kumparan
24 Sep 2018 10:13 WIB

Amazon Cari Penjual dan Karyawan yang Terlibat Jual Beli Data Pengguna

Perusahaan e-commerce Amazon. (Foto: Charles Platiau/Reuters)
Sejumlah oknum karyawan raksasa e-commerce Amazon diduga telah berbuat curang dalam sistem perusahaan. Masalah ini langsung diusut oleh Amazon dengan menggelar investigasi internal.
ADVERTISEMENT
Menurut laporan The Wall Street Journal, seorang penjual di Amazon telah menyuap pegawai e-commerce tersebut untuk mendapatkan akses data internal perusahaan, termasuk memintanya menghapus ulasan buruk tentang lapak jualannya di Amazon.
Perantara disebut memanfaatkan media sosial seperti WeChat untuk melacak karyawan Amazon, menawarkan mereka sejumlah uang dengan imbalan memberikan akses data penjualan perusahaan atau menghapus ulasan negatif tentang tokonya.
Dibutuhkan biaya sebesar 300 dolar AS untuk hapus satu review buruk, dengan catatan minimal lima ulasan per transaksi. Karyawan Amazon juga diminta untuk memberikan alamat email pelanggan yang menulis ulasan negatif, atau memberikan informasi penjualan agar mereka bisa unggul dari kompetitornya.
Ilustrasi belanja online. (Foto: Thinkstock)
Untuk mencegah perilaku tersebut, juru bicara Amazon mengatakan bahwa pihaknya telah menerapkan sistem untuk membatasi dan mengaudit apa saja yang bisa diakses oleh karyawannya. Praktik ini awalnya ditemukan di cabang China, namun perusahaan memutuskan membuka investigasi juga untuk karyawannya di AS.
ADVERTISEMENT
“Kami memiliki kebijakan yang ketat dan Aturan Perilaku dan Etika Berbisnis untuk karyawan kami. Kami menerapkan sistem yang tertata untuk membatasi dan mengaudit akses ke informasi," kata Amazon seperti dikutip The Verge.
"Jika kami menemukan pelaku yang terlibat dalam perilaku buruk ini, maka kami akan melakukan tindakan cepat, seperti menutup akun penjual, menghapus ulasan, menahan dana, dan mengambil langkah hukum. Kami sedang melakukan tindakan secara menyeluruh atas klaim ini."
Integritas memang tampaknya menjadi suatu hal yang penting dalam perekrutan karyawan di sebuah perusahaan. Hal tersebut untuk menghindari kecurangan yang dilakukan oleh karyawan sendiri.
Ilustrasi wanita berbelanja online. (Foto: Thinkstock)
Kecurangan oknum karyawan perusahaan e-commerce tak hanya terjadi di Amazon, tetapi juga di e-commerce Indonesia, Tokopedia, pada Agustus 2018 lalu. Bedanya hanya pada kasus kejahatannya.
ADVERTISEMENT
Pada kasus Tokopedia, manajemen terpaksa memberhentikan para oknum pegawainya yang terbukti berbuat curang saat kampanye Flash Sale peringatan ulang tahun ke-9 Tokopedia.
Akibat penipuan ini, para pengguna tidak bisa membeli barang-barang yang dijual murah selama Flash Sale secara adil. Tokopedia juga langsung menindak tegas oknum karyawan yang menyalahgunakan kepercayaan perusahaan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan