulan untuk proses pematangan desain-desainnya. Ia pun sangat berterima kasih karena mendapatkan dukungan, serta kepercayaan besar dari rekan timnya.
Perwakilan SMA Islam Dian Didaktika Depok yang jadi penari  Ratoh Jaroe pada pembukaan Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno
Perwakilan SMA Islam Dian Didaktika Depok yang jadi penari Ratoh Jaroe pada pembukaan Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno (Foto: Dok: Ayasha Waznah Hamidi)
“Mas Tama (Wishnutama, Creative Director Opening Ceremony Asian Games 2018) itu pemimpin yang hebat. Ia sepenuhnya percaya kepada saya, apa yang saya desain, beliau persilakan. Karena dia tahu saya punya konsep,” kata Rinaldy.
Tak hanya itu, meski Rinaldy membawakan kostum-kostum dari daerah, untuk urusan material, ia tak ingin produksi sendiri. Semuanya berasal dari daerah masing-masing.
“Saya ingin teman-teman yang di daerah yang produksi baju-baju ini supaya mereka bisa ikut merasakan ‘partisipasi’ di pembukaan Asian Games, lewat kain yang mereka buat. Seperti, ‘itu kain yang kita tenun’ atau ‘itu kain yang kita batikin’ seperti itu,” tutup desainer Rinaldy Yunardi.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan