Tekno & Sains
·
14 Agustus 2020 19:53

7 Fakta Hebat yang Telah Dilakukan Telkomsel untuk Indonesia

Konten ini diproduksi oleh kumparan
7 Fakta Hebat yang Telah Dilakukan Telkomsel untuk Indonesia (54865)
Telkomsel Smart Office di Jakarta. Foto: Jofie Yordan/kumparan
Jaringan telekomunikasi dan internet adalah kebutuhan mutlak di era digital, yang mana itu semua akan terwujud jika ada konektivitas. Salah satu operator seluler yang memainkan peran penting dalam hal konektivitas di Indonesia adalah Telkomsel. Mereka sejak awal punya komitmen kuat memberi layanan berkualitas dan terus memantapkan diri sebagai pemenang.
ADVERTISEMENT
Sejak berdiri pada 1995, Telkomsel adalah yang paling agresif membangun jaringan di berbagai daerah di Indonesia. Tidak terbatas pada kota besar, tetapi juga di daerah terdalam, terluar, dan tertinggal.
Kontribusinya tidak berhenti sampai di situ. Ada sejumlah pencapaian besar yang diberikan Telkomsel di Indonesia dalam hal inovasi, serta dampak langsung yang mereka berikan sebagai perusahaan yang telah bertransformasi menuju digital telco company.

1. Pelopor teknologi telekomunikasi terbaru

Sama seperti industri pada umumnya, penerapan teknologi terbaru menjadi penting untuk telekomunikasi seluler. Tak hanya untuk mengatasi kekurangan teknologi sebelumnya, teknologi terkini juga memungkinkan kita untuk melakukan hal-hal yang tidak terpikirkan sebelumnya.
Untuk persoalan ini, Telkomsel selalu menjadi yang terdepan dalam menyediakan teknologi jaringan mobile teranyar di Indonesia. Mereka tercatat berturut-turut menjadi perusahaan yang mempelopori teknologi jaringan mobile terbaru di Tanah Air mulai dari 2G, 3G, dan 4G LTE.
7 Fakta Hebat yang Telah Dilakukan Telkomsel untuk Indonesia (54866)
Petugas merawat BTS Telkomsel. Foto: Dok. Telkomsel
Ketika mereka baru beroperasi pada 1995, misalnya, Telkomsel langsung mengusung jaringan 2G dalam layanannya. Jaringan mobile generasi kedua yang diperkenalkan di Finlandia pada 1991 itu membawa telepon seluler dari yang awalnya analog ke komunikasi digital tahap awal.
ADVERTISEMENT
Melalui 2G, orang bisa melakukan panggilan telepon seluler, mengirim SMS, dan memiliki layanan data internet, meski masih terbatas untuk pesan gambar dan MMS. Kecepatannya pun 50 Kilobit per second atau Kbps dengan mengandalkan Global Packet Radio Services (GPRS).
Masuk ke paruh awal dekade 2000-an, Telkomsel mulai serius menggarap 3G. Untuk mempersiapkan jaringan mobile generasi ketiga itu, mereka mulai menggelar jaringan 2G yang mengandalkan EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Evolution) dengan kecepatan 126 Kbps di Indonesia pada 2004. Program tersebut menjadikan Telkomsel sebagai operator seluler pertama di Tanah Air yang memakai EDGE, sekaligus merupakan teknologi transmisi data tercepat di Indonesia kala itu.
Pada Mei 2005, Telkomsel mulai menguji coba 3G di Jakarta, yang disusul oleh operator lain yang juga melakukan pengetesan serupa. Pada akhir tahun yang sama, 3G pun resmi dikomersialkan Telkomsel di Indonesia.
ADVERTISEMENT
3G sendiri tak hanya bermakna sebagai jaringan yang lebih cepat dari 2G, karena bisa punya kecepatan 2 Mbps (Megabit per second). Ia juga memungkinkan aktivitas baru yang belum terpikirkan orang di dekade sebelumnya: Video call dan streaming, di mana orang melakukan panggilan video secara real-time.
Lima tahun berselang, Telkomsel mulai menguji coba jaringan 4G LTE di Indonesia seiring dengan penemuan jaringan internet mobile generasi keempat pada 2008. Mereka pun lagi-lagi jadi perusahaan telekomunikasi seluler pertama di Indonesia yang menyediakan jaringan 4G bagi publik pada Desember 2014.
7 Fakta Hebat yang Telah Dilakukan Telkomsel untuk Indonesia (54867)
Logo jaringan internet 4G LTE Telkomsel. Foto: Dok. Telkomsel
Melalui koneksi internet super cepat 100 Mbps, jaringan 4G juga menghadirkan aktivitas yang belum terpikirkan sebelumnya. Dari sisi konsumen, misalnya, jaringan ini memungkinkan kita bermain game online hanya melalui smartphone. Dari segi bisnis, 4G membuat e-commerce tumbuh subur di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Saat ini, Telkomsel telah menguji jaringan 5G di Indonesia. Mereka pun sudah menerapkan jaringan 4.9G untuk mempercepat jalan menuju 5G yang memungkinkan berbagai use case agar jaringan seluler bisa dimanfaatkan lebih luas lagi, terutama dalam membantu sektor industri untuk memaksimalkan potensi di era Industri 4.0.
Kini, Telkomsel juga menerapkan teknologi jaringan VoLTE yang memungkinkan layanan panggilan suara dilakukan bersamaan dengan akses internet. Selain itu, melalui teknologi VoLTE, panggilan suara juga dapat dinikmati dengan kualitas HD, melalui jaringan 4G LTE. Saat ini teknologi VoLTE sudah dikembangkan untuk sementara di wilayah Jabodetabek, Sidoarjo dan Surabaya. Wilayah lain akan segera menyusul seiring dengan komitmen Telkomsel menghadirkan layanan broadband terlengkap.

2. Jaringan telekomunikasi terluas

Tak cuma menghadirkan teknologi jaringan internet terbaru, Telkomsel juga fokus untuk memperluas jaringan yang mereka punya saat ini.
ADVERTISEMENT
Menurut laporan terakhir Telkomsel, mereka telah memiliki lebih dari 228.000 base transceiver station (BTS) di Indonesia. Sebanyak 178.000 di antaranya merupakan BTS broadband yang mampu menghadirkan layanan 3G dan 4G yang telah menjangkau 95 persen wilayah populasi masyarakat Indonesia.
Telkomsel juga telah menggelar lebih dari 20.000 BTS yang tersebar di wilayah 3T dan perbatasan negara. Bersama Bakti Kominfo RI, Telkomsel sedang merampungkan pengembangan 1.083 BTS universal service obligation (USO) agar seluruhnya bisa terkoneksi jaringan 4G hingga pada kuartal tiga tahun 2020. BTS USO ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk memberikan akses jaringan telekomunikasi ke wilayah terdalam, terluar, dan tertinggal (3T) hingga perbatasan negara.
Jelang peringatan hari Kemerdekaan RI ke-75 ini, Telkomsel juga telah merampungkan pengembangan teknologi 4G LTE di Kabupaten Intan Jaya, Propinsi Papua, sehingga kini wilayah Ibukota, Kabupaten dan Kotamadya (IKK) yang ada di Indonesia seluruhnya sudah terkoneksi dengan jaringan broadband berteknologi terdepan, 4G LTE dari Telkomsel.
7 Fakta Hebat yang Telah Dilakukan Telkomsel untuk Indonesia (54868)
Salah satu menara BTS Telkomsel di pulau Kalimantan. Foto: Telkomsel

3. Jaringan internet tercepat

Jaringan internet Telkomsel sendiri merupakan yang terbaik di Indonesia, berdasarkan riset.
ADVERTISEMENT
Menurut laporan firma riset OpenSignal pada akhir tahun 2019, jaringan internet Telkomsel memiliki kecepatan unduh atau download hingga sekira 12.8 (13 Mbps). Mereka juga unggul ketimbang operator lain dalam urusan kecepatan upload atau unggahan dengan pencapaian 5,4 Mbps.
Tak cuma soal kecepatan jaringan, OpenSignal juga menasbihkan operator yang identik dengan warna merah itu sebagai yang terbaik di kategori pengalaman streaming video, telepon berbasis aplikasi, latensi, dan pengalaman cakupan 4G.
Hasil tersebut memang tidak mengherankan mengingat Telkomsel telah menggunakan berbagai teknologi jaringan terbaru, mulai dari Voice over LTE (VoLTE) hingga massive MIMO, dalam layanan mereka.

4. Pelanggan seluler terbesar di Indonesia

Inovasi teknologi yang terdepan dan konsisten, serta diiringi oleh ketersediaan dan kualitas jaringan, berimplikasi pada kepercayaan pengguna untuk memilih Telkomsel sebagai operator seluler mereka.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan laporan pada kuartal kedua tahun 2020, Telkomsel tercatat memiliki lebih dari 160 juta pelanggan. Dengan catatan itu, Telkomsel merupakan operator seluler dengan basis pengguna terbesar di Indonesia. Lebih dari 115 juta pelanggan Telkomsel juga merupakan pengguna aktif layanan berbasis broadband dan digital.
7 Fakta Hebat yang Telah Dilakukan Telkomsel untuk Indonesia (54869)
Ekshibisi Telkomsel MyBusiness. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

5. by.U, produk seluler digital pertama di Indonesia

Untuk memudahkan pengguna dalam memakai layanan mereka, Telkomsel juga mengeluarkan produk seluler berbasis digital terbaru yang mereka beri nama by.U pada akhir tahun 2019. Melalui produk tersebut, pengguna bisa membeli kartu perdana, paket data, atau pulsa, sesuai kebutuhan mereka dan semua bisa dilakukan lewat aplikasi di Android atau iPhone.
Dengan by.U, pengguna dapat membeli layanan seluler dan paket data internet layaknya membeli pizza. Mereka bisa memilih sendiri besaran paket data internet yang bisa dipakai selama 24 jam, pulsa reguler, hingga tambahan 'topping' kuota internet untuk mengakses aplikasi populer, seperti Instagram, YouTube, Facebook dan aplikasi lainnya.
ADVERTISEMENT
Inovasi semacam ini bisa dibilang mendobrak pakem layanan telekomunikasi seluler yang ada saat ini di Indonesia.
Biasanya, perusahaan telekomunikasi menyediakan pilihan paket data internet dan seluler dengan harga yang berbeda-beda. Namun, menurut Telkomsel, pakem tersebut sudah tidak cocok lagi bagi generasi muda dan milenial yang menginginkan pilihan yang bisa dikustomisasi dan lebih fleksibel.

6. Internet rumahan Telkomsel Orbit

Selain fokus dengan layanan internet mobile, Telkomsel akhir-akhir ini juga memperkenalkan produk internet rumahan tanpa kabel dengan merek Telkomsel Orbit. Ini merupakan layanan internet berbasis modem Wi-Fi yang memungkinkan penggunanya untuk menikmati konektivitas nirkabel (wireless) untuk berbagai perangkat elektronik di rumah.
Berbeda dengan layanan IndiHome, Telkomsel Orbit tidak mengharuskan pengguna untuk berkomitmen menggunakan layanan setiap bulannya. Artinya, pengguna Telkomsel Orbit memiliki kebebasan untuk menggunakan, berhenti berlangganan, dan kapan untuk memulai menggunakannya lagi. Yang lebih enak lagi, segala hal pengaturan dan pemantauan pemakaian Orbit, bisa dilakukan lewat aplikasi MyOrbit.
7 Fakta Hebat yang Telah Dilakukan Telkomsel untuk Indonesia (54870)
Modem Wi-Fi Telkomsel Orbit Foto: Telkomse
Layanan Telkomsel Orbit sendiri menggunakan modem Wi-Fi dan menangkap sinyal dari BTS seluler. Cara kerjanya berbeda dengan IndiHome yang menggunakan kabel fiber optic untuk tiap rumah yang menggunakan layanannya.
ADVERTISEMENT
Melalui perbedaan tersebut, layanan Orbit merupakan cara Telkomsel untuk menunjang pengguna yang belum ter-cover jaringan internet rumahan berbasis kabel serat optik.

7. Transformasi jadi digital telco company, bukan sekadar perusahaan telekomunikasi

Seperti yang dibilang di awal, konektivitas merupakan syarat mutlak di era digital. Tak pelak, di saat jaringan mereka kuat, dalam beberapa tahun belakangan ini Telkomsel bertransformasi dari perusahaan telekomunikasi biasa menjadi digital telco company.
Melalui transformasi tersebut, Telkomsel kini tak hanya menggarap urusan jaringan seluler di Indonesia. Mereka juga terus mengembangkan diri menjadi enabler bagi digital platform dan digital services di Tanah Air, sehingga manfaat dari teknologi digital dapat dirasakan di segala sektor kehidupan oleh cakupan masyarakat yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
Sejumlah investasi dan inisiatif telah dilakukan Telkomsel untuk memperkuat layanan digital, termasuk di sektor layanan keuangan digital, periklanan digital, Internet of Things, hingga digital lifestyle. Salah satu yang terus diperkuat adalah ekosistem digital lifestyle yang mendorong pemanfaatan platform game, musik, hingga video melalui aplikasi MAXStream sebagai platform aggregator yang menggabungkan OTT aplikasi video, saluran TV linear, maupun konten video-on-demand seperti HOOQ, Vidio, iflix, HBO Go, hingga konten film lokal.
Cara lain yang dilakukan Telkomsel agar tetap relevan dengan industri digital, adalah berupaya engage dengan ekosistem startup di dalam dan luar negeri. Upaya ini direalisasikan melalui tiga pilar utama, yaitu lewat program The NextDev, pusat riset Telkomsel Innovation Center (TINC), dan anak perusahaan Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) yang bergerak di bidang investasi dan kemitraan strategis di startup.
ADVERTISEMENT
The NextDev selama ini bergerak mendorong early stage startup untuk maju ke level berikutnya melalui aplikasi dan solusi yang mereka tawarkan. Dalam program ini, Telkomsel memberi bimbingan, bantuan teknis, hingga akses pasar. Selama 5 tahun terakhir, The NextDev telah membantu lebih dari 100 startup lokal untuk memberi dampak sosial ke masyarakat dan meningkatkan bisnis mereka.
Sementara TINC atau Telkomsel Innovation Center, merupakan pilar inovasi digital di bidang penelitian dan pengembangan. Program ini memungkinkan startup di kategori pre-series untuk berkolaborasi dengan pihak lain seperti penyedia teknologi, korporasi, maupun regulator, agar bersama mengembangkan solusi bidang Internet of Things, machine learning, artificial intelligence, advertising technology, financial technology (fintech), dan solusi digital lain.
ADVERTISEMENT
Kemudian TMI adalah pihak yang fokus dalam investasi startup potensial pada pendanaan series A, pre-series B, series B, dan pre-series C. Inisiatif ini akan mengakselerasi pertumbuhan startup melalui penyediaan akses pada ekosistem, aset, dan keahlian Telkomsel.