kumparan
15 Sep 2017 16:52 WIB

Dua Tempat Ini Jadi Tujuan Favorit Pengguna Go-Jek

Perusahaan aplikasi on-demand, Go-Jek. (Foto: Go-Jek)
Transportasi online saat ini menjadi solusi dan kebutuhan masyarakat sehari-hari ketika ingin berpergian, terutama di Jakarta. Situasi ibu kota yang macet, macet, dan macet, membuat layanan ojek online bisa menjadi jalan keluar untuk mempersingkat waktu perjalanan.
ADVERTISEMENT
Salah satu penyedia layanan ojek online yang paling digemari adalah Go-Jek, di mana layanannya kini sudah menjangkau 50 kota di Indonesia. Kini, bisa dilihat di jalanan kota-kota besar betapa banyaknya pengemudi ojek online terutama Go-Jek yang sedang mengantar penumpang.
Berbagai lokasi perjalanan telah ditempuh oleh Go-Jek, dan ternyata ada fakta yang terungkap dari layanan ojek online yang biasa disebut Go-Ride itu.
Senior Vice President Business Intelligence Go-Jek Indonesia, Crystal Widjaja, mengungkapkan lokasi yang paling sering dituju dari Go-Ride adalah stasiun kereta dan halte TransJakarta.
"Yang membuat saya menyukai Go-Jek adalah bukan hanya karena ada opsi perjalanan atau mengirim paket. Tapi, juga jadi perjalanan awal dan perjalanan terakhir untuk kebanyakan orang," kata Crystal, saat bertamu ke kantor kumparan, Jakarta, Rabu (13/9).
SVP Business Intelligence Go-Jek Crystal Widjaja (Foto: Resnu Andika/kumparan)
Ia menjelaskan, kenapa disebut perjalanan awal dan akhir dikarenakan orang-orang menggunakan Go-Jek ketika mengawali hari, seperti berangkat kerja memesan Go-Jek dari rumah menuju stasiun kereta atau halte Busway, kemudian naik Go-Jek lagi ke tujuan akhir, misalnya kantor.
ADVERTISEMENT
"Kalau akhir pekan, lokasi tujuan favoritnya tepat seperti yang kamu pikirkan, yaitu mal," ungkapnya.
Saat ini, jelas Go-Ride adalah layanan paling sering dipesan oleh pelanggan ketimbang layanan lainnya. Bahkan, selama tahun 2017 ini terjadi pertumbuhan pesat yang dialami, di mana jumlah pemesanan Go-Ride dalam laporan kuartal tiga 2017 menyamai jumlah keseluruhan selama 2016.
Karena bertugas mengurus pengolahan data di Go-Jek, Crystal bisa mengetahui bagaimana perilaku para pengguna aplikasi platform on demand lokal tersebut. Ia menuturkan, rata-rata jarak yang ditempuh dalam sebuah perjalanan Go-Jek per harinya adalah 5 sampai 10 kilometer.
Crystal menggunakan data-data yang telah diolah dalam unit business intelligence untuk meningkatkan performa serta layanan perusahaan, bukan hanya dari sisi konsumen tapi juga mitra pengemudi.
ADVERTISEMENT
Saat ini, aplikasi Go-Jek sendiri sudah diunduh lebih dari 50 juta kali per Juli 2017, dengan 300 ribu mitra pengemudi ojek dan mobil, lebih dari 100 ribu penjual makanan, serta 7 ribu penyedia layanan lain yang tersebar di 50 kota di Indonesia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan