Tekno & Sains
·
17 Desember 2020 12:40

Harga Bitcoin Tembus Rp 300 Juta, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Harga Bitcoin Tembus Rp 300 Juta, Tertinggi Sepanjang Sejarah (104918)
searchPerbesar
Ilustrasi Bitcoin. Foto: Flickr
Harga Bitcoin mengalami lompatan sejak tadi malam, dan pada Kamis (17/12) siang ini, ia meroket ke harga Rp 304 juta di platform jual beli aset digital kripto Indodax.
ADVERTISEMENT
Lompatan ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah harga Bitcoin, sekaligus menandai lompatannya yang lebih dari 200 persen sepanjang 2020, dari harga awal tahun di level Rp 99 juta.
Oscar Darmawan, CEO Indodax, mengatakan bahwa capaian ini adalah sejarah penting dalam teknologi cryptocurrency dan blockchain.
“Ini menjadi hari yang terpenting bagi dunia crypto dan blockchain, Bitcoin kembali menembus harga tertingginya sepanjang sejarah. Ini berarti semua member Indodax yang pernah membeli Bitcoin ikut mendapatkan keuntungan." kata Oscar kepada kumparanTECH.
Menurut Oscar, pada awalnya para analis menyatakan kenaikan harga Bitcoin hanya sampai level 20.000 dolar AS dan itu baru terjadi di 2021. Namun, prediksi itu terjadi lebih cepat, harga Bitcoin lompat tinggi dan melewati level 22.000 dolar AS di pertengahan Desember 2020.
Harga Bitcoin Tembus Rp 300 Juta, Tertinggi Sepanjang Sejarah (104919)
searchPerbesar
CEO INDODAX, Oscar Darmawan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Lonjakan ini terjadi karena permintaan yang masif atas aset kripto macam Bitcoin. Apalagi, transaksi dengan Bitcoin kini semakin mudah, contohnya PayPal yang menyediakan fitur pembayaran Bitcoin. 
ADVERTISEMENT
Sejumlah organisasi investasi dunia juga telah menyatakan minatnya untuk membeli aset digital.
Pemicu lain yang mendongkrak harga Bitcoin, menurut Oscar, ia dianggap sebagai aset kripto dengan valuasi terbesar di dunia dan memberi nilai lindung inflasi saat situasi pandemi COVID-19 seperti ini.
“Permintaan tersebut memberikan dampak yang cukup besar. Mereka melakukan pembelian secara masif. Kenaikan harga Bitcoin pada tahun ini berbeda pada tahun 2017 lalu di mana saat itu, orang-orang membeli Bitcoin tanpa melihat fundamental Bitcoin. Sekarang, orang sudah melihat fundamental Bitcoin yang terbukti sebagai aset safe haven dan menjadi nilai lindung inflasi yang baik,” jelas Oscar Darmawan. 
Indodax meyakini lonjakan harga Bitcoin akan berlanjut di 2021 lantaran permintaan yang meningkat tetapi suplainya semakin terbatas.
ADVERTISEMENT
Jumlah Bitcoin di dunia terbatas hanya 21 juta keping untuk menjaga suplai dan nilainya. Saat ini sudah ditambang atau di-minning secara digital sekitar 18,5 juta keping. Jumlahnya kini hanya tersisa sekitar 2,5 juta keping.
Sistem Bitcoin diciptakan oleh Satoshi Nakamoto, yang hingga kini tidak diketahui jelas identitas yang sebenarnya. Sejumlah pihak percaya ia adalah sebuah kelompok ahli komputer yang mendorong sistem aset digital desentralisasi, atau tidak terpusat.