kumparan
7 Maret 2018 10:24

Demi Jadi Selebgram, Perempuan ini Berutang hingga Rp 143 Juta

Lissette Calveiro
Lissette Calveiro (Foto: Lissette Calveiro)
Seiring berjalannya waktu, tren semakin berubah. Jika belasan tahun lalu banyak anak yang akan menjadikan dokter, guru, dan astronot sebagai cita-citanya, lain halnya kini.
ADVERTISEMENT
Sekarang, bisa dikatakan bahwa Youtuber, selebgram, vlogger, dan blogger merupakan cita-cita yang diimpikan banyak orang.
Banyak yang berlomba-lomba eksis di media sosial untuk menggaet followers dan jadi terkenal. Besarnya jumlah follower dan likes jadi tolok ukur kepopuleran di media sosial. Makin tinggi jumlahnya, makin besar pula jangkauan atau pengaruh yang kamu miliki.
Semakin populer kamu, maka tawaran endorse pun akan datang dengan sendirinya.
Namun untuk bisa memperoleh kepopuleran di Instagram, ada banyak pengorbanan yang harus kamu lakukan. Butuh proses panjang, karena popularitas dan kesuksesan tak datang dalam semalam.
Jadi seorang fashion influencer sukses, contohnya. Kamu harus konsisten untuk berfoto OOTD dengan busana yang stylish dan up to date. Setiap hari, kamu harus rajin mengupdate foto baru yang Instagramable agar dikenal orang. Dan tentunya, butuh modal dan biaya yang tak sedikit untuk bisa tampil modis mengenakan busana yang berbeda setiap hari.
ADVERTISEMENT
Ambisi untuk bisa jadi fashion influencer di Instagram rupanya membuat Lissette Calveiro, selebgram asal New York, melakukan hal yang cukup gila.
Demi tampil modis mengikuti tren di Instagram, perempuan berusia 26 tahun ini rela berutang kartu kredit mencapai USD 10 ribu atau Rp 143 jutaan. Semua uang tersebut digunakan untuk berbelanja dan menjalani gaya hidup mewah untuk diunggah di Instagram miliknya. Duh!
Kepada Peta Pixel, Calveiro berbagi kisah soal obsesi dan perjuangannya keluar dari 'lubang' keterpurukan tersebut.
Calveiro bertutur bahwa ia menghabiskan uang USD 200 atau Rp 2,5 jutaan untuk membeli baju setiap bulannya. Semua demi memperoleh foto yang Instagramable dengan baju atau outfit yang berbeda-beda.
Selain itu, Calveiro juga rajin membeli tas lansiran desainer (sekitar USD 1000 atau Rp 14 jutaan) setiap bulan untuk dipamerkan di Instagram. Jika digabung dengan sepatu, Calveiro bisa menghabiskan dana sekitar USD 31,400 atau Rp 448 juta setahun.
ADVERTISEMENT
Tak melulu benda, Calveiro juga mengeluarkan uang yang tak sedikit untuk melakukan perawatan kecantikan. Mulai dari facial rutin di klinik kecantikan, jadi anggota gym, perawatan gigi, dan masih banyak lagi.
Dan agar sukses bergaya bak sosialita sejati, Calveiro bahkan 'memaksakan diri' untuk berlibur di satu tempat berbeda setiap bulannya. Bahama, Los Angeles, dan Las Vegas jadi tempat favorit Calveiro. Semua demi konten postingan Instagram yang menarik.
Pola hidup tak sehat ini terus dijalaninya, hingga akhirnya Calveiro 'terbentur' dan mulai membuka mata.
"Tak ada yang bicara soal keuangan di Instagram," sesal Calveiro. "Ini sungguh mengkhawatirkan melihat betapa pedulinya perempuan terhadap citra diri. Aku punya banyak kesempatan untuk menabung, aku seharusnya menginvestasikan uang tersebut," ujarnya lagi.
ADVERTISEMENT
Calveiro mulai meninggalkan gaya hidup mewahnya pada akhir 2016 dan mulai menata kondisi keuangannya yang berantakan. Butuh 14 bulan hingga ia mampu melunasi seluruh utangnya.
Selama setahun menekuni gaya hidup mewah, ia mampu meraup follower hingga 18 ribu orang. Namun pada akhirnya, dirinya sadar bahwa kepopuleran di media sosial bukanlah segalanya. Cukup jadi diri sendiri dan jangan memaksakan diri untuk bergaya di luar kemampuan, termasuk kemampuan finansial.
Yang harus diingat, dunia nyata jauh lebih penting dibanding image semu yang kamu bangun di media sosial. Jangan sampai malah terjerat masalah yang seharusnya tak perlu terjadi. Be smart and wise.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan