kumparan
9 Maret 2018 18:18

7 Game yang Ada di Video Presiden Trump soal Kekerasan Game

Call of Duty
Call of Duty - Black Ops III. (Foto: PlayStation Store)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan pertemuan dengan petinggi pembuat game, seperti CEO Take-Two Strauss Zelnick dan CEO Zenimax Robert Altman. Pertemuan yang membahas kekerasan dalam game itu dilaksanakan secara tertutup di Gedung Putih pada Kamis (8/3) waktu setempat.
ADVERTISEMENT
Dalam pertemuan tersebut, Trump dilaporkan membuka rapat dengan memperlihatkan sebuah tayangan video berisi kumpulan adegan kekerasan yang ada di beberapa game. Video tersebut telah diunggah oleh Gedung Putih di YouTube.
Penasaran dengan judul game apa saja yang adegannya ada di video tersebut, The Verge kemudian mencoba menelusurinya. Dari hasil 'penelitiannya' ditemukan game seri Call of Duty menjadi adegan yang paling banyak diambil oleh Gedung Putih.
Donald Trump
Donald Trump (Foto: REUTERS/Win McNamee)
Berikut daftar lengkap game yang ada di dalam video:
Call of Duty: Modern Warfare 2 (2009)
Call of Duty: Black Ops (2010)
Wolfenstein: The New Order (2014)
The Evil Within (2014)
Fallout 4 (2015)
Daylight (2016)
Sniper Elite 4 (2017)
Total ada tujuh game yang adegan di dalamnya diambil Gedung Putih untuk membuat video, yang menurut Trump sangat berbahaya bagi pemainnya.
ADVERTISEMENT
Masalah kekerasan dalam game telah menjadi perhatian Trump sejak peristiwa tragis terkait aksi penembakan di sekolah Parkland, Florida, yang menewaskan 17 orang, pada Februari lalu. Pelaku penembakan, Nikolas Cruz, diketahui masih berusia 19 tahun dan hobi bermain game.
Setelah peristiwa itu, presiden AS ke-45 kemudian mengeluarkan penyataan kontroversial bahwa game bertanggung jawab terhadap aksi penembakan tersebut.
Sementara pihak industri game menganggap tidak ada bukti kuat adanya hubungan antara game dan tindakan kekerasan.
"Video games jelas tidak menjadi masalah: hiburan didistribusikan dan dikonsumsi secara global, namun AS memiliki tingkat kekerasan senjata yang lebih tinggi secara eksponensial daripada negara lain," kata Dan Hewitt, juru bicara Entertainment Software Association seperti dikutip Reuters.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan