kumparan
2 Jun 2018 13:01 WIB

Hapus Trending Topic, Facebook Coba Fitur Baru Label Breaking News

Ilustrasi Facebook (Foto: AFP/MLADEN ANTONOV)
Guna membantu pengguna menerima berita berkualitas dan terhindar dari kabar palsu alias hoaks, Facebook memutuskan menghapus Trending Topic, fitur yang berfungsi menyoroti tiga berita terpopuler di platform.
ADVERTISEMENT
Trending Topic sendiri pertama kali diperkenalkan Facebook pada 2014 lalu. Fitur yang cuma tersedia di beberapa negara ini ternyata kurang populer di mata pengguna dan hanya menyumbang 1,5 persen klik ke penerbit berita.
Alex Hardiman, kepala produk berita Facebook, mengatakan bahwa pihaknya kini sedang mencari cara agar pengguna bisa mendapatkan berita terbaru dari sumber tepercaya.
"Kami sadar bahwa dari waktu ke waktu orang menemukan produk yang semakin kurang bermanfaat. Cara orang mengkonsumsi berita di Facebook telah berubah," kata Alex dalam pernyataan resmi Facebook, Jumat (1/6).
Hoax (Ilustrasi) (Foto: Shutter Stock)
Lalu bagaimana cara Facebook menjaga penggunanya untuk tetap mendapatkan informasi terkini meski tanpa fitur Trending Topic?
Berikut tiga fitur baru yang sedang dikembangkan Facebook untuk membantu penggunanya mendapatkan berita berkualitas.
ADVERTISEMENT
1. Label Breaking News
Facebook saat ini tengah mempersiapkan label Breaking News yang bisa dipasang dalam postingan para penerbit berita di News Feed. Fitur ini sedang diujicobakan bersama 80 media di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, India, dan Australia.
Tidak hanya itu, Breaking News ini nanti akan muncul di notifikasi sehingga pengguna Facebook tidak akan ketinggalan dengan berita terbaru yang sedang panas-panasnya.
Ilustrasi Facebook (Foto: Reuters)
2. Fitur Today In
Perusahaan kini tengah menyiapkan ruang baru di platform-nya yang diberi nama Today In. Fitur ini bakal menghubungkan pengguna dengan breaking news dan kabar penting dari media lokal di kotanya, termasuk informasi baru dari pemerintah lokal.
3. Video Berita di Facebook Watch
Selain dalam bentuk artikel, Facebook juga akan menyajikan video berita. Video nantinya akan ditayangkan melalui layanan Facebook Watch.
ADVERTISEMENT
Video tersebut berisi siaran berita langsung, berita singkat harian dan berita mendalam yang ditayangkan eksklusif secara mingguan. Fitur ini sementara tersedia hanya di AS.
Penghapusan Trending Topic di Facebook terjadi, setelah bertahun-tahun perusahaan dikritik tentang tidak jelasnya mereka dalam mengambil konten yang duduk di kotak Trending Topic. Ditambah, perusahaan juga kesulitan dalam memperjuangkan keabsahan berita yang didistribusikan di platform-nya.
Semoga langkah yang diambil Facebook ini tidak turut mempromosikan berita hoaks yang meresahkan pengguna di seluruh dunia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan