kumparan
14 Mei 2018 16:39

Apple Watch Selamatkan Nyawanya, Pria Lansia Kirim Surat ke CEO Apple

Apple Watch Series 3
Apple Watch Series 3. (Foto: Astrid Rahadiani Putri/kumparan)
Teknologi kesehatan di perangkat jam pintar Apple Watch kembali berperan dalam menyelamatkan nyawa penggunanya. Salah satu fiturnya, yakni sensor detak jantung, berhasil menyelamatkan nyawa pria asal Hong Kong tepat waktu.
ADVERTISEMENT
Pengguna Apple Watch tersebut, Gaston D'Aquino (76), tiba-tiba menerima notifikasi bahwa detak jantungnya tidak normal saat ia sedang melaksanakan kebaktian di gereja. Namun D'Aquino justru merasa baik-baik saja, tidak ada rasa pusing atau tanda-tanda penyakit jantung lainnya.
Demi keselamatan dirinya, D'Aquino lantas pergi ke dokter untuk mengecek kondisinya. Dan apa yang dikatakan Apple Watch benar, dokter menemukan tiga pembuluh arteri koroner utama terjadi penyumbatan karena pembekuan darah.
Penyumbatan tersebut mencapai 90 persen. Dalam kondisi ini, D'Aquino sangat berpotensi mengalami kondisi fatal, seperti serangan jantung atau stroke jika tidak segera dilarikan ke rumah sakit.
Serangan Jantung
Risiko lembur pengaruhi jantung (Foto: Thinkstock)
D'Aquino segera menjalani prosedur angioplasti atau operasi bedah untuk memperbaiki pembuluh darah. Ia kemudian diizinkan untuk pulang beberapa hari setelah operasi.
ADVERTISEMENT
Sekarang pria lanjut usia tersebut telah sembuh. Ia sangat bersyukur dan mengaku bahwa ia telah diselamatkan oleh perangkat Apple Watch miliknya.
Saking senangnya, D'Aquino bahkan sampai mengirimkan surat kepada CEO Apple Tim Cook untuk menyampaikan rasa terima kasihnya.
"Ini adalah pertama kalinya arloji ini berbunyi namun saya tidak merasakan apapun, tidak ada rasa pusing atau sakit. Ternyata, saya berjalan dengan bom waktu. Setelah operasi sukses, saya diberi kesempatan baru untuk hidup," tulis D'Aquino dalam suratnya, dilansir BGR.
CEO Apple Tim Cook menggenggam iPad Pro
CEO Apple Tim Cook menggenggam iPad Pro. (Foto: REUTERS/Stephen Lam)
D'Aquino juga meminta Apple untuk lebih menyosialisasi pengguna jam pintarnya itu bukan hanya untuk fesyen tetapi juga demi monitor kesehatan jantung. Ini karena penyakit jantung cukup sulit disadari oleh si penderita.
"Mohon terus mempromosikan penggunaan Apple Watch untuk siapa pun yang mengalami masalah jantung. Saya telah kehilangan sepupu saya dua minggu lalu karena serangan jantung besar, dan jika dia memiliki Apple Watch, dia mungkin memiliki kesempatan yang sama dengan saya untuk hidup," tulis D'Aquino.
ADVERTISEMENT
Kasus yang dialami D'Aquino ini juga pernah terjadi di AS pada akhir April 2018 lalu. Kala itu nyawa remaja Deanna Recktenwald selamat, setelah Apple Watch miliknya memberikan peringatan tentang detak jantungnya yang tidak normal.
Setelah dilarikan ke rumah sakit, dokter menemukan Recktenwald mengalami gagal ginjal dan mendiagnosisnya dengan penyakit ginjal kronis. Keluarga Recktenwald mengatakan bahwa penyakit itu akan luput dari perhatian jika bukan karena Apple Watch.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan