IMG-20200511-WA0011.jpg
18 Mei 2020 20:29

Di Tengah Pandemi Corona, Pendapatan Toko Online Mulai Membaik Kala Ramadhan

Di Tengah Pandemi Corona, Pendapatan Toko Online Mulai Membaik Kala Ramadhan (6430)
Dzoel Fikri, penjual online produk rumah tangga di Lazada. Foto: Lazada
April 2020 menjadi masa yang penuh tantangan sekaligus sulit bagi Dzoel Fikri. Penjual online produk rumah tangga itu mengalami penurunan penjualan di tengah pandemi COVID-19 di Indonesia.
Dzoel mengaku, penjualan produk karpet dan peralatan rumah tangga lainnya bisa turun 40 persen pada bulan tersebut. Dia harus mencari cara lain agar toko online-nya yang bernama Adzkiashop35, dan mengandalkan platform Lazada, tetap memiliki pemasukan selama masa pandemi.
"Kalau untuk penjualan, pasti semua penjual merasakan dampaknya. Kami juga sama terkena, dampaknya ada di sisi penjualan," kata Dzoel kepada kumparan. "Kalau penjualan sekarang sekitar 60 atau 70 persen saja dari masa sebelum pandemi."
Dzoel harus putar otak dengan kondisi ini agar pendapatannya terjaga, dan sebisa mungkin tetap mempekerjakan seluruh karyawannya yang berjumlah 50 orang.
Di masa yang sulit ini, ada sebuah produk yang ternyata bisa membantu penjual online untuk menjaga pendapatan. Produk itu adalah masker kain, yang permintaannya sangat tinggi sejak pemerintah Indonesia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan bahwa masker adalah alat perlindungan diri yang wajib dipakai saat seseorang beraktivitas di luar rumah.
Masker tersebut diproduksi secara mandiri oleh para karyawan Dzoel. Ide menjual masker selama pandemi didapatkan dari sesama teman penjual online di komunitas Lazada Club. Di dalam komunitas tersebut lah para penjual online berdiskusi satu sama lain untuk mencari solusi masalah mereka dan menemukan bahwa permintaan masker selama wabah meningkat signifikan. Penjualan masker di Adzkiashop35 cukup baik. Per hari bisa tembus 1.000 pieces.
Di Tengah Pandemi Corona, Pendapatan Toko Online Mulai Membaik Kala Ramadhan (6431)
Pilih bahan katun untuk membuat masker kain. Foto: Shutterstock
Dzoel mengaku hanya memproduksi masker selama tiga minggu. Produksi tersebut dihentikan seiring mulai kembali normalnya permintaan konsumen atas produk peralatan rumah tangga dan karpet yang sebelumnya jadi andalan Dzoel.
"Kami sempat banting setir ke produksi masker," katanya. "Kami masih tetap berjualan produk rumah tangga, tapi kami juga jual masker karena dibutuhkan orang. Sekarang kami sudah kembali lagi jual karpet dan produk rumah tangga."
Kondisi penjualan toko online Dzoel yang dirasa sudah kembali normal, disebutnya tidak lepas dari dukungan platform e-commerce tempat dia menjual dagangan. Memasuki bulan puasa kemarin, ada program Ramadhan Sale di Lazada yang menurutnya sangat membantu untuk meningkatkan penjualan karpet dan produk lain.
Berkat kampanye ini, produk yang dia jual pada akhir April dan awal Mei ini, mengalami peningkatan penjualan hingga 50 persen dibandingkan dengan masa di awal April. Hal tersebut menurutnya tak lepas dari promosi gencar yang dilakukan Lazada dan itu berdampak positif pada penjualan para merchant.
“Di Lazada itu ada campaign khusus untuk Ramadhan, mulai dari 17 April sampai 17 Mei kemarin ini,” katanya. “Keuntungannya buat penjual, produknya bisa ditonjolkan oleh pihak e-commerce. Contohnya, ditaruh di halaman depan aplikasi Lazada. Produk kita bisa ada di halaman depan. Ini menguntungkan buat penjual yang bikin makin banyak pesanan.”
Di Tengah Pandemi Corona, Pendapatan Toko Online Mulai Membaik Kala Ramadhan (6432)
Dzoel Fikri memiliki gudang berukuran cukup besar untuk menyimpan barang dagangannya. Foto: Lazada
Untuk memaksimalkan program Ramadhan Sale, Dzoel telah mengubah banner tokonya menjadi banner khusus Ramadhan Sale. Dia juga telah menyediakan ribuan voucher untuk menarik pelanggan lebih banyak berbelanja di toko Adzkiashop35.
"Kita punya tim khusus untuk editing banner. Kita juga sudah sediakan 1.000 voucher selama Ramadhan Sale," kata Dzoel.
Selain mengubah banner khusus Ramadhan Sale dan memberikan voucher, Dzoel juga menganalisis produk rumah tangga apa saja yang paling diminati oleh konsumen saat ini. Dia melihat ada peningkatan pada produk peralatan dapur, karpet, dan bantal. Barang-barang ini kemudian ditambahkan stoknya guna memenuhi permintaan konsumen.
Dzoel bahkan berencana menambah jumlah karyawan jika sumber daya manusia yang ada saat ini dirasa kurang cukup untuk menangani permintaan. Adziashop35 sendiri sama sekali tidak merumahkan seorang pun dari puluhan karyawannya selama masa virus corona ini.
“Karyawan saya tidak ada yang saya rumahkan selama masa pandemi ini. Karyawan saya ada 50 orang,” katanya. “Saya tidak merumahkan satu orang karyawan pun, karena mereka punya keluarga, anak, istri. Menurut saya, setiap perusahaan harusnya berpikir dua kali untuk melakukan itu (merumahkan karyawan).”
Pandemi corona sendiri bukanlah tantangan pertama yang dialami Dzoel selama menjadi penjual toko online.
Dia menyebut, pada awal berdirinya Adzkiashop35 pada 2017, dia sempat kekurangan modal untuk memproduksi sendiri barang kebutuhan rumah tangga yang dia jual. Sebabnya, Dzoel memulai usaha toko online hanya dengan modal kurang dari Rp 5 juta.
Untuk mengatasi masalah tersebut saat itu, Adzkiashop35 harus menyesuaikan model bisnisnya menjadi reseller, dan bukan produsen langsung seperti saat ini. Untungnya, Dzoel dapat menemukan produsen yang mau memberikan keringanan jatuh tempo pembayaran, sehingga toko online-nya bisa tumbuh pesat seperti sekarang.
"Jadi, kami beli produk dari toko lain, lama kelamaan kami dikasih kepercayaan buat bisa dikasih tempo pembayaran. Awalnya, mereka belum percaya karena kami belum punya nama dan kredibilitas," kata Dzoel, yang sebelum menjadi penjual online sempat jualan bubur ayam.
"Alhamdulillah, setelah beberapa bulan penjualan kami laku, mereka kasih kepercayaan. Intinya, ya, jaga kepercayaan mitra," sambungnya.
Dzoel pun berharap pandemi COVID-19 cepat selesai. Dia khawatir jika wabah COVID-19 tak selesai segera, akan ada lebih banyak orang yang terdampak secara ekonomi.
"Mudah-mudahan pandemi ini cepat beres. Kalau semakin lama, akan kena dampak yang makin luas,” pungkas Dzoel.