kumparan
Tekno & Sains10 Februari 2020 15:31

Elon Musk Ikut Suarakan Hapus Facebook di Twitter, Mengapa?

Konten Redaksi kumparan
Elon Musk, CEO Tesla (Portrait)
Elon Musk, CEO Tesla. Foto: Mike Blake/Reuters
Raksasa media sosial Facebook terus mendapat kritik dari berbagai pihak. Tokoh-tokoh terkenal ikut bersuara menentang Facebook dengan alasan masing-masing, termasuk salah satunya bos SpaceX dan Tesla, Elon Musk.
ADVERTISEMENT
Awalnya, kritik terhadap Facebook datang dari aktor Sacha Baron Cohen. Dalam pidatonya untuk Liga Anti-Fitnah pada November lalu, Cohen menggambarkan Facebook sebagai 'mesin propaganda terbesar dalam sejarah', yang kemudian viral.
Kemudian, ia kembali bersuara terkait kritiknya terhadap Facebook di Twitter. Ia berkicau, "Kita tidak bisa membiarkan satu orang mengendalikan air untuk 2,5 miliar orang. Kita tidak bisa membiarkan 1 orang mengendalikan listrik untuk 2,5 miliar orang. Kenapa kita membiarkan 1 orang mengendalikan informasi yang dilihat oleh 2,5 miliar orang? Facebook harus diatur oleh pemerintah, bukan oleh penguasa!"
Kicauan Cohen itu turut menyematkan sebuah foto yang menggambarkan Mark Zuckerberg, selaku CEO Facebook, sebagai sosok penguasa yang dimaksud.
Setelah kicauan itu ramai, Elon Musk ikut 'nimbrung' dalam kolom reply. Ia membalas cuitan Cohen itu dengan tagar hapus Facebook (#DeleteFacebook) dan menambahkan kata-kata "It's lame" yang bisa diartikan "Facebook payah".
Elon Musk
CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Foto: Joe Skipper/Reuters
Diketahui, ternyata Musk memang sudah mengkritik Facebook sejak lama. Pada 2018 silam, ia menghapus akun Facebook dari semua perusahaannya dengan alasan ia tidak menyukai Facebook.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Musk dan Zuckerberg pernah bertentangan pendapat terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Musk menyebut pemahaman Zuckerberg tentang masa depan Zuckerberg masih terbatas pada 2017 lalu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan