kumparan
27 November 2018 21:04

Ada 500 Investasi yang Masuk ke Startup Indonesia di Tahun 2015-2018

Seorang pria berolahraga di sekitar kantor Google di Beijing.
Seorang pria berolahraga di sekitar kantor Google di Beijing. (Foto: REUTERS/Thomas Peter)
Kini banyak orang yang berupaya membuat inovasi lewat teknologi dan membangun perusahaan rintisan alias startup sendiri. Menurut Google, sekarang memang saat yang tepat bagi kamu-kamu yang ingin berinovasi dan membangun startup.
ADVERTISEMENT
Dalam riset yang dilakukan Google bersama Temasek dengan tajuk 'e-Conomy SEA 2018', disebut industri startup di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat.
"Ya, melihat perkembangan ekonomi digital Asia Tenggara dan Indonesia ini adalah waktu yang tepat untuk membuat startup. Karena banyak sekali opportunity ke depan, mulai dari jumlah funding yang meningkat atau pasar yang luas," ujar Head of Strategy and Insights Google, Samuele Saini, dalam acara pemaparan hasil riset tersebut di kantor Google Indonesia, Jakarta, Selasa (27/11).
Samuele Saini, Head of Strategy and Insights, Google
Samuele Saini, Head of Strategy and Insights Google, dalam pemaparan hasil riset Google dan Temasek. (Foto: Bianda Ludwianto/kumparan)
Pernyataan Samuele itu didukung dengan data pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Data tersebut menyebutkan pengumpulan dana investasi atau funding sejak tahun 2016 terus meningkat hingga semester pertama tahun 2018.
Riset itu mengungkap ada 500 kesepakatan yang terjalin antara pemain startup dengan investor yang ditandatangani di Indonesia sejak 2016, dengan rata-rata nilainya mencapai 5 juta dolar AS per kesepakatan.
ADVERTISEMENT
Tahun 2016 terjadi 166 kesepakatan, kemudian ada 183 kesepakatan pada tahun 2017. Terbaru, ada 154 kesepakatan yang terjalin di semester pertama 2018.
Google
Perusahaan teknologi Google. (Foto: Charles Platiau/Reuters)
Sementara itu, total jumlah modal ventura yang terkumpul di Indonesia sejak 2016 adalah 6 miliar dolar AS. Dengan rincian 1,2 miliar dolar AS pada 2016, 3 miliar dolar AS pada 2017, dan 1,8 miliar dolar AS di semester pertama 2018.
"Funding akan semakin meningkat di kawasan Asia Tenggara, tidak hanya untuk startup unicorn saja tapi juga yang lainnya. Sudah menyebar startup-startup lainnya," ungkap Samuele.
Indonesia kini memiliki empat startup unicorn yang memiliki valuasi lebih dari 1 miliar dolar AS, di antaranya Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka. Riset Google dan Temasek juga menyebutkan keempat perusahaan itu menjadi pendorong meningkatnya ekonomi digital di Tanah Air.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan