AS Larang Alat Telekomunikasi dan CCTV dari China: Huawei - Hikvision
·waktu baca 2 menit

Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden mengesahkan Undang-Undang Peralatan Aman pada 2021, yang bertujuan untuk memblokir lisensi jaringan dari beberapa perusahaan China yang perangkat kerasnya dianggap sebagai ancaman keamanan nasional. Hari ini, regulator telekomunikasi AS, Federal Communications Commission (FCC), resmi menerapkan UU tersebut, yang berarti beberapa peralatan masa depan dari Huawei, ZTE, Hytera, Hikvision, hingga Dahua, tidak akan diizinkan untuk dijual di AS.
Sementara itu, peralatan model lama dari brand itu yang sudah terdaftar di FCC, tidak terpengaruh UU tersebut.
"FCC berkomitmen untuk melindungi keamanan nasional kami dengan memastikan bahwa peralatan komunikasi yang tidak dapat dipercaya tidak diizinkan untuk digunakan di dalam perbatasan kami, dan kami melanjutkan pekerjaan itu di sini," kata Ketua FCC, Jessica Rosenworcel, dalam sebuah pernyataan.
Aturan baru ini merupakan bagian penting dari tindakan berkelanjutan kami untuk melindungi rakyat AS dari ancaman keamanan nasional yang melibatkan telekomunikasi.
- Jessica Rosenworcel, Ketua FCC -
FCC tidak memblokir semua perangkat keras dari perusahaan-perusahaan ini. Beberapa produk dari Hytera, Hikvision, dan Dahua, masih diizinkan beredar selama itu ditujukan kepada konsumen.
FCC secara ketat melarang produk-produk yang dinilai tak aman ini agar tak dipakai untuk "tujuan keselamatan publik, keamanan fasilitas pemerintah, pengawasan fisik infrastruktur kritis, dan tujuan keamanan nasional lainnya."
Jika produk dari perusahaan China tersebut dapat menunjukkan bahwa mereka menjual itu untuk konsumen, bukan untuk sektor pemerintahan, mereka mungkin dapat memperoleh izin dari FCC.
Langkah terbaru ini merupakan lanjutan dari perang dagang bertahun-tahun antara AS dan perusahaan yang terkait erat dengan pemerintah China. Produsen drone DJI juga masuk dalam daftar hitam Departemen Perdagangan AS.
Di sektor telekomunikasi, FCC bahkan menyiapkan dana 5 miliar dolar AS untuk membantu operator telekomunikasi melakukan penggantian perangkat dari Huawei dan ZTE.
