Garuda Larang Merek HP Tertentu Masuk Kargo, Imbas Ponsel Terbakar di Bandara

14 April 2021 2:00 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. Foto: Reuters/Darren Whiteside
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. Foto: Reuters/Darren Whiteside
ADVERTISEMENT
Garuda Indonesia melarang pesawat kargo mereka untuk mengangkut HP Vivo. Langkah ini diambil maskapai setelah insiden terbakarnya smartphone Vivo Y20 di Bandara Hong Kong pada Minggu (11/4).
ADVERTISEMENT
Keputusan Garuda Indonesia melarang HP Vivo di pesawat kargo diumumkan lewat surat edaran internal. Surat tersebut telah bocor di media sosial sejak Selasa (13/4), meski maskapai tidak memberikan pengumuman secara publik.
Ketika dikonfirmasi kumparanTECH, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra memang menyebut bahwa pihaknya telah menghentikan sementara waktu layanan kargo untuk “smartphone tertentu”. Namun, dia tidak menyebut merek HP yang di-embargo oleh pihaknya.
“Saat ini kami memang tengah menghentikan untuk sementara waktu layanan pengangkutan kargo udara untuk jenis smartphone tertentu, menyusul insiden terbakarnya kontainer kargo dengan muatan smartphone di Hong Kong beberapa waktu lalu. Hal tersebut kami lakukan sebagai langkah antisipatif perusahaan dalam memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap berjalan optimal,” kata Irfan kepada kumparanTECH, Selasa (13/4).
ADVERTISEMENT
“Kebijakan yang turut diambil sejumlah maskapai penerbangan dunia tersebut akan dilakukan hingga terdapat hasil investigasi menyeluruh dari otoritas bandara Hong Kong. Saat ini kami juga terus berkoordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan langkah antisipatif yang perlu dilakukan menyikapi perkembangan hasil temuan tersebut.”
Pada akhir pekan lalu, Vivo menjadi sorotan setelah insiden smartphone terbakar di Bandara Hong Kong.
Menurut laporan media lokal The Standard, insiden terbakarnya HP Vivo Y20 terjadi pada Minggu (11/4) pukul 05.08 pagi waktu setempat. Ketika itu, ponsel dan aksesori Vivo, yang berada di tiga kotak kargo, berada di landasan menunggu pemuatan.
Berdasarkan rekaman yang beredar online, api mulai muncul dari dalam kotak, menyebabkan isinya jatuh. Api segera menyebar ke kotak lainnya.
ADVERTISEMENT
Tak lama kemudian, tim penyelamat dari dinas pemadam kebakaran tiba dan memadamkan api pada pukul 05.56 pagi. Foto yang diposting online menunjukkan logo "Vivo" di kotak biru dan putih. Ponsel yang terbakar parah terlihat basah dan berserakan di landasan.
Otoritas Bandara Hong Kong mengatakan tidak ada yang terluka dalam insiden itu. Operasi bandara pun tidak terpengaruh oleh kebakaran tersebut.
Atas insiden ini, maskapai lokal Hong Kong Air Cargo telah melarang semua HP Vivo di pesawat kargo mereka.
"Dengan menyesal kami menginformasikan kepada Anda bahwa pembaruan embargo terbaru yang segera berlaku, semua kargo (dari agen dan tujuan mana pun) dilarang menerima "CargoLink Logistics HK Co Ltd" dan "Sky Pacific Logistics HK Co Ltd" dan/atau co-loader tentang pengangkutan dengan pesawat RH/HX sampai pemberitahuan lebih lanjut. Juga embargo semua jenis ponsel "VIVO," kata Hong Kong Air Cargo dalam sebuah catatan internal yang disebarkan Minggu (11/4).
ADVERTISEMENT
Adapun Vivo menyebut, mereka tengah menginvestigasi kejadian tersebut.
“Kami memperhatikan bahwa kiriman barang, beberapa di antaranya adalah produk Vivo, terbakar di apron parkir Bandara Internasional Hong Kong pada 11 April,” kata Vivo kepada Android Authority.
"Kami telah memberikan perhatian yang tinggi dan segera membentuk tim khusus untuk bekerja sama dengan pihak berwenang setempat untuk menentukan penyebabnya."