kumparan
27 Jun 2017 11:59 WIB

Potret Indahnya Toleransi Beragama

Video
Toleransi, bukanlah sekadar semboyan ataupun imaji.
Ia hadir sejak mula negara ini berdiri, bahkan jika kamu percaya, ia adalah naluri. Tidak ada manusia diciptakan untuk saling membenci sejak lahir karena asal usul, warna kulit, agama, atau perbedaan lainnya.
ADVERTISEMENT
Tuhan menciptakan perbedaan sejak turunnya manusia ke Bumi, dan bukan untuk saling bermusuhan atau menghancurkan. Lalu, apa alasan kita untuk menolak perbedaan?
Jika kamu lupa bahwa toleransi beragama itu nyata dan menyertai perjalanan bangsa Indonesia, maka Idul Fitri kali ini telah mengingatkan kita kembali.
Jatuhnya Idul Fitri pada hari Minggu (25/6), membuat sejumlah gereja memutuskan untuk menunda ibadah paginya: memberi kesempatan umat Muslim untuk melaksanakan salat Id terlebih dulu. Katedral, yang bersebelahan dengan Istiqlal salah satunya.
Di Jatinegara, pemandangan indah terpotret dari atas. Umat Nasrani yang biasa beribadah pagi di Gereja Koinonia menunda ibadah pagi dan mempersilakan umat Islam menjalankan ibadahnya lebih dulu. Pagi di hari Minggu kemarin, ribuan muslim tumpah ruah hingga ke jalan raya yang mengapit gereja untuk melaksanakan salat Id.
ADVERTISEMENT
Di Bandung terdapat Kampung Toleransi, yang terletak di sebuah gang kecil yang memiliki tiga tempat peribadatan dari tiga agama berbeda. Gang Ruhana namanya, terletak di RT 01 RW 02 Kelurahan Paledang, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung. Di dalamnya terdapat gereja, masjid, dan vihara.
Menerima perbedaan menjadi kekuatan yang menjaga persatuan dan kedamaian di gang kecil itu.
Bukankah lebih mudah saling mencintai dan menghormati daripada membenci?
Editor video: Cornelius Bintang
Potret Toleransi Beribadah (Foto: Cornelius Bintang/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan