Tekno & Sains
·
15 September 2020 11:34

Ilmuwan Pakai Google Trends untuk Buktikan Mencret Juga Gejala Corona

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ilmuwan Pakai Google Trends untuk Buktikan Mencret Juga Gejala Corona (66537)
com-Ilustrasi anak sedang diare Foto: Shutterstock
Sekelompok peneliti di Rumah Sakit Umum Massachusetts, AS, melakukan penelitian terkait wabah virus corona dan respons masyarakat global. Berdasarkan riset itu, mereka menemukan bahwa masalah saluran pencernaan (gastrointestinal) menjadi salah satu gejala infeksi corona yang cukup umum.
ADVERTISEMENT
Para peneliti mendapatkan temuan tersebut berdasarkan riset dengan metode pencarian di internet. Hasilnya, Penyakit organ pencernaan  seperti diare atau mencret bisa menjadi salah satu gejala terinfeksi COVID-19.
Peneliti menggunakan tools dalam Google Trends online milik Alphabet Inc. Ditemukan bahwa gejala seperti ini memiliki korelasi paling besar dengan kasus infeksi di New York, New Jersey, California, Massachusetts dan Illinios.
Itu adalah negara bagian dengan jumlah kasus penularan paling tinggi dalam tiga hingga empat minggu terakhir. Gejala ini juga berkontribusi dalam peningkatan kasus di 15 negara bagian AS dari 20 Januari hingga 20 April.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology. Ini bukan pertama kalinya ilmuwan menggunakan alat pencari Google sebagai metodologi riset. Sebelumnya, ilmuwan juga menggunakan cara serupa untuk memantau tren pandemi influenza lebih dari satu dekade lalu.
Ilmuwan Pakai Google Trends untuk Buktikan Mencret Juga Gejala Corona (66538)
Ilustrasi google chrome. Foto: Shutter Stock
Penderita COVID-19 sering melaporkan gejala gastrointestinal, seperti sakit perut dan diare. Hal itulah yang memicu minat untuk melakukan penelitian. Adapun pencarian yang paling banyak muncul terkait gejala virus corona ialah kehilangan indera pengecap, kehilangan nafsu makan dan diare.
ADVERTISEMENT
Korelasi maksimum antara minat penelusuran gejala dengan kasus COVID-19 ialah sebagai berikut:
  • 0,998 untuk kehilangan indera pengecap
  • 0,871 untuk kehilangan nafsu makan
  • 0,748 untuk diare
"Data kami menggarisbawahi pentingnya gejala ini sebagai pertanda potensial dari infeksi COVID-19 dan menunjukkan bahwa Google Trends dapat menjadi alat yang berharga untuk memprediksi pandemi dengan manifestasi,” kata Kyle Staller, ahli gastroenterologi dan direktur motilitas gastrointestinal Mass General Laboratorium.
Para ilmuwan juga tengah menguji jejak virus corona di air limbah. Hal ini berguna untuk mengidentifikasi tempat-tempat penyebaran COVID-19 lebih lanjut.