kumparan
2 Februari 2020 15:02

Ada Virus Corona, Indonesia Bisa Batal Ikut Turnamen Esports di China

Ilustrasi eSport
Ilustrasi esports. Foto: Athit Perawongmetha/Reuters
Mewabahnya virus corona di China dan sejumlah negara berimbas ke banyak hal. Esports alias olahraga elektronik menjadi salah satu yang terdampak, di mana tim Indonesia memutuskan untuk menahan rencana mereka untuk mengirimkan wakil ke E-Masters Chengdu 2020.
ADVERTISEMENT
Asosiasi Esports Indonesia (IESPA) mengumumkan status partisipasi timnas di turnamen E-Masters Chengdu menjadi 'on hold'. Sebelumnya, IESPA berencana mengirimkan timnas AOV (Arena of Valor) dan Pro Evolution Soccer untuk bertanding di Chengdu pada akhir Februari 2020.
Namun, menyusul semakin meluasnya wabah novel coronavirus, terutama di China, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengeluarkan imbauan agar tidak ada agenda olahraga di Negeri Tirai Bambu, termasuk esports. IESPA pun menuruti imbauan dari Kemenpora tersebut.
"Selamat malam Indonesia, terkait dengan terbitnya himbauan resmi dari Kemenpora sesuai dengan yang tertulis di gambar, maka rencana pengiriman timnas Esports (AOV & PES) yang akan berlaga pada babak utama E-Masters Chengdu yang sejatinya diselenggarakan pada akhir bulan Februari 2020, kami nyatakan dalam status 'on hold'," tulis IESPA, dalam akun Instagram resminya.
ADVERTISEMENT
IESPA mengaku akan menunggu arahan resmi selanjutnya dari AESF dan Kemenpora untuk keputusan final terkait partisipasi dalam E-Masters Chengdu 2020. Seperti yang tertulis dalam surat imbauan Kemenpora.
"Sampai ada pemberitahuan resmi lebih lanjut dari pemerintah atau pihak yang berwenang lainnya terkait situasi di China, kami mengimbau untuk tidak mengagendakan atau mengikuti program apapun yang dilaksanakan di China," tulis Kemenpora, dalam surat yang dikirimkan ke pimpinan cabang olahraga di Indonesia.
AOV Arena of Valor
Game AOV Arena of Valor. Foto: Garena
E-Masters Chengdu 2020 sedianya akan diselenggarakan di Chengdu, China, pada 22 Februari hingga 1 Maret 2020. Total ada empat game yang dipertandingkan di turnamen ini, yaitu Warcraft, League of Legends, Pro Evolution Soccer, dan AOV.
Awalnya, Indonesia berencana untuk mengirimkan wakil AOV dan Pro Evolution Soccer ke sana. Tapi, tampaknya rencana ini akan dibatalkan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan