Tekno & Sains
·
17 September 2021 13:28
·
waktu baca 3 menit

Facebook Lindungi Pengguna Elite, Kontennya Kebal Blokir Meski Hoaks

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Facebook Lindungi Pengguna Elite, Kontennya Kebal Blokir Meski Hoaks (79222)
searchPerbesar
Ilustrasi pengguna Facebook. Foto: Reuters
Facebook terungkap memiliki daftar pengguna elit yang kebal dari moderasi konten. Daftar tersebut, yang bernama XCheck (cross check), berisi pengguna VIP yang terdiri dari politikus hingga atlet yang mendapat perlakuan moderasi konten berbeda dari pengguna biasa.
ADVERTISEMENT
Total pengguna elite Facebook di XCheck kini mencapai 5,8 juta orang pada 2020. Wall Street Journal melaporkan, program ini dimaksudkan oleh raksasa media sosial itu untuk menghentikan "kebakaran humas" atau berita buruk yang disebabkan oleh blokir konten, foto, atau posting dari pengguna elite.
Pada akhirnya, program ini disebut membiarkan para pengguna elite yang ada di daftar untuk melanggar kebijakan Facebook. Seorang mantan karyawan Facebook mengatakan dalam sebuah memo bahwa perusahaan "secara rutin membuat pengecualian untuk aktor yang kuat."
Konsekuensinya, program XCheck memicu persebaran hoaks dan misinformasi dari pengguna terkenal yang umumnya punya jutaan pengikut di platform Facebook.
Facebook Lindungi Pengguna Elite, Kontennya Kebal Blokir Meski Hoaks (79223)
searchPerbesar
Ilustrasi Facebook. Foto: Reuters/Valentin Flauraud
Sejumlah pengguna elite Facebook yang dilindungi oleh program XCheck termasuk mantan Presiden AS Donald Trump, Donald Trump Jr., Senator Elizabeth Warren, hingga Candace Owens. Hanya 10 persen posting-an dari 5,8 juta pengguna elite di XCheck yang ditinjau oleh Facebook.
ADVERTISEMENT
Pengguna elite ini biasanya tidak menyadari bahwa mereka diberi perlakuan khusus, menurut laporan Wall Street Journal.
Ketika pengguna ditambahkan ke dalam XCheck, moderator akan lebih sulit untuk mengambil tindakan terhadap posting-an mereka. Contohnya adalah Neymar, yang pada 2019 lalu posting chat WhatsApp-nya dengan seorang perempuan yang menuduhnya melakukan pemerkosaan ke akun Facebook dan Instagram-nya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Screenshot chat WhatsApp menunjukkan nama dan foto telanjang sang perempuan. Jika pengguna biasa berbagi "citra intim non-konsensual" seperti yang dilakukan Neymar, Facebook pasti alan menghapus posting tersebut. Namun, karena Neymar masuk ke dalam daftar XCheck, moderator tak bisa memblokirnya, sehingga dapat dilihat oleh 56 juta pengguna yang mengikuti Neymar.
Facebook Lindungi Pengguna Elite, Kontennya Kebal Blokir Meski Hoaks (79224)
searchPerbesar
Ilustrasi pengguna Facebook. Foto: Reuters
Selain Neymar, pengguna elite Facebook di XCheck juga kebal moderasi konten, termasuk jika mereka menyebarkan misinformasi seperti hoaks informasi medis.
ADVERTISEMENT
Dalam memo edisi 2019, para peneliti Facebook menuduh perusahaan “secara sadar memaparkan pengguna pada informasi yang salah bahwa kami memiliki proses dan sumber daya untuk dikurangi.”
"Kami tidak benar-benar melakukan apa yang kami katakan kami lakukan di depan umum," tulis memo tersebut. “Tidak seperti komunitas kami lainnya, orang-orang ini dapat melanggar standar kami tanpa konsekuensi apa pun.”
Di sisi lain, Facebook membela praktik XCheck dan mengatakan bahwa berita Wall Street Journal telah menghilangkan unsur-unsur program XCheck.
"(XCheck) dirancang untuk alasan penting: untuk membuat langkah tambahan sehingga kami dapat secara akurat menegakkan kebijakan tentang konten yang mungkin memerlukan lebih banyak pemahaman,” tulis juru bicara Facebook, dikutip dari The Independent.
"Banyak materi internal ini adalah informasi usang yang disatukan untuk membuat sebuah narasi yang menutupi poin paling penting: Facebook sendiri mengidentifikasi masalah dengan pemeriksaan silang dan telah bekerja untuk mengatasinya.”
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020