Tekno & Sains
·
9 Juni 2021 9:49
·
waktu baca 2 menit

Hapus Tweet Presiden, Nigeria Blokir Twitter dan Ancam Hukum Netizen

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Hapus Tweet Presiden, Nigeria Blokir Twitter dan Ancam Hukum Netizen (614138)
searchPerbesar
Ilustrasi Twitter. Foto: REUTERS
Netizen Twitter Nigeria harus menghadapi posisi rumit usai media sosial kesayangan mereka diblokir oleh pemerintahnya sendiri pada pekan lalu.
ADVERTISEMENT
Pemerintah Nigeria mengumumkan pemblokiran Twitter pada Jumat (4/6). Dalam keterangan resminya di Twitter, Kementerian Informasi dan Budaya Nigeria menyebut bahwa Twitter "terus-menerus melakukan kegiatan yang mampu merusak keberadaan perusahaan (Twitter di) Nigeria."
Langkah yang diambil kementerian itu dilakukan beberapa hari setelah Twitter menghapus tweet dari Presiden Nigeria Muhammadu Buhari, yang diposting pada Rabu (2/6). Dalam tweet itu, Buhari mengancam militan separatis di Nigeria.
"Banyak dari mereka yang berperilaku buruk saat ini terlalu muda untuk menyadari kehancuran dan hilangnya nyawa yang terjadi selama perang Biafra,” tulisnya.
“Kami yang berada di ladang selama 30 bulan, yang menjalani perang, akan memperlakukan mereka dalam bahasa yang mereka pahami.”
Buhari sendiri adalah seorang jenderal besar selama perang sipil Nigeria yang berlangsung pada 1967 hingga 1970. Perang sipil yang dikenal sebagai perang Biarfa itu menewaskan lebih dari satu juta orang.
ADVERTISEMENT
Tweet Buhari kemudian dianggap Twitter melanggar kebijakan platform soal "perilaku kasar". Platform media sosial itu kemudian menghapus cuitan sang presiden dan menangguhkan akunnya selama 12 jam.
Hapus Tweet Presiden, Nigeria Blokir Twitter dan Ancam Hukum Netizen (614139)
searchPerbesar
Ilustrasi main Twitter. Foto: Melly Meiliani/kumparan
Tindakan Twitter kemudian dikecam oleh pemerintah Nigeria.
"Misi Twitter di Nigeria sangat mencurigakan," kata Menteri Informasi dan Budaya Nigeria, Lai Mohammed, dikutip dari kanal radio NPR.
Mohammed menambahkan bahwa Twitter di masa lalu sudah mengabaikan tweet yang "menghasut" pemerintahan Nigeria.
Dengan pemblokiran ini, seluruh operator seluler di Nigeria diperintahkan memutus akses ke Twitter tanpa batasan waktu.
Menurut laporan Aljazeera, Twitter masih dapat diakses melalui fixed broadband yang harganya relatif lebih mahal dan hanya digunakan oleh segelintir orang Nigeria. Tidak jelas apakah akses melalui fixed broadband ini juga akan diblokir pemerintah.
ADVERTISEMENT
Beberapa netizen di Nigeria juga dilaporkan masih dapat menghindari pemblokiran ini melalui penggunaan Virtual Private Network (VPN). Meski demikian, Jaksa Agung Nigeria Abubakar Malami telah memerintahkan hukuman segera terhadap mereka yang mencoba menghindari larangan Twitter dari pemerintah.
Tidak ada rincian lebih lanjut tentang hukuman yang dimaksud dan siapa yang akan menjadi sasaran, menurut laporan Aljazeera. Namun, banyak warga Nigeria bersuara di media sosial, mengkritik kebijakan pemerintah mereka.
Twitter telah merespons pemblokiran tersebut, sembari mengatakan bahwa tindakan pemerintah Nigeria "sangat memprihatinkan".
“Pengumuman yang dibuat oleh Pemerintah Nigeria bahwa mereka telah menangguhkan operasi Twitter di Nigeria sangat memprihatinkan,” kata Twitter dalam sebuah pernyataan. "Kami sedang menyelidiki dan akan memberikan pembaruan ketika kami tahu lebih banyak.”
ADVERTISEMENT
Penangguhan akses Twitter oleh pemerintah Nigeria pun dikecam oleh aktivis HAM.
"Menangguhkan Twitter di Nigeria hanyalah satu cara lagi untuk menyatakan bahwa hak-hak rakyat tidak menjadi masalah apa yang diinginkan Negara,” kicau Osai Ojigho, direktur Amnesty International di Nigeria.
"Ini adalah preseden yang berbahaya dan harus dipanggil apa adanya."