Tekno & Sains17 September 2020 9:47

Cerita di Balik Desain Samsung Galaxy Z Fold2: Bisa Jadi Smartphone, Bisa Tablet

Konten Redaksi kumparan
Cerita di Balik Desain Samsung Galaxy Z Fold2: Bisa Jadi Smartphone, Bisa Tablet (626966)
Samsung Galaxy Z Fold 2 Foto: Samsung
Desain ponsel di era smartphone tampak lebih membosankan ketimbang feature phone. Smartphone memang punya teknologi yang lebih mumpuni, namun mesti diakui bahwa tak banyak vendor yang menawarkan terobosan inovatif dari sisi desain.
ADVERTISEMENT
Saking kurangnya inovasi pada aspek ini, kita hampir pasti bisa menebak bentuk semua ponsel pintar yang hendak diluncurkan. Umumnya, ia hanya berbentuk balok persegi panjang, di mana perbedaannya paling banter terletak pada warna bodi dan jumlah serta bentuk modul kamera yang dipakai.
Tentu, desain yang bermacam-macam tak melulu hal buruk. Buat apa pula vendor menciptakan desain yang tidak biasa tanpa maksud dan tujuan yang jelas, bukan? Namun, sebaliknya, apa jadinya kalau inovasi desain unik dibarengi dengan visi yang jelas di masa depan?
Gabungan antara inovasi desain dan visi smartphone masa depan itu dapat kita lihat dari smartphone lipat Samsung Galaxy Z Fold2.
Layar yang bisa dilipat di ponsel tersebut tak hanya bertujuan untuk gimmick atau gaya-gayaan. Lebih dari itu, ada tujuan jelas yang hendak disasar Samsung: memadukan pengalaman pengguna smartphone dan tablet dalam satu wadah perangkat.
Cerita di Balik Desain Samsung Galaxy Z Fold2: Bisa Jadi Smartphone, Bisa Tablet (626967)
Samsung Galaxy Z Fold 2 Foto: Samsung
Selama ini, ukuran layar smartphone terus-menerus membesar. Kita bisa melihatnya dari tren smartphone berukuran 5 inci sejak tiga atau empat tahun lalu, dibandingkan dengan sekarang di mana ukuran smartphone berkisar di angka 6 inci.
ADVERTISEMENT
Ukuran layar yang semakin besar itu ditujukan untuk pengalaman pengguna yang lebih baik saat streaming film atau mengerjakan multitasking dengan membagi layar. Kendati demikian, ukuran layar smartphone masih terbilang kurang lega ketimbang ukuran layar tablet yang bisa mencapai 7 hingga 10 inci. Dalam hal ini, tablet masih menawarkan ukuran layar yang lebih mantap ketimbang smartphone.
Di sisi lain, tablet umumnya tak memiliki performa yang mumpuni seperti smartphone. Kalaupun punya spesifikasi mumpuni, ukurannya yang besar tak memungkinkan orang untuk membawanya di dalam kantung seperti smartphone.
Nah, masalah inilah yang hendak diselesaikan Samsung dengan Galaxy Z Fold2. Dengan sebuah smartphone yang bisa “disulap” menjadi tablet, pengguna bisa sesuka hati menentukan peruntukan perangkat mereka.
ADVERTISEMENT
Dalam keadaan tertutup, Galaxy Z Fold2 punya Layar Penutup Super AMOLED 6,23 inci beresolusi 2260 x 816 pixel. Jika ia dibuka, smartphone ini akan berubah menjadi sebuah tablet yang menampilkan Layar Utama Dynamic AMOLED 7,6 inci dengan resolusi 2208 x 1768 pixel.
Untuk urusan performa, smartphone-tablet ini dibekali prosesor Snapdragon 865 Plus, yang notabene merupakan chipset terbaik dari Qualcomm sekarang. Melalui Galaxy Z Fold2, bisa dibilang Samsung sudah menyelesaikan dilema pengalaman pengguna ponsel dan tablet dalam satu perangkat.
Cerita di Balik Desain Samsung Galaxy Z Fold2: Bisa Jadi Smartphone, Bisa Tablet (626968)
Samsung Galaxy Z Fold 2 Foto: Samsung
Samsung Galaxy Z Fold2 sendiri merupakan penerus dari Galaxy Fold yang dirilis Samsung pada akhir tahun 2019. Perbedaannya, Galaxy Z Fold2 punya fitur dan teknologi engsel yang telah disempurnakan.
Di bagian fitur, Galaxy Z Fold2 sekarang telah mendukung Flex Mode. Fitur ini bisa membuat layar perangkat tetap tegak meski dibuka dari 75 derajat hingga 115 derajat.
ADVERTISEMENT
Tujuan Flex Mode ini adalah untuk membuat pengguna Galaxy Z Fold2 bisa memakai ponsel layar lipat itu dengan menopangnya di meja atau permukaan datar lainnya, seperti laptop. Melalui fitur ini, Samsung juga memadukannya dengan pengalaman memotret selfie, di mana kamu bisa menekuk ponsel dan foto tanpa memegang perangkat dengan kamera 10 MP di Layar Utama.
Fitur mode kamera lain yang ditawarkan Galaxy Z Fold2 adalah foto selfie melalui kamera utama yang terdiri dari 12 MP (wide), 12 MP (telephoto) 2x optical zoom, dan 12 MP (ultrawide). Mode foto selfie dengan kamera utama ini dimungkinkan karena desain Layar Penutup akan bersebelahan dengan kamera utama ketika ia dibuka. Dengan demikian, Layar Penutup akan menjadi viewfinder dan kamera utama berfungsi jadi kamera selfie.
ADVERTISEMENT
Untuk keamanan engsel layar, Samsung juga menyematkan teknologi baru bernama sweeper (penyapu) yang berfungsi untuk mencegah debu dan partikel lain masuk ke engsel Galaxy Z Fold2. Teknologi semacam sweeper itu sebenarnya telah dipakai di Galaxy Fold. Namun, Samsung mengklaim bahwa sweeper di Galaxy Z Fold2 bisa menyaring 25 persen partikel yang lebih kecil ketimbang sweeper yang ada di Galaxy Fold.
Cerita di Balik Desain Samsung Galaxy Z Fold2: Bisa Jadi Smartphone, Bisa Tablet (626969)
Samsung Galaxy Z Fold 2. Foto: Samsung
Di halaman khusus Galaxy Z Fold2, Samsung menulis sebuah jargon bahwa smartphone ini 'didesain untuk mengubah bentuk masa depan'. Jika kita menilik kembali fleksibilitas fungsi yang ditawarkan dari desain Galaxy Z Fold2 melalui desainnya, kalimat itu bukan sekadar jargon belaka.
Samsung mulai membuka penjualan perdana HP ‘sultan’ ini dengan sistem pre-order melalui situs www.galaxylaunchpack.com mulai 11 hingga 19 September 2020 seharga Rp 33.888.000.
ADVERTISEMENT
Selama masa pre-order, pembeli akan langsung mendapatkan bonus Galaxy Buds Live seharga Rp 2,6 juta dengan warna senada Galaxy Z Fold2 yang dipilih. Bukan hanya itu, pembeli juga akan mendapatkan fasilitas Premier Service powered by Samsung Care+ selama satu tahun senilai Rp 2.739.000, yaitu perlindungan perangkat dari kerusakan yang tidak disengaja ataupun akibat terkena cairan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white