Elon Musk Ledek Bot Twitter Pakai Meme

13 Juli 2022 11:37
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Elon Musk, CEO Tesla. Foto: Joe Skipper/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Elon Musk, CEO Tesla. Foto: Joe Skipper/Reuters
ADVERTISEMENT
Elon Musk tampaknya tak peduli soal langkah Twitter yang akan menempuh jalur hukum usai pembatalan akuisisi karena bot.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Musk meminta transaksi kesepakatan akuisisi ditunda lantaran Twitter merilis fakta bahwa sekitar 5 persen pengguna mereka adalah akun spam dan bot. Namun ia akhirnya membatalkan kesepakatan dan menuding bahwa Twitter telah “gagal atau menolak memberikan informasi tentang jumlah bot pada platform-nya.”
Tim Musk diketahui telah mengirim surat pernyataan mundur dari kesepakatan akuisisi kepada regulator bursa saham AS, Securities and Exchange Commission pada Jumat (8/9). Kurang dari satu jam surat masuk, Ketua Dewan Komisaris Twitter, Bret kemudian mengatakan jika perusahannya akan menguggat orang terkaya di Bumi itu lewat jalur hukum.
Lantas apa respon Musk? Lewat Twitter-nya, orang terkaya di Bumi itu malah mengejek lewat sebuah meme dengan foto aneka wajah tertawa Musk. Hingga Selasa (12/7), tweet tersebut sudah mendapat 1 juta like, 122,3 ribu retweet dan 15.600 quote tweet.
ADVERTISEMENT
Mereka bilang saya tidak bisa beli Twitter. Lalu mereka tidak mau buka info bot. Sekarang mereka mau paksa saya beli Twitter di pengadilan. Sekarang mereka harus buka info bot di pengadilan.
- Elon Musk -
Cuitan ini ditanggapi beragam oleh para warganet. Ada yang mengatakan jika Musk mencari sensasi, dan yang menilai bot bukan alasan utama pembelian dibatalkan. Namun ada juga yang menilai langkah Musk merupakan siasat cerdik untuk membongkar data bot Twitter sebenarnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

Twitter sudah sewa biro hukum top

Pembatalan akusisi 4 miliar dolar AS sepertinya tidak diindahkan Twitter. Media sosial berlogo burung tersebut telah menyewa biro hukum terkenal untuk menangani hal ini.
Biro hukum dimaksud adalah Wachtell, Lipton, Rosen & Katz. Mereka diketahui sudah berpengalaman menangani kasus perselisihan bisnis dengan banyak perusahaan top di Amerika Serikat, termasuk hukum yang paling rumit sekalipun.
Bloomberg melaporkan jika gugatan Twitter kemungkinan akan didaftarkan beberapa hari lagi ke Delaware Chancery Court.
ADVERTISEMENT
=====
Ikuti program Master Class Batch 2, 3 hari pelatihan intensif untuk para pelaku UMKM, gratis! Daftar sekarang di LINK INI
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·