Untitled Image

Implementasi Teknologi AI, Bagaimana Perkembangannya di Indonesia?

25 Juli 2022 13:24 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi teknologi dengan kecerdasan buatan (AI). Foto: TZIDO SUN/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teknologi dengan kecerdasan buatan (AI). Foto: TZIDO SUN/Shutterstock
Robot yang bisa bicara, bergerak, dan bekerja menggantikan manusia. Itulah kiranya bayangan yang timbul akan penerapan teknologi artificial intelligence (AI) di setiap lini kehidupan. Meski penggunaannya yang berlebihan dinilai berdampak buruk, penggunaan teknologi AI ternyata dapat menjadi solusi berbagai hal di kehidupan.
Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan yang dimodelkan dalam mesin dan diprogram agar bisa berpikir seperti manusia dan menyelesaikan tugas-tugas tertentu. Implementasi dan penggunaannya bisa memberikan berbagai keuntungan di berbagai aspek.
Karena pemanfaatannya dengan bijak bisa memberi dampak yang signifikan, beberapa lini industri pun telah memanfaatkan AI. Otomotif, perbankan, kesehatan, manufaktur, media dan hiburan merupakan 5 sektor yang disebut-sebut paling banyak memanfaatkan teknologi ini.
Jepang, merupakan negara “pemimpin” dalam penggunaan AI. Kemudian disusul oleh Amerika Serikat, Inggris, Singapura, Brasil, Jerman, Kanada, India, Meksiko, dan Australia. Sementara itu, di Indonesia sendiri belum banyak terdengar kabar mengenai perkembangan infrastruktur pendukung AI.
Berdasarkan Oxford Insight, angka kesiapan adaptasi AI di Indonesia masih ada di angka 5.42 persen saja. Poin ini membuat Indonesia menduduki peringkat ke-5 di antara negara ASEAN dalam hal kesiapan tersebut.
Di tengah sepinya kabar perkembangan artificial intelligence dan kekhawatiran penggunaannya, Indonesia ternyata memiliki salah satu startup yang bergerak di bidang ini. Nodeflux, merupakan perusahaan pengembangan teknologi artificial intelligence yang didirikan oleh Meidy Fitranto dan Faris Rahman.
Pendirian Nodeflux ditujukan oleh Meidy dan Faris untuk menyelesaikan berbagai persoalan sehari-hari. Dengan dasar tujuan ini, kini Nodeflux menjadi perusahaan Indonesia pertama yang terlibat dalam program Nvidia Inceptio untuk pengembangan microchip technology.
Sejak 2017, Nodeflux terus berinovasi dan bisa menjalin kerja sama dengan pemerintah DKI Jakarta untuk menggunakan teknologi AI dalam pengawasan pelanggaran lalu lintas, penghitungan volume kepadatan kendaraan, pendeteksian parkir liar, banjir di pintu air, kepadatan sampah, hingga pengawasan sarana publik.
Meidy Fitranto dalam podcast Satu Indonesia Awards Bicara. Foto: Dok. kumparan
Berkat keberhasilan dan manfaat yang diberikan Nodeflux pada Indonesia, Astra SATU Indonesia Awards 2018 memberikannya penghargaan di bidang teknologi. Lebih dari itu, kehadiran Nodeflux jadi satu semangat baru yang membuktikan bahwa anak muda Indonesia bisa unggul dan bersaing di berbagai bidang, termasuk di dunia artificial intelligence.
Demi membangkitkan semangat dan motivasi semua orang yang ingin membawa perubahan seperti yang dilakukan Nodeflux, kumparan bersama Astra menghadirkan podcast Satu Indonesia Awards Bicara. Pada episode pertama yang bertema “Membangun Bangsa Lewat Inovasi dan Apresiasi”, podcast ini menghadirkan Meidy untuk membahas dan menceritakan perjalanannya bersama Nodeflux, dan perkembangan artificial intelligence di Indonesia.
Tak hanya itu, bersama Dian Suran Febrianti, Head of Environment and Social Responsibility Astra, mereka membahas SATU Indonesia Awards yang telah memberikan semangat dan harapan bagi para pembawa inovasi.
Mau tahu keseruan diskusi mereka dalam podcast Satu Indonesia Awards Bicara kali ini? Podcast yang membahas isu sustainability dan kisah inspiratif ini bisa kamu simak secara lengkap di YouTube kumparan!
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Astra
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten