kumparan
2 Juli 2018 14:05

Facebook Ketahuan Bagi Data Pengguna ke 52 Perusahaan Teknologi

Ilustrasi Facebook (Foto: AFP PHOTO / Christophe Simon)
Bukan rahasia lagi jika Facebook membagikan data pengguna mereka kepada perusahaan teknologi sebagai bagian dari kerja samanya. Dan kini, seberapa banyak perusahaan teknologi yang mendapatkan 'jatah' data pengguna Facebook mulai terungkap.
ADVERTISEMENT
Dalam laporan yang diberikan Facebook kepada House Energy Commerce Committee Amerika Serikat, diketahui ada 52 perusahaan teknologi, termasuk perusahaan asal China seperti Alibaba, Huawei, Lenovo, dan Oppo, yang bermitra dengan Facebook dan mendapatkan data pengguna platform media sosial tersebut.
Pengakuan Facebook itu merupakan jawaban atas permintaan klarifikasi dari House Energy & Commerce Committee AS terhadap kesaksian CEO Mark Zuckerberg yang dilakukan pada April lalu.
CEO Facebook Mark Zuckerberg (Foto: Stephen Lam/Reuters)
Dilansir Engadget, pengakuan tersebut tertulis dalam 747 halaman dokumen yang dikirimkan ke Kongres, pada Jumat lalu (29/6).
Dalam dokumen itu juga disebut dari 52 perusahaan yang bekerja sama, ada 38 perusahaan yang telah diakhiri kerja samanya dengan Facebook. Sementara tujuh lainnya akan berakhir pada Juli 2018 dan satu lagi pada Oktober 2018.
ADVERTISEMENT
Facebook menerangkan masih memiliki tiga kemitraan yang akan dilanjutkan. Di antaranya adalah bersama Apple, Amazon, dan perusahaan teknologi kesehatan, Tobii, yang membutuhkan kemitraannya untuk aplikasi pelacakan mata yang membuat Facebook dapat diakses oleh pasien yang menderita penyakit ALS.
Kantor Alibaba di Malaysia. (Foto: Lai Seng Sin/Reuters)
Ada juga kemitraan yang sedang berlangsung dengan Alibaba, Mozilla, dan Opera, untuk mengaktifkan pemberitahuan Facebook di browser, meski hal ini tidak termasuk dalam mengakses data pengguna.
"Kami melibatkan perusahaan untuk membangun integrasi untuk berbagai perangkat, sistem operasi, dan produk lain di mana kami dan mitra kami ingin menawarkan cara kepada orang untuk meningkatkan pengalaman menggunakan Facebook," tulis Facebook, dalam dokumen tersebut.
"Integrasi ini dibangun oleh mitra kami, untuk pengguna kami, tetapi disetujui oleh Facebook," lanjut tulisan itu.
ADVERTISEMENT
Bagi-bagi data pengguna Facebook
Facebook juga mengakui telah memberikan waktu tambahan selama enam bulan untuk 61 pengembang aplikasi pihak ketiga sebelum mengakhiri praktik pengumpulan data mereka setelah menerapkan pengumpulan data sejak 2014.
Meski telah memberikan dokumen-dokumen klarifikasi kepada anggota kongres, The Washington Post mencatat jika Facebook belum menjawab beberapa pertanyaan anggota parlemen saat Zuckerberg memberikan kesaksian.
Dokumen itu tidak menjelaskan mengapa Facebook tidak mengaudit aplikasi pihak ketiga lainnya, seperti aplikasi "thisismydigitallife" dari skandal Cambridge Analytica.
Atau memberikan nama-nama karyawan perusahaan yang bertanggung jawab atas terjadinya masalah pengumpulan data secara ilegal dalam layanannya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan