kumparan
3 Feb 2019 16:09 WIB

IDC: Sepanjang 2018, Penjualan Smartphone Global Lesu

Penjualan iPhone SE. Foto: REUTERS/Lucy Nicholson
Lembaga riset International Data Corporation (IDC) kembali mengeluarkan laporan tahunan perihal penjualan ponsel di seluruh dunia. Menurut hasil risetnya, penjualan smartphone secara global mengalami penurunan. Survei IDC membuktikan, ada 375,4 juta unit smartphone yang terjual pada kuartal keempat 2018. Angka tersebut turun 4,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kondisi tersebut menjadikan 2018 sebagai tahun terburuk penjualan smartphone global, dengan total pengapalan mencapai 1,4 miliar unit atau turun 4,1 persen dibanding tahun lalu. "Secara global pasar smartphone sekarang berantakan," kata Ryan Reith selaku Vice President Program Worldwide Mobile Device Trackers di IDC." Di luar beberapa pasar dengan pertumbuhan tinggi seperti India, Indonesia, Korea, dan Vietnam, kami tidak melihat banyak kegiatan positif pada 2018." "Kami percaya beberapa faktor berperan di sini, termasuk memperpanjang siklus penggantian (ponsel), meningkatkan tingkat penetrasi di banyak pasar besar, ketidakpastian politik dan ekonomi, dan frustasi konsumen yang terus meningkat seputar harga (perangkat) yang terus meningkat." Sementara itu, vendor smartphone terpopuler saat ini masih dipegang oleh Samsung. Di bawahnya ada Apple, Huawei, Oppo, dan Xiaomi.
Perusahaan smartphone Samsung. Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji
Samsung dan Apple mengalami penurunan volume penjualan dan pangsa pasar smartphone pada kuartal ke-4 2018, masing-masing menurun 5,5 persen dan 11,5 persen. Samsung hanya mengirim 70,4 juta unit dengan pangsa pasar 18,7 persen, sementara Apple 68,4 juta unit dan 18,2 persen. Huawei, Oppo, dan Xiaomi justru mengalami peningkatan volume pengiriman smartphone dan pangsa pasar di akhir 2018. Pertumbuhan Huawei termasuk yang paling tinggi dengan kenaikan 43,9 persen, dengan jumlah penjualan 60,5 juta uni dan pangsa pasar 16,1 persen. "Dengan tingkat penggantian yang terus melambat di berbagai pasar, vendor perlu menemukan keseimbangan baru yang menyeimbangkan fitur-fitur smartphone terbaru, desain yang menarik, dan keterjangkauan," kata Anthony Scarsella, manajer peneliti Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker di IDC. "Kedatangan dua perangkat 5G dan layar lipat pada tahun ini dapat membawa kehidupan baru bagi industri tergantung bagaimana vendor dan operator memasarkan manfaat nyata dari teknologi. Namun kami berharap perangkat baru ini akan memperbaiki harga jual rata-rata ketika tampilan baru, chipset, dan radio akan membawa kenaikan harga BOM (bill of materials) yang bakal diterjemahkan ke titik harga lebih tinggi bagi konsumen." "Untuk mengatasi hal itu, operator dan peritel perlu memaksimalkan penawaran trade-in untuk perangkat lama sebagai jenis subsidi untuk mendorong peningkatan (penjualan) sepanjang 2019."
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan