kumparan
8 Maret 2019 17:55

International Women's Day: Pandangan Laki-laki Soal Kesetaraan Gender

Ilustrasi seorang pria diantara wanita. Foto: Pixabay
Jika berbicara soal kesetaraan gender, Indonesia masih berada di peringkat 85 dari 149 negara dalam data kesenjangan gender World Economic Forum’s Global Gender Gap Index.
ADVERTISEMENT
Melihat indeks tersebut, maka tak heran jika perempuan di Indonesia dan di seluruh dunia bersama-sama membuat gerakan agar mereka mendapatkan kesetaraan yang utuh dan memperoleh hak-haknya.
Pasalnya, hingga saat ini perempuan seringkali dianggap kalah dari laki-laki. Padahal jika diberikan kesempatan, mereka juga bisa melakukan berbagai hal sama dan bahkan lebih baik dari laki-laki.
Hal ini didukung oleh pernyataan Christine Lagarde, Managing Director International Monetary Fund (IMF) yang menyatakan jika ada lebih banyak perempuan di dunia kerja, perekonomian suatu negara bisa meningkat hingga 35 persen. Data tersebut berasal dari hasil riset yang dilakukan oleh IMF.
Selain itu, selama ini isu-isu terkait perempuan masih banyak diperbincangkan di kalangan perempuan saja. Laki-laki tidak terlalu memiliki andil dan bahkan tidak sedikit dari mereka yang belum memahami soal kesetaraan gender.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, pada momen International Women’s Day 2019 ini, kumparan ingin tahu bagaimana pandangan laki-laki tentang kesetaraan gender dan seberapa jauh mereka mengerti, serta peduli dengan isu-isu perempuan.
Kami telah bertanya kepada lima laki-laki yang berasal dari beragam profesi. Diantaranya adalah Heri Kurniawan mahasiswa, Rossi Finza Noor jurnalis olahraga, Kevin Gusnadi pengusaha, Wahyu Krishna karyawan swasta, dan Caesar Rifa karyawan swasta.
Simak tanggapan mereka berikut ini:
Bagaimana perempuan di mata Anda?
Buat saya, posisi perempuan di dalam hidup itu menarik. Dari sudut pandang filosofis, misalnya, banyak frase penting merujuk ke perempuan. Contoh; Mother nature, untuk menggambarkan alam, hingga Motherland dan Ibu Pertiwi sebagai istilah untuk negara tempat seseorang berasal dan Tanah Air. -Rossi Finza Noor
ADVERTISEMENT
Perempuan merupakan sosok yang berperan besar dalam kemajuan bangsa. Kondisi ini terjadi karena awal mula kehidupan manusia dimulai dari pendidikan keluarga di rumah, khususnya oleh sosok ibu. -Kevin Gusnadi
Perempuan di mata saya adalah pejuang. Hidup di negara yang patriarkis namun tetap berupaya menggapai mimpinya dan bersinar. -Caesar Rifa
Bagaimana Anda melihat kesetaraan gender di Indonesia?
Kesetaraan gender pada saat ini sudah mulai muncul dengan banyaknya perempuan-perempuan yang sukses pada bidangnya masing-masing. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya sosok perempuan yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan Indonesia, dan memiliki kedudukan yang penting. Sosok perempuan tersebut diantaranya Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang memiliki kebijakan revolusioner demi kejayaan laut Indonesia, dan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang berhasil menata Kota Surabaya menjadi lebih baik. -Kevin Gusnadi
ADVERTISEMENT
Dalam soal pekerjaan, untuk hal-hal teknis tertentu lelaki dianggap harus mengerjakan. Tetapi lelaki juga merasa iba kalau perempuan yang melakukan hal itu. Bingung deh. -Wahyu Krishna
Sebagai jurnalis olahraga, saya masih melihat kasus di mana pemain sepak bola wanita menerima gaji yang tidak setara dengan pesepak bola pria. -Rossi Finza Noor
Women's March. Foto: David McNew/ AFP
Bagaimana cara Anda mendukung usaha kesetaraan gender?
Usaha yang dilakukan sebagai pribadi yaitu menghargai pandangan dan pencapaian yang dilakukan oleh sahabat maupun rekan kerja dari kalangan perempuan. -Kevin Gusnadi
Saya sudah diajarkan dari kecil dalam lingkungan keluarga dengan cara memperlakukan perempuan tanpa membedakan statusnya. Memenuhi hak dan kewajibannya seperti memberikan ruang kepada teman perempuan untuk berpendapat. -Heri Kurniawan
ADVERTISEMENT
Saya tidak memandang gender dalam urusan membagi kerjaan. Jika seseorang mampu, terlepas dari apa pun gendernya, ia layak mendapatkan tanggung jawab. -Rossi Finza Noor
Apakah perempuan yang lebih hebat membuat Anda merasa minder?
Malah terpacu jadi lebih dari dia. -Wahyu Krishna
Tidak, justru sangat bangga karena perempuan yang selama ini dieluh-elukan hanya bekerja di dapur, sumur dan kasur tetapi bisa turut andil layaknya laki-laki. -Heri Kurniawan
Enggak. Malah sepanjang hidup saya, saya sering bertemu perempuan yang lebih cerdas ketimbang saya. Dan saya senang bertukar pikiran dengan mereka. -Rossi Finza Noor
Saya tidak bisa bermain alat musik, suara saya tidak bagus untuk bernyanyi, tidak hebat dalam berenang, amat kaku bermain basket, dan tidak pandai akademik. Perempuan-perempuan di sekeliling saya adalah mereka yang berprestasi di semua bidang yang saya sebutkan. Tidak ada minder sama sekali. -Caesar Rifa
ADVERTISEMENT
Menurut Anda, apa yang membuat perempuan spesial?
Melahirkan kehidupan. -Wahyu Krishna
Tidak ada perempuan, kehidupan tidak akan bermula. Perempuan adalah sumber kehidupan itu sendiri. -Rossi Finza Noor
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan