Data Pengguna Samsung Bocor, Nama hingga Info Kontak Dicuri Hacker

5 September 2022 8:05
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Logo Samsung. Foto: REUTERS/Dado Ruvic
zoom-in-whitePerbesar
Logo Samsung. Foto: REUTERS/Dado Ruvic
ADVERTISEMENT
Samsung kembali mengalami insiden kebocoran data. Bedanya dengan kasus terdahulu, kini giliran data pribadi penggunanya yang berhasil dibobol hacker.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Samsung pernah kecolongan data internal perusahaan diretas pada awal tahun ini. Data yang dicuri tidak berkaitan dengan data pengguna maupun pegawai, melainkan kode sumber (source code) untuk fitur perangkat Samsung Galaxy.
Soal kasus kebocoran data terbaru, Samsung memastikan ke penggunanya tidak ada nomor Social Security (Jaminan Sosial), termasuk kartu kredit dan debit, yang ikut bocor dalam peristiwa tersebut. Meski begitu, ada beberapa data pribadi pengguna yang didapat peretas.
Namun dalam beberapa kasus, mungkin (insiden kebocoran data) memengaruhi informasi seperti nama, informasi kontak dan demografi, tanggal lahir, dan informasi pendaftaran produk.
- Samsung -
"Informasi yang terpengaruh untuk setiap pelanggan yang relevan dapat bervariasi," kata Samsung dalam pernyataan resmi, seperti dikutip di website resminya.
Tidak disebutkan berapa banyak penggunanya yang terdampak. Perusahaan sudah mengumumkan peristiwa tersebut ke penggunanya secara langsung lewat email.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ilustrasi Samsung. Foto: Jung Yeon-je/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Samsung. Foto: Jung Yeon-je/AFP
Insiden kebocoran data pengguna Samsung tidak terjadi di Indonesia, melainkan di AS.
ADVERTISEMENT
Samsung mengaku seseorang berhasil mengakses ke sistemnya di AS secara ilegal pada akhir Juli 2022. Per 4 Agustus 2022, mereka mendapati bahwa hacker telah memperoleh data pelanggan, tapi perangkat pengguna tidak terdampak.
Perusahaan mengatakan telah mengambil sejumlah langkah untuk mengamankan sistemnya yang terdampak dan bekerja sama dengan perusahaan keamanan siber pihak ketiga. Mereka juga berkoordinasi dengan penegak hukum setempat.
Samsung menjelaskan di laman FAQ bahwa pengguna belum diharuskan mengambil langkah preventif berdasarkan hasil penyelidikannya. Meski begitu, mereka menyarankan pengguna tetap berhati-hati jika menerima email yang tidak diminta dan meninjau akunnya dari aktivitas mencurigakan.
"Kami berkomitmen untuk melindungi keamanan dan privasi pelanggan kami," kata Samsung. "Kami akan terus bekerja untuk mengembangkan dan menerapkan langkah-langkah segera dan jangka panjang berikutnya untuk lebih meningkatkan keamanan di seluruh sistem kami."
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·