Heboh 'Hanya Admin yang Dapat Edit Info Grup' Cegah Retas WhatsApp? Ini Faktanya

Dalam beberapa hari ini, grup WhatsApp banyak menerima pesan broadcast yang berisi tips pengaturan admin agar grup chat tidak bisa diretas. Isi pesan tersebut meminta admin melakukan beberapa langkah pengaturan di grup WhatsApp.
Pesan broadcast ini juga bernada edukasi meminta siapa pun yang menjadi admin grup WhatsApp dapat bertindak cepat dan mengerti tentang keamanan WhatsApp agar risiko peretasan bisa dihindari. Berikut isi pesan lengkapnya.
"Semoga Admin Sudah meLakukan EDIT atad ALert di bawah ini.. đŸ‘‡
Peretas tidak hanya meretas baris orang tetapi sekarang mereka juga meretas seluruh halaman grup sepenuhnya.
Setelah mereka berhasil melakukan itu, mereka akan segera menghapus semua Admin dan dengan demikian menjadi satu-satunya Admin halaman.
Dalam situasi seperti itu, baik Anda tetap dengan posting penipuan mereka atau Anda memulai proses membuat platform baru sehingga kehilangan semua informasi yang Anda miliki di bekas.
Jadi, siapa pun yang menjadi admin grup mana pun dapat dengan cepat melakukan hal berikut sekarang sebelum mereka meretas halaman
Sebagai Admin, Anda harus selangkah lebih maju dari Peretas / Pembajak Grup.
Tekan 3 titik di bagian atas obrolan grup Anda.
Lanjut :
* Pergi ke info grup
* Pergi ke pengaturan Grup
* Pergi ke edit info Grup
* Ketuk hanya Admin yang dapat mengatur.
Lalu ketuk Ok.
Itu saja, Grup itu baik dan aman dari pembajak Admin ...
Harap perhatikan dan lakukan langkah-langkah ini, jika Anda seorang Admin di Platform apa pun di WhatsApp.
Keamanan identitas anggota sangat penting.
Admin Grup harus mencatat. Tolong bagikan untuk menciptakan kesadaran."
Faktanya, ada yang keliru dalam isi pesan broadcast tersebut. Pakar keamanan siber dari perusahaan anti-virus Vaksincom, Alfons Tanujaya, melihat ada informasi menyesatkan atau misleading dari tips pengaturan grup WhatsApp yang di-broadcast.
Menurut Alfons, langkah itu bukan pengaturan untuk meningkatkan keamanan grup WhatsApp dan membuatnya aman dari peretasan. Tips yang dibagikan merupakan langkah pengaturan agar hanya admin (only admin) yang boleh edit atau mengubah nama dan info grup saja.
"Jadi itu hanya set pengaturan group info. Kita membatasi hanya admin yang boleh mengubah group info. Misalnya, judul grup diskusi sebelumnya adalah 'Alumni SMA ABC', lalu diubah menjadi 'New Normal'. Kalau sudah diset hanya admin yang boleh mengubah (info grup WhatsApp), maka seluruh member grup tidak bisa mengubahnya. Hanya itu saja pengaruhnya," jelas Alfons.
Alfons menambahkan, seharusnya yang menjadi fokus perhatian pengguna adalah akun yang menjadi admin grup WhatsApp. Akun admin yang berhasil diretas dan diambil alih hacker bisa menjadi masalah, karena peretas bisa melakukan apa pun di grup WhatsApp.
"Yang jadi masalah adalah jika account WA dari adminnya dicuri oleh orang di-hack. Kebetulan dia admin. Jika di-hack dan dia admin, maka dia bisa hapus admin-admin lain. Termasuk pembuat grup dan jadikan dia sendiri yang admin," tambahnya.
Tips memilih admin WhatsApp yang benar
Alfons lantas membagikan bagaimana memilih dan menjadi admin grup WhatsApp yang baik dan benar. Hal ini harus dilakukan agar grup yang memungkinkan memiliki anggota 256 akun tidak berpotensi diretas.
"Melakukan penipuan berdasarkan data base member di grup dan melakukan banyak setting di grup, seperti membatasi percakapan di grup sehingga member grup tidak bisa mengirimkan apa pun ke dalam grup. Semua itu dilakukan terhadap member lain atas akun admin yang dibajak tersebut," terangnya dalam pesan singkat yang diterima kumparan, Minggu (7/6).
Berikut hal utama yang harus diperhatikan sebelum menunjuk admin grup WhatsApp:
Pastikan sebelum menunjuk admin WhatsApp, admin yang ditunjuk sudah mengamankan akun WhatsApp-nya dengan Two Step Verification. Kalau belum, sebaiknya jangan dijadikan admin.
Pastikan bahwa admin yang ditunjuk menguasai kartu SIM sesuai nomor WA-nya, sehingga kalau ada yang melakukan pengambilalihan nomor WA, maka SMS OTP (One-Time Password) tetap akan diterima oleh pemilik nomor yang sah dan bukan pembajak.
Hindari menjadikan setiap orang admin karena ini adalah tindakan yang sangat ceroboh dan berisiko. Jika salah satu member saja yang menjadi korban pembajakan akun WA, maka dengan mudah ia bisa menurunkan semua admin dan menjadikan dirinya sendiri admin.
